Uber Menjawab Pertanyaan Terkait Keamanan Data dan Rencana Menyadap Jurnalis

Uber 4

Artikel ini merupakan jawaban dari perwakilan Uber untuk Asia bagian Selatan, Karun Arya, atas pertanyaan yang diajukan Aitinesia.com terkait pernyataan Emil Michael, Wakil Presiden Uber untuk bidang Bisnis, yang menyebutkan rencana Uber untuk menyadap para jurnalis yang menentang Uber. Dalam sebuah pesta, Emil Michael menyebutkan kalau seharusnya Uber menyisihkan dana sebesar 1 Juta Dollar untuk melakukan penguntitan dan penyadapan kepada setiap jurnalis yang membuat artikel-artikel yang menyudutkan Uber. Secara khusus, Emil menunjuk jurnalis Pando Daily, Sarah Lacy, sebagai salah satu jurnalis yang menjadi target.

Jawaban Uber Terkait Rencana Penyadapan Jurnalis

Apakah rencana itu akan terlaksana dalam waktu dekat? Inilah jawaban Uber terkait hal tersebut:

“Kami belum melakukan, tidak sedang melakukan, dan tidak akan melakukan investigasi atau penyadapan kepada para jurnalis. Ide semacam itu tidak akan menjadi kenyataan dalam pendekatan bisnis kami.”

Dengan pernyataan tersebut, bisa kita pahami kalau pernyataan Emil Michael tentang rencana menyadap jurnalis hanyalah sebatas ide, dan tak akan direalisasikan menjadi kenyataan. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan apapun dari Uber terhadap Emil Michael atas kata-katanya tersebut. Semoga Uber tidak menyimpang dari pernyataan mereka tersebut, agar tidak mengganggu iklim kebebasan berpendapat yang sedang terbangun di seluruh dunia.

Pernyataan Uber Terkait Keamanan Data Pelanggan

Dalam kesempatan yang sama, Karun Arya juga menjawab pertanyaan kami tentang aplikasi God View, yang memungkinkan karyawan Uber untuk bisa mengakses data seluruh pelanggan Uber. Aplikasi tersebut terbukti telah digunakan oleh salah seorang pimpinan Uber di New York, tanpa sepengetahuan pengguna. Insiden tersebut menimbulkan pertanyaan, bagaimana sebenarnya Uber melindungi keamanan data pelanggannya?

Josh Mohrer, Pimpinan Uber Yang Terbukti Melakukan Pelanggaran Privasi

Josh Mohrer, Pimpinan Uber Yang Terbukti Melakukan Pelanggaran Privasi

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Karun Arya merujuk kepada Aturan Keamanan Data di Uber, yang menyebutkan:

“Uber punya aturan keamanan ketat yang melarang seluruh karyawan Uber untuk mengakses data pelanggan Uber. Namun terdapat pengecualian dalam kasus-kasus tertentu, di mana ada beberapa karyawan yang ditunjuk untuk mengakses data pelanggan untuk menyelesaikan masalah-masalah berikut:

  1. Menyelesaikan permasalahan yang muncul antara Pengendara dan Pelanggan Uber
  2. Memfasilitasi pembayaran komisi untuk Pengendara Uber
  3. Memonitor Pengendara dan Pelanggan Uber yang diduga melakukan tindak penipuan
  4. Melakukan Perbaikan apabila terjadi kerusakan sistem

Setiap pelanggaran atas aturan ini, akan berakibat pada jatuhnya sanksi bagi karyawan yang melanggarnya, termasuk pemutusan hubungan kerja dan tindakan hukum.”

Sebagai catatan, aturan keamanan ini merupakan revisi dari aturan yang sudah ada, dan baru dibuat pada tanggal 18 November 2014, beberapa hari setelah insiden itu terjadi. Sebagai tindak lanjut dari aturan keamanan data tersebut, Uber pun langsung melakukan penyelidikan terhadap Josh Mohrer, Pimpinan Uber di New York yang diduga melakukan pelanggaran terhadap aturan tersebut. Hasilnya, Uber memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Josh, namun tidak menyebutkan dalam bentuk apa sanksi tersebut diberikan. Hingga saat ini, Josh Mohrer tetap pada posisinya sebagai Pimpinan Uber di New York.

Senada dengan masalah rencana penyadapan yang telah dibahas di atas, kita harap Uber akan menjalankan aturan tersebut dengan konsisten, dan tidak pilih kasih dalam melakukan tindakan. Karena seluruh pelanggan akan melihat apa yang dilakukan Uber, baik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, maupun memberikan sanksi apabila ada pengemudi atau karyawan Uber yang melanggar aturan.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>