Taksi Uber Dianggap Bermasalah di Puluhan Kota di Seluruh Dunia

Uber 5

Rentetan masalah tanpa henti, terus menimpa perusahaan penyedia layanan penyewaan taksi, Uber. Setelah hubungan mereka yang rusak dengan para jurnalis dan kaum perempuan, karena pernyataan Wakil Presiden mereka sendiri, kini mereka pun harus menghadapi masalah hukum di puluhan kota di seluruh dunia.

Kota-Kota di Mana Taksi Uber Dianggap Bermasalah

Uber paling mengalami penentangan di negara-negara Eropa, di mana layanan taksi-taksi tradisional begitu hidup. Brussel, Paris, Berlin, dan Hamburg menjadi kota-kota pertama yang melarang operasional Uber, walau sampai sekarang Uber tetap ngotot untuk beroperasi di kota-kota tersebut. Menyusul kemudian Denmark dan Norwegia yang mengajukan komplain atas keberadaan Uber di seluruh negara mereka. Baru-baru ini, Uber juga mengalami penentangan dan larangan beroperasi di Belanda dan Spanyol.

Uber Banned

Amerika Serikat, sebagai negara tempat asal Uber, juga tidak ketinggalan dalam hal menentang Uber. Nevada adalah yang paling keras dalam hal ini, dengan melarang operasional Uber di seluruh negara bagian tersebut. Kota Portland, Los Angeles, dan San Fransisco kemudian menyusul untuk melakukan langkah hukum terhadap Uber. Di benua Amerika secara keseluruhan, Uber juga dikenai larangan beroperasi di Toronto dan Rio de Janiero. Uber bahkan dilarang beroperasi di seluruh negara Kolombia.

Di Asia, penentangan terhadap keberadaan Uber juga tidak kalah hebatnya. Thailand sudah mulai melarang keberadaan Uber di seluruh negara tersebut. Vietnam, Singapura, dan termasuk juga Indonesia mulai bersiap untuk melakukan langkah hukum terhadap Uber. Baru-baru ini, sebuah kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pengemudi Uber di India membuat mereka kini telah dilarang untuk beroperasi di 8 kota sekaligus, yaitu New Delhi, Hyderabad, Mumbai, Maharashtra, Uttar Pradesh, Chandigarh, Telangana, dan Karnataka.

Mengapa Taksi Uber Dianggap Bermasalah?

Hal pertama yang mendasari berbagai protes terhadap Uber adalah keengganan Uber untuk memenuhi seluruh peraturan yang berlaku untuk transportasi umum. Di Jakarta misalnya, mereka menolak untuk membuat izin beroperasi di Dinas Perhubungan, serta menolak untuk menggunakan plat kuning. Semuanya didasari alasan untuk membuat sistem transportasi yang murah, mudah, dan nyaman. Bagaimana mereka bisa membuat sistem transportasi seperti itu, jika mereka menolak mengikuti aturan? Itu adalah masalah yang pertama.

Demonstrasi Menentang Uber di Eropa

Demonstrasi Menentang Uber di Eropa

Masalah kedua adalah imbas dari masalah yang pertama, di mana Uber terkesan tidak serius dalam menjamin keamanan penumpangnya. Salah satunya adalah dengan kurang cermatnya mereka dalam memilih pengemudi-pengemudi yang akan mereka pekerjakan. Seperti yang kita tahu, demi menjamin keamanan, setiap perusahaan taksi harus memenuhi aturan-aturan tertentu dalam proses perekrutan pengemudi. Uber memang menyatakan kalau mereka telah memenuhi aturan tersebut, namun faktanya masih banyak bukti yang menyatakan sebaliknya. Uber terkesan asal-asalan dalam memilih pengemudi, dan tidak melakukan pengecekan yang ketat.

Hasilnya adalah:

  • Penyerangan terhadap seorang penumpang di Amerika Serikat.
  • Pemerkosaan terhadap seorang penumpang di New Delhi, India.
  • Tindakan tidak senonoh terhadap seorang penumpang di London, Inggris.

Kasus-kasus seperti ini memang juga banyak terjadi dengan taksi-taksi tradisional, namun bukankah Uber hadir untuk memberikan sesuatu yang lebih baik? Sudah seharusnya mereka juga memberikan jaminan keamanan yang lebih kepada para penumpangnya, dengan cara memilih dengan cermat pengemudi-pengemudi yang akan mereka pekerjakan. Dan sebelum itu, Uber jangan lupa untuk memenuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah-pemerintah kota di mana mereka ingin beroperasi.

Sejauh ini, belum ada masalah yang berarti terkait keberadaan Uber di Jakarta. Namun dalam keterangan terakhirnya, Ahok, Gubernur DKI Jakarta saat ini, masih menyatakan kalau layanan taksi Uber adalah layanan yang ilegal. Namun belum ada pelarangan, atau persetujuan secara resmi terhadap layanan taksi Uber tersebut.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>