WhatsApp Dapat Apa? Selain 19 Milyar Dollar

Facebook WhatsApp

Minggu kemarin kita dikejutkan dengan pembelian WhatsApp oleh Facebook dengan harga 19 Milyar Dollar. Dengan nominal harga yang begitu besar, pembelian ini menjadi transaksi akuisisi perusahaan teknologi termahal kedua sepanjang masa. Facebook berhasil mengalahkan rekor yang dibuat Google (membeli Motorola seharga 13 Milyar Dollar pada tahun 2011), dan Microsoft (membeli Skype sebesar 9 Milyar Dollar pada tahun 2011). Facebook hanya kalah dari Hewlett-Packard, yang bila kita menambahkan faktor inflasi, membeli Compaq dengan harga 33,4 Milyar Dollar pada tahun 2001.

Setelah mengeluarkan uang sebesar itu, Facebook pasti ingin memastikan kalau WhatsApp akan menjadi lebih besar, dan lebih memberi keuntungan bagi mereka, di kemudian hari. Mark Zuckerberg (CEO Facebook) dan Jan Koum (CEO WhatsApp yang kini masuk ke dalam barisan direksi Facebook) memang sama-sama mengatakan kalau WhatsApp akan tetap menjadi aplikasi yang independen, tidak berada langsung di bawah naungan Facebook. Namun, apabila WhatsApp memerlukan suatu bantuan, 6000 orang karyawan Facebook (seharusnya) dengan sigap akan memberikan bantuan. Kira-kira bantuan seperti apa yang akan didapat WhatsApp?

Bantuan Untuk WhatsApp

Sesaat sebelum diakuisisi oleh Facebook, jumlah pengguna WhatsApp telah melebih angka 450 juta pengguna, dengan 310 juta di antaranya selalu memakai WhatsApp setiap hari. Dengan hanya 32 programmer, ini artinha setiap programmer WhatsApp harus siap menghadapi masukan, keluhan, hingga ancaman serangan dari 14 Juta pengguna. Terdengar sedikit menakutkan bukan? Saking riskannya, setiap Jan Koum menghadiri kelas kickboxing yang rutin diikutinya, ia selalu menyisihkan waktu tiap beberapa menit untuk memeriksa apakah server WhatsApp berada dalam kondisi aman. Bahkan, beberapa hari setelah diakuisisi, WhatsApp langsung down selama 150 menit, hal yang seharusnya tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Untuk menghindari hal serupa, dengan ribuan programmer handal yang kaya pengalaman, Facebook seharusnya bisa membantu WhatsApp. Belajar dari apa yang terjadi sebelumnya pada Mike Krieger, CTO (Chief Technology Officer) di Instagram yang begitu stress menghadapi 28 iuta pengguna bersama selusin karyawannya. Setelah diakuisisi Facebook, katanya sih Krieger tampak lebih ceria dan tak pernah terlihat kurang tidur seperti sebelumnya. Bahkan, bila dibutuhkan, bisa saja beberapa programmer handal Facebook dimutasi untuk memegang jabatan penting di WhatsApp.

Bantuan lain yang mungkin bisa diberikan Facebook untuk anak tirinya itu adalah petunjuk bagaimana menangani spam dengan benar. Pada tahun 2010, katanya para karyawan Facebook berhasil mengurangi spam hingga 95%. Mereka bahkan sukses menghapus 37% akun palsu yang tersebar pada tahun 2012. Sedikit ‘contekan’ mungkin akan diberikan agar WhatsApp bisa berhasil juga menghadapi ujian yang bernama spam.

Dan hal terakhir yang bisa diberikan Facebook adalah bagaimana cara mengemas aplikasi WhatsApp agar bisa diterima di lebih banyak negara, terutama negara-negara yang memakai alfabet-alfabet unik. Saat ini, Facebook telah mempunyai lebih dari 1,2 Milyar pengguna, dan itu semua berkat ‘teknik coba-coba’ akan inovasi-inovasi baru, ditambah penerjemahan aplikasi Facebook ke bahasa-bahasa lokal. Jadi, kapan kira-kira kita bisa melihat WhatsApp dengan Bahasa Indonesia? Sepertinya sih tak lama lagi.

 

Sumber Gambar : alltechhub.net

 

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>