Tanggapan Resmi Taksi Uber Setelah Dilarang Beroperasi di Jakarta

Uber

Setelah muncul pemberitaan tentang Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yang kemudian diikuti dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tentang pelarangan Taksi Uber di Jakarta, perusahaan asal Amerika Serikat ini pun jadi pembicaraan di masyarakat. Banyak yang jadi ingin tahu tentang apa sebenarnya taksi Uber tersebut, dan mengapa mereka harus dilarang.

Untuk menjawab pertanyaan itu, kami coba menghubungi perwakilan Uber di Indonesia, Karun Arya, yang juga merupakan Pimpinan Divisi Komunikasi Uber untuk wilayah Asia Selatan. Beliau pun menjawab dengan mengutip kata-kata dari Mike Brown, sang Regional General Manager Uber, yang lengkapnya sebagai berikut:

“Teknologi yang digunakan Uber berusaha untuk menghubungkan antara pengguna jasa transportasi dengan angkutan yang terjangkau, aman, dan terpercaya. Semua mitra kami merupakan perusahaan jasa transportasi yang resmi dan berlisensi, dan kami selalu taat akan hukum yang berlaku di Indonesia.”

Dari kata-kata Mike Brown, kita bisa melihat kalau taksi Uber memang berbeda dari perusahaan taksi biasa. Mereka ternyata bekerja sama dengan perusahaan penyewaan mobil, untuk kemudian menyewakannya kembali kepada seluruh pengguna mereka. Karena itulah, taksi Uber menolak untuk disebut sebagai angkutan umum.

Mereka pun menolak untuk menggunakan atribut yang biasa dipakai angkutan umum seperti plat berwarna kuning. Menurut mereka, hal itu bisa menurunkan ‘image’ sebagai mobil bergengsi yang dibangun oleh Uber. Mike Brown pun melanjutkan kata-katanya,

“Masyarakat di 170 kota yang tersebar di seluruh dunia, mereka mengakui teknologi Uber dan menerimanya sebagai inovasi yang membawa keamanan bagi pelanggan, pemasukan yang lebih baik bagi sang pengemudi, dan pilihan transportasi yang lebih efisien dan mengurangi kemacetan.”

Di Jakarta, taksi Uber hanya menyewakan mobil yang termasuk dalam kategori mewah. Mereka berharap kalau para pengguna mobil mewah tersebut akan bersedia meninggalkan mobil mereka di rumah, untuk kemudian menggunakan jasa taksi Uber untuk bepergian. Menurut mereka, hal itu akan berakibat pada berkurangnya angka kemacetan di DKI Jakarta.

“Kami berharap untuk bisa duduk dalam diskusi yang membangun dengan pihak-pihak yang terkait, baik dari pemerintah maupun swasta, tentang bagaimana teknologi kami bisa bermanfaat untuk pengguna, pengemudi, dan  seluruh masyarakat Indonesia.”

Yup, kami juga berharap demikian Mike. Semoga diskusi itu bisa terwujud, dan ada solusi yang baik untuk semua pihak.

Tanggapan Resmi Uber Soal Pelarangan Beroperasi di Jakarta

Tanggapan Resmi Uber Soal Pelarangan Beroperasi di Jakarta

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

2 Responses

  1. ferry setiawan says:

    saya mau menjadi partner taksi uber caranya bagaimana?

  2. felix says:

    bagi yg ingin mendaftar Uber silahkan hubungi 085921931313 atau pin bb 5c5d788e

    dan bagi yg ingin memiliki kendaraan untuk uber tetapi tidak disetujui pihak leasing bisa kami bantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>