Tumblr & Yahoo – Akankah Jadi ‘Pernikahan’ yang Baik?

YahooTumblrAkhir-akhir ini, begitu santer berhembus kabar bahwa Yahoo akan mengakuisisi Tumblr, sebuah site micro-blogging terkenal (siapa yang saat ini tidak mengenal Tumblr?). Harga yang dikabarkan akan dikeluarkan Yahoo pun bukan angka yang sedikit, US$  1.1 Milyar. Startup terakhir yang diakuisisi dengan harga semahal itu adalah Instagram, yang dibeli oleh Facebook setahun yang lalu.

Akuisisi ini sendiri memang sudah tidak dapat terhindarkan. Telah hadir sejak 2007, para pemegang saham yang telah mengucurkan dana segar untuk Tumblr (sekitar US$ 125 Juta) tentu sudah ingin menikmati keuntungan dari investasi mereka. Tumblr sendiri sampai sekarang seperti belum menemukan orientasi bisnis yang jelas. Wajar kalau banyak yang meramalkan kalau akuisisi ini akan terjadi, apalagi peminat Tumblr terbilang cukup banyak. Selain Yahoo, ada juga nama-nama besar seperti Google, Microsoft, dan Facebook yang juga berniat untuk menguasai Tumblr.

Apakah harga US$ 1.1 Milyar adalah harga yang pantas untuk Tumblr?

Bila kita melihat banyaknya pengguna Tumblr (sampai Istana Kenegaraan Amerika Serikat juga punya akun Tumblr), di mana setiap pengguna selalu menghabiskan waktu yang cukup lama di dalamnya, harga itu rasanya cukup pantas. Sebuah survey bahkan menyebutkan kalau pengguna internet menghabiskan waktu lebih lama di Tumblr daripada di Facebook. Koq bisa? Satu hal yang membuat Tumblr terus disukai adalah kesan ‘cool’ (keren) yang ada di dalamnya.

Beberapa pengguna internet memilih layanan internet yang mempunyai fasilitas lengkap, beberapa memilih layanan dengan kemudahan akses, tapi lebih dari itu, banyak yang memutuskan untuk menggunakan suatu layanan hanya karena layanan tersebut kelihatan keren.

Untuk urusan email, menggunakan Yahoo Mail membuat anda terkesan ‘tua’, karena itulah Gmail terlihat lebih keren. Orang yang keren tidak menonton video di Yahoo Video, mereka membuka Youtube atau Hulu untuk itu. Orang yang keren tidak mencari berita teknologi di macam-macam Portal Berita, tapi mereka membaca Aitinesia, atau lewat timeline Twitter. Orang yang keren juga tidak memilih WordPress untuk micro-blogging, mereka memilih Tumblr. Sekali lagi, pemilihan itu tidak menunjukkan mana layanan yang lebih bagus, hanya saja satu layanan terlihat lebih keren daripada layanan yang lain.

Akankah Tumblr akan tetap menjadi layanan yang keren bila dibeli Yahoo?

(Nahh !!) Ini adalah pertanyaan pertama yang ada di kepala para pengguna Tumblr ketika mendengar kabar kalau Tumblr akan diakuisisi oleh Yahoo. Selama 6 tahun, Tumblr bisa terus menghadirkan kesan ‘keren’ seperti yang diinginkan para penggunanya. Tapi bila nanti diakuisisi oleh Yahoo, ceritanya bisa berbeda.

Marissa Mayer

Marissa Mayer, CEO Yahoo

Ada 2 hal yang mengganjal dari Yahoo sejauh ini. Sejak dulu Yahoo dikenal sebagai ‘tempat pemakaman’ bagi startup-startup besar, Flickr dan Delicious adalah contohnya. Selain itu, layanan-layanan Yahoo sering dianggap ‘kurang keren’ bila dibanding layanan-layanan lain. Dua image kurang baik itu telah coba diubah oleh Marissa Mayer, sang CEO saat ini. Sejak memimpin Yahoo, ia telah membeli 10 startup seperti Stamped, Jybe dan Loki, yang berorientasi pada perekrutan developer-developer berbakat dan pengembangan layanan yang menarik.

Pembelian Tumblr juga mungkin dimaksudkan untuk perubahan image Yahoo, tapi sepertinya untuk kasus ini, Yahoo butuh penanganan yang berbeda. Posisi Tumblr di dunia maya jauh lebih besar daripada startup-startup yang telah diakuisisi oleh Marissa Meyer sebelumnya. Salah-salah, bukannya dianggap keren, nama Yahoo malah bisa menjadi tambah buruk bila nantinya Tumblr berubah menjadi layanan yang buruk dan mengecewakan.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan yang nantinya membeli Tumblr?

Biarkan Tumblr menjadi Tumblr.

Beberapa waktu yang lalu, hampir semua pengguna Instagram khawatir ketika layanan favorit mereka diakuisisi oleh Facebook (dengan harga yang hampir sama dengan yang dikabarkan menjadi harga Tumblr). Tapi buktinya, kini Instagram tetap disukai, bahkan menurut beberapa pengguna menjadi lebih baik. Kuncinya adalah membiarkan startup tersebut terus hidup dengan jati diri mereka. Untuk kasus Instagram, Facebook membiarkan orang-orang penting di Instagram untuk tetap menempati posisi mereka sebelumnya. Budaya yang sudah ada di antara para pengembang juga terus dipertahankan, sehingga Instagram seperti menjadi organisasi yang independen, walaupun tetap berada di bawah naungan Facebook. Mungkin hal ini bisa jadi masukan untuk para perusahaan yang akan membeli Tumblr nantinya.

Kehidupan di dunia teknologi memang begitu dinamis dan terus berubah, semoga saja setiap perubahan itu berimbas pada kehidupan yang lebih baik.

 

Sumber Gambar : Examiner.Com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>