Steve Ballmer – CEO Microsoft – Pensiun

Steve Ballmer PensiunThere is never a perfect time for this type of transition, but now is the right time,”  ujar Steve Ballmer dalam memo yang dikirimkan kepada para karyawan Microsoft yang berisi rencana pengunduran dirinya. Memo yang dikirim pada jumat lalu tersebut juga mengabarkan bahwa Steve akan turun tahta dari Microsoft dalam jangka waktu dua belas tahun kedepan. Merespon pengumuman tersebut, saham Microsoft (MSFT) meningkat 6%. Bukan merupakan hal yang membanggakan bagi Steve, namun ini bisa jadi pertanda bahwa publik menginginkan sosok baru di kokpit Microsoft.

Banyak analis yang menilisa bahwa apa yang dilakukan Steve Ballmer adalah keputusan yang tepat, ada juga yang beranggapan bahwa keputusan tersebut terlambat 10 tahun. Bisa jadi hal ini disebabkan karena prestasi Microsoft akhir-akhir ini yang kurang menyenangkan para pemegang saham. Lihat saja sepak terjang Windows 8 dan Surface.

Apabila kita menengok kesuksesan Windows 95 dimana orang-orang mengantri untuk membeli, penjualan Windows 8 sangat jauh dari harapan. Belum lagi pertaruhan Microsoft di pasar tablet yang tidak berkutik melawan gempuran iPad dan Galaxy Tab (dan tablet-tablet android lain). Bahkan pada bulan Juli lalu, Microsoft membukukan  $900 juta untuk me-write-off unit Surface yang tidak laku terjual.

Steve Ballmer yang telah menukangi posisi puncak Microsoft sejak tahun 2000 telah merasakan masa-masa emas dimana pada saat itu Microsoft menjadi perusahaan yang paling powerful dengan kapitalisasi pasar sekitar $500 milyar (tertinggi di dunia). Saking powerful, regulator U.S. pernah mencoba berupaya membubarkan Microsoft. Namun kini masa-masa itu telah berlalu. Microsoft tidak lagi memiliki visi yang jelas sebagai perusahaan; apakah ingin fokus di software, hardware, atau service. Tidak seperti Google dan Apple misalnya yang memiliki visi yang jelas.

Kurang fair memang apa yang banyak analis paparkan mengenai kegagalan-kegagalan Steve. Banyak hal menggagumkan yang dilakukan Steve Ballmer di masa kepemimpinannya; salah satunya Xbox. Pun demikian, kondisi Microsoft sekarang perlu ditangani extra serius oleh penerus selanjutnya. Masalah mengenai orientasi produk atau layanan, tantangan untuk tetap berinovasi diantara pesaing-pesaing yang juga terus berinovasi, serta pergeseran adaptasi teknologi dari desktop menuju mobile dan cloud.

Terakhir, pengumuman pengunduran Steve dalam jangka waktu dua belas bulan secara tidak langsung mengindikasikan proses pencarian CEO baru yang akan memakan waktu yang sama. Banyak pertanyaan yang terlintas; akankah orang dalam Microsoft akan meneruskan petualangan Steve, ataukah sosok extrim semacam Marissa Mayer yang akan dicari?

 

 

terima kasih telah membaca

 

 

sumber:

wired

Nicholas Thompson

The Wall Street Journal

Foto:

wired

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>