Taksi Uber – Dilarang Beroperasi di Jakarta, Diterima Dengan Baik di India

Uber

Setelah menjadi penguasa bisnis taksi yang bisa dipesan secara online di negara asalnya, Amerika Serikat, perusahaan taksi Uber bermimpi untuk menembangkan bisnis mereka ke seluruh dunia. Sedikit demi sedikit, mereka pun mulai melebarkan sayap bisnis mereka ke berbagai negara di dunia. Asia menjadi salah satu pemberhentian berikutnya dari perjalanan bisnis mereka. Jumlah penduduk yang demikian banyak membuat negara-negara di Asia menjadi pasar yang potensial untuk bisnis taksi Uber.

Hambatan bagi Taksi Uber di Jakarta

Sayangnya, perjalanan bisnis Uber bukannya tanpa hambatan. Setelah beberapa bulan menjalani bisnis di Jakarta, ibukota yang berisi jutaan penduduk ini, taksi Uber harus gigit jari karena mereka langsung dilarang untuk beroperasi oleh Dinas Perhubungan setempat. Cara beroperasi mereka yang memakai plat hitam (berbeda dengan kendaraan umum lain yang memakai plat kuning), dan tidak adanya izin resmi untuk beroperasi sebagai angkutan umum, menjadi alasan utama pelarangan taksi Uber.

Hal ini sebenarnya bukan hal baru, karena mereka memang selalu beroperasi dengan cara yang sama di setiap kota dan negara yang mereka kunjungi. Taksi Uber tidak pernah mengurus izin sebagai angkutan umum karena mereka menganggap mobil-mobil mereka sebagai mobil sewaan. Tidak adanya transaksi uang tunai setiap kali pelanggan memakai taksi Uber, menjadi alasan utama yang dipakai oleh taksi Uber setiap kali mereka diprotes.

Kesuksesan Taksi Uber di India

Demonstrasi terhadap operasional taksi Uber di Eropa, dan pelarangan yang mereka hadapi di Jakarta, ternyata tidak menghambat bisnis mereka di negara-negara lain. Di India contohnya, sampai saat ini taksi Uber telah membuka layanan di 6 kota besar dan sejauh ini tidak ada masalah besar yang mereka hadapi. Bahkan, baru-baru ini mereka membuka layanan untuk 4 kota lagi, yaitu Kolkata, Jaipur, Chandigarh, dan Ahmedebad. Kini, mereka pun telah genap beroperasi di 10 kota besar India. Kesuksesan ini melampaui raihan perusahaan taksi lokal yang menjalankan bisnis serupa, Olacabs. Sejauh ini, dengan 11.000 pengemudi yang juga mereka punya, Olacabs baru bisa membuka layanan di 9 kota besar.

Uber in Jakarta

Masing-masing negara punya cara yang berbeda untuk menanggapi cara berbisnis perusahaan yang dibangun oleh Travis Kalanick ini. Namun semoga Uber juga bisa mengerti situasi perekonomian di negara setempat, dan patuh mengikuti peraturan yang ada bila mereka ingin membangun bisnis di sana.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>