Stockbit, Komunitas Investasi Online yang Mendapat Pendanaan Awal dari Ideosource

Stockbit Logo

Di tengah hingar bingar bisnis e-commerce di Indonesia, di mana semakin banyak saja uang yang dibelanjakan di sana, ternyata ada sektor lain yang juga tengah menggeliat. Sektor tersebut adalah bisnis pengelolaan uang dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, atau yang biasa disebut dengan Financial Technology (Fintech). Bahkan, pada tanggal 17 September 2015 yang lalu, gabungan perusahaan atau startup Fintech di Indonesia pun sepakat membuat sebuah asosiasi yang diberi nama FinTech Indonesia. Ini merupakan salah satu bukti betapa bisnis ini kian menjanjikan di Indonesia.

Salah satu startup yang menjajaki bisnis teknologi finansial ini adalah Stockbit, yang merupakan sebuah komunitas investasi online di Indonesia. Sejak dibangun pada tahun 2012, Stockbit terus berkembang dari sisi layanan dan pengguna, hingga mencapai angka 15.000 pengguna terdaftar saat ini, dengan pertumbuhan sekitar 15% per bulannya. Hal itu pula yang kemudian menjadi alasan sebuah firma pendanaan asal Indonesia, Ideosource, untuk memberikan pendanaan tahap awal kepada Stockbit, yang diumumkan pada 23 September 2015 kemarin.

“Stockbit cukup menarik karena mereka bisa memberikan ranah permainan yang lebih adil antara investor institusi dan retail di Indonesia,” ujar Andrias Ekoyuono, Wakil Presiden bidang Pengembangan Bisnis di Ideosource. “Mereka juga berada di pasar yang akan berkembang pesat ke depannya, hal ini tercermin dari target Otoritas Jasa Keuangan yang ingin menarik hingga lima juta investor retail pada tahun 2017.”

Bagaimana Cara Kerja Stockbit?

Wellson Lo, Co-Founder dan CEO dari Stockbit mengatakan kalau di awal membuat Stockbit ia melihat data dan informasi terkait bursa saham yang tersedia untuk masyarakat sangatlah kurang. Bila ada, data dan informasi tersebut pun biasanya sulit diakses. Data dan informasi tersebut sebelumnya tersebar di Twitter, forum, blog, dan sumber-sumber lainnya. Hal ini menyebabkan pasar saham Indonesia menjadi tidak efisien. “Kami yakin bahwa dengan sebuah platform analisis online, yang didukung dengan data berkualitas, pasar akan bisa berkembang lebih cepat. Dengan alat dan komunitas yang mendukung, kami percaya bahwa Stockbit memiliki potensi untuk merevitalisasi industri ini dalam jangka panjang,” ujar Wellson dalam pernyataan resmi yang dikirimkan kepada kami.

Contoh Tampilan di Halaman Stream Stockbit

Contoh Tampilan di Halaman Stream Stockbit

Bila kita mendaftar dan membuka halaman awal Stockbit, kita akan mendapati sebuah tampilan bernama Stream, yang bentuknya menyerupai Twitter. Hanya saja, Stockbit khusus diisi oleh para investor di bursa saham, dan orang-orang yang punya minat terkait perkembangan ekonomi di Indonesia. Dengan begitu, setiap pengguna bisa mendapatkan informasi tentang pasar saham Indonesia (IDX) secara real-time, dan menjadi sebuah komunitas online. Sebelumnya, layanan serupa juga pernah dibuat pada tahun 2008 oleh startup asal Amerika Serikat, yaitu StockTwits.

Tak hanya itu, layanan Stream tersebut pun dilengkapi dengan fitur-fitur lain yang bisa menyediakan data dan analisa harga saham, yang diharapkan bisa membantu para investor untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Dalam waktu dekat, Stockbit juga akan menyediakan aplikasi Android dan iOS, demi memudahkan para penggunanya untuk mengakses semua fasilitas tersebut.

Skema Biaya Berlangganan di Stockbit

Skema Biaya Berlangganan di Stockbit

Monetisasi Stockbit dilakukan dengan membuat model berlangganan (subscription). Untuk menikmati berbagai fitur tambahan dari Stockbit, pengguna harus membayar biaya berlangganan sebesar Rp 200.000 per bulan. Harga ini bisa dibilang murah bila kita membandingkannya dengan Bloomberg yang menetapkan harga 2.000 Dollar per bulan (sekitar Rp 30.000.000) untuk layanan serupa. Bila pengguna memutuskan untuk berlangganan Stockbit dalam jangka waktu 6 bulan atau 1 tahun, harga tersebut bahkan bisa lebih murah lagi. Saat ini, dari 15.000 pengguna Stockbit, baru sekitar ratusan pengguna yang memanfaatkan layanan premium ini.

Stockbit dan Perkembangan Startup Finansial di Indonesia

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa startup yang menyediakan informasi terkait dunia finansial dan harga saham, seperti Idsaham, Infovesta, dan lain-lain. Namun, mereka hanya terbatas pada penyediaan informasi, belum sampai pada level penyediaan alat analisa. Itulah keunggulan Stockbit bila kita bandingkan dengan startup-startup tersebut. Selain Stockbit, baru Bareksa yang juga menyediakan alat analisa harga saham. Bahkan Bareksa, yang didirikan oleh petinggi website VIVA, sudah mempunyai layanan untuk jual beli produk finansial, sesuatu yang belum dimiliki oleh Stockbit. Namun Wellson mengatakan kalau mereka juga akan membuat layanan seperti itu dalam waktu dekat.

Semua Berawal dari Sebuah Lapangan Sepakbola

Selain oleh Wellson Lo, yang punya pengalaman bekerja di KPMG (sebuah perusahaan auditor terkemuka) Singapura, Stockbit ternyata juga dibangun oleh seorang full-stack engineer yang punya pengalaman bekerja sebagai programmer selama 9 tahun di Australia dan Indonesia, bernama Johny Susanto. Uniknya, mereka berdua bertemu saat mereka sama-sama kuliah di Melbourne, dan tergabung dalam sebuah klub sepakbola amatir yang sama. Saat itu, mereka sudah mempunyai mimpi untuk membangun sebuah perusahaan teknologi. Baru pada tahun 2012, ketika ranah startup Indonesia mulai berkembang, mereka pun memutuskan untuk bertemu kembali di Indonesia dan membangun Stockbit.

Stockbit didirikan oleh Wellson Lo (Depan Kiri), dan Johny Susanto (Depan Kanan)

Stockbit didirikan oleh Wellson Lo (Depan Kiri), dan Johny Susanto (Depan Kanan)

Wellson dan Johny menjalankan Stockbit dengan uang tabungan mereka sendiri. Mereka terus berusaha mengembangkan model bisnis dengan gigih, dan mencoba menawarkannya kepada beberapa investor. Akhirnya, semua kerja keras tersebut pun menarik minat Ideosource yang memang punya pengalaman dalam menumbuhkan bisnis di industri digital. Beberapa perusahaan yang telah diberi pendanaan oleh Ideosource adalah aCommerce, Female Daily, dan eFishery.

Stockbit menyatakan kalau mereka akan menggunakan pendanaan yang mereka terima untuk mengembangkan produk baik dari sisi fitur maupun kemudahan akses di smartphone, mendorong pemasaran, dan perekrutan sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan bisnis mereka. Semoga mimpi Stockbit untuk menyediakan platform yang lengkap di dunia investasi bisa cepat terwujud, dan memberikan dampak positif untuk para investor di Indonesia.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>