Ukur,Ukur, dan Ukur. Tips dari Christian Sutardi, COO Fabelio dalam Meraih Keberhasilan

Christian Sutardi, COO Fabelio

Christian Sutardi, COO Fabelio

Para pembaca mungkin ada yang menyimpan rasa penasaran setelah membaca tulisan kami yang terdahulu mengenai sebuah startup baru yang berkantor di Jakarta bernama Fabelio

. Seperti yang telah kita ketahui bersama,Fabelio adalah startup e-commerce yang mengkhususkan layanannya di bidang furniture. Fabelio menjadi fenomena yang menarik setelah keberhasilan mereka mendapatkan pendanaan dengan nilai yang terbilang fantastis hingga mencapai Rp 6 miliar dari beberapa investor salah satunya 500 Startups.

 

Pada Jumat malam (4/9) di Bale Motekar, tim Aitinesia berkesempatan mendengarkan kisah sukses Fabelio yang diwakili oleh COO mereka, Christian Sutardi. Tian, sapaan COO Fabelio datang ke Bale Motekar di jalan Banda untuk menjadi pembicara di Startup Talk ketiga yang dihelat oleh Startup Bandung. Startup Talk ini pada bulan sebelumnya menghadirkan di antaranya Ridwan Kamil selaku walikota Bandung dan Gibran Huzaifah sebagai COO Cybreed.

Tian yang berdarah campuran Jerman – Indonesia dan cukup fasih berbahasa Indonesia malam itu menyampaikan pemaparannya dengan cukup singkat.

Karena tema Startup Talk #3 adalah business model, maka Tian memulainya dengan memperkenalkan business model yang Fabelio jalankan. Ada dua hal yang Fabelio lakukan untuk mendapatkan pemasukan.

Model bisnis yang pertama adalah seperti layaknya situs-situs e-commerce lainnya yang menjadi tempat para pembeli untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan. Bedanya dengan situs lain tentu saja adalah spesialisasi Fabelio yang menjual barang-barang furniture. Fabelio juga melengkapi layanan mereka dengan penawaran lain seperti garansi 6 bulan, gratis biaya pengembalian barang yang batal dibeli terhitung dua minggu setelah dikirimkan, serta gratis biaya pengiriman untuk daerah Jabodetabek. Meskipun demikian, Fabelio juga sudah melayani beberapa pembelian di luar pulau Jawa, yang ongkos kirimnya ditanggung oleh pembeli. Fabelio bekerja sama dengan beberapa pengrajin dari beberapa kota di Indonesia sebagai penyuplai furniture di antaranya Jepara dan Tuban.

 

Selain menjual furniture, Fabelio juga menawarkan jasa desain interior ruangan yang didukung oleh kehandalan beberapa orang desainer salah satunya Marshall Utoyo. Marshall Utoyo merupakan pendiri dari Conclave, coworking space dan yang sekarang juga menjadi showroom tempat memamerkan produk-produk yang dijual oleh Fabelio.

Ketika menjelaskan alasan mengapa startup yang terbilang sangat muda ini bisa mendapatkan pendanaan yang besar dari investor-investor ternama, Tian mengatakan bahwa para investor tersebut melihat bahwa ke depannya bisnis di bidang furniture akan menjadi “the next big thing” di dunia e-commerce. Dia menunjukkan urutan perkembangan e-commerce yang diawali dari barang konsumsi, diikuti oleh pemesanan online, kemudian produk fashion & beauty, selanjutnya adalah home & living, dan fase terakhir adalah makanan & bahan pangan.

Evolusi eCommerce

Evolusi eCommerce

 

Faktor lain yang disebutkan oleh Tian adalah menurunnya tingkat ketertarikan dari investor terhadap e-commerce tradisional. Para venture capital juga sekarang lebih menyukai e-commerce yang memakai model bisnis ‘bits’ ketimbang yang menggunakan ‘atom’. Selain itu sebaiknya e-Commerce tidak memiliki terlalu banyak persediaan ataupun aset-aset lainnya. Fabelio sendiri awalnya menerapkan model ‘no inventory’ , namun belakangan berpindah ke ‘low inventory’ dalam hal persediaan furniture-furniture yang mereka jual.

 

Bagian yang memperlihatkan antusiasme Tian dalam menjalankan Fabelio adalah ketika dia menunjukkan sekumpulan data, yang biasa disebut sebagai Key Performance Indicator atau lazim disingkat sebagai KPI. Pada bagian ini, sepertinya masih banyak hadirin yang belum memahami betapa pentingnya data di era dunia digital seperti sekarang. Menurut Tian, saat ini pemasaran ujung tombaknya bukan lagi orang-orang yang kreatif, sekarang adalah saatnya orang-orang yang pandai membaca data untuk menjadi yang terdepan di dunia pemasaran. Itulah sebabnya, di beberapa startup, data analis menjadi elemen penting dalam menjalankan usaha.

Tian juga sedikit bernostalgia ketika sekitar tiga setengah tahun silam dia melihat bahwa di Indonesia masyarakatnya masih banyak yang gagap teknologi, namun sekarang kondisinya berubah begitu besar. Perdagangan online menjadi cara baru dalam berniaga terutama di kota-kota besar di Indonesia. Ini juga yang menjadi salah satu dasar optimismenya bahwa kelak Fabelio akan mampu menjadi besar di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Fabelio berencana membuka kantor di Bandung yang akan berfungsi sebagai markas bagi 3D rendering team Fabelio. Tian sendiri sangat menanti-nantikan saat Fabelio membuka kantor mereka tersebut, sebab menurut pengakuannya dia menyukai kota Bandung yang hawanya cukup sejuk.

Sudahkah pembaca membuka situs Fabelio? Jika belum, segeralah berkunjung ke sana untuk mendapatkan potongan harga sebesar Rp 100.000 untuk transaksi pertama anda.

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>