Taksi Lokal di Eropa Kompak Menyerang Uber, Bagaimana Dengan Jakarta?

Uber Protest Berlin

Selama bertahun-tahun, perusahaan taksi konvensional di Eropa terus dipaksa untuk mematuhi segala aturan yang berlaku. Aturan tentang lisensi dan pajak adalah salah satu yang paling rumit dan paling memakan biaya. Karena hal itu merupakan aturan pemerintah, mereka pun terpaksa membayar walaupun untuk itu mereka harus menaikkan tarif taksi mereka.

Tiba-tiba, Uber, sebuah startup penyedia layanan taksi online, datang ke berbagai kota di dunia. Mereka hadir dengan sebuah teknologi pemesanan taksi yang canggih, sistem pembayaran yang futuristik, dan pemantauan lokasi setiap taksi yang bisa diakses oleh siapapun. Uniknya, pemerintah kota-kota di Eropa ternyata tidak memberlakukan aturan lisensi dan pajak kepada mereka. Uber, dan startup-startup serupa, pun bisa bebas bergerak dengan tarif yang lebih rendah daripada taksi-taksi lokal. Hal ini jelas menurukan pemasukan untuk perusahaan taksi lokal tersebut, karena masyarakat jadi lebih menyukai taksi Uber.

Melihat persaingan bisnis yang tidak adil, perusahaan taksi lokal pun menjadi gerah. Puncaknya, mereka pun mengalirkan gelombang protes besar-besaran di seantero Eropa. Mulai dari London, hingga Paris. Dari ujung Spanyol hingga pinggiran kota Berlin. Semua taksi konvensional di Eropa kompak menolak Uber.

Gelombang Protes Terhadap Uber di Paris

Paris menjadi kota yang paling ‘panas’ dengan hadirnya Uber. Sejak tahun 1950, hampir tidak ada penambahan taksi di kota mode tersebut. Bisnis pun berjalan dengan lancar. Kehadiran Uber merubah segalanya. Mereka pun panik dan terus melancarkan protes hingga berbulan-bulan lamanya. Tak jarang protes tersebut berubah menjadi aksi anarkis.

Sebenarnya, para pengusaha taksi di Paris telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Uber. Waktu itu mereka berhasil memenangkan gugatan, hingga akhirnya diputuskan kalau setiap taksi Uber mendapat pesanan, mereka harus menunggu 15 menit sebelum berangkat menjemput penumpang. Namun putusan itu ternyata belum dirasa cukup. Jalan tol keluar Paris pun mereka tutup dalam aksi protes tersebut.

Gelombang Protes Terhadap Uber di Madrid dan Barcelona

Dalam dunia sepakbola, 2 kota ini sering diibaratkan sebagai rival sejati. Pertemuan tim sepakbola dari 2 kota tersebut, yang sering disebut dengan El Clasico, selalu berlangsung panas. Namun uniknya, untuk perlawanan terhadap Uber, para supir taksi dari kedua kota tersebut tiba-tiba menjadi kompak. Uber sebenarnya belum secara resmi beroperasi di kedua kota tersebut, tapi beberapa mobil Uber tampak sudah mulai hilir mudik untuk mengangkut penumpang-penumpang tertentu di jalanan Madrid dan Barcelona. Karena aksi protes ini, beberapa mobil yang dicurigai sebagai taksi Uber hancur dirusak massa.

Gelombang Protes Terhadap Uber di Berlin

Ratusan pengemudi taksi melakukan mogok massal dan berkumpul di Stadion Olympia Berlin. Puluhan lainnya berkumpul di Airport Tegel, Berlin, sebelum akhirnya mereka semua berkumpul di pusat kota untuk melakukan aksi protes.

Gelombang Protes Terhadap Uber di London

Di London, protes taksi lokal terhadap keberadaan Uber dan startup penyedia layanan taksi online lainnya berujung pada kemacetan panjang. Padahal, Uber di London telah mencoba untuk menyediakan aplikasi khusus untuk pemesanan taksi selain yang disediakan Uber. Dengan aplikasi tersebut, warga London jadi bisa memesan taksi konvensional. Namun karena mereka tidak perlu membayar pajak, tarif taksi Uber tetap lebih murah dari taksi-taksi yang lain.

Bagaimana dengan Taksi Uber di Jakarta?

Baru-baru ini, Uber telah resmi meluncur di jalanan Jakarta. Walaupun masih dalam tahap testing, namun mereka tetap harus waspada dengan kemungkinan gelombang protes di sini. Semoga saja kemunculan taksi Uber di jakarta juga diikuti dengan peraturan yang jelas dan adil, hingga gelombang protes seperti yang terjadi di Eropa bisa dihindari.

Sumber Gambar : mashable.com


adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>