Sony di Era Android

Bila nama Android disebut, apa nama produsen smartphone yang terlintas di kepala anda? Samsung, HTC, LG? Sisa produsen besar lainnya seperti Nokia harus kita lupakan karena ia telah begitu setia dengan Windows. Namun apakah kalian ingat akan sebuah produsen besar lainnya : Sony !!

Di mana Sony sekarang?

Sony adalah perusahaan besar dengan produk-produk yang begitu inovatif, Vaio menjadi contoh produk yang paling ternama. Tapi Sony seakan bisu ketika berhadapan dengan Android, yang kian menjadi trend masa kini. Ada apa dengan mereka?

Sony mulai mengembangkan Android ketika masih memakai nama Sony Ericsson, sebuah kerja sama dengan sesama produsen alat telekomunikasi yang berlangsung selama 10 tahun. Ketika Sony tidak puas dengan kerjasama tersebut dan memutuskan untuk bercerai, mereka pun harus membayar ‘harta gono-gini’ sebesar 1.4 Milyar US$ hingga berubah nama menjadi Sony Mobile.

Khusus untuk Android, Sony telah mengenalkan beberapa line-up smartphone dalam Consumer Electronics Show (CES) tahun ini, seperti Xperia S dan Xperia ION. Seperti produk-produk mereka sebelumnya, Xperia S dan ION begitu mumpuni, terutama soal kamera yang telah menjadi keunggulan Sony sejak lama.

Masalah timbul ketika Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) diluncurkan. Perkembangan ini langsung direspon oleh para produsen besar, terbukti dengan langsung dirilisnya HTC One X dan Galaxy S III yang telah dilengkapi Android terbaru. Sony yang masih memakai Android versi lama pun jadi tak dilirik.

Untuk 2013, Sony ingin semuanya berubah. Tidak tanggung-tanggung, mereka menargetkan penjualan sebanyak 50 juta smartphone tahun depan. Apa yang akan mereka lakukan untuk itu?

Hal pertama yang mereka lakukan adalah mempercepat waktu rilis, menyesuaikan dengan teknologi terbaru. Pasar telah begitu update dengan perkembangan teknologi, sehingga smartphone yang bagus pun akan kalah bersaing kalau masih menggunakan software lama.

Hal kedua adalah memperkuat brand mereka, dengan barisan smartphone bertipe sama. Para kompetitor telah melakukannya seperti Samsung dengan smartphone S mereka.

Hal ketiga, mereka harus memperkuat bidang di mana mereka bisa bersaing, dan jawabannya tak ada yang lain : Kamera. Mereka telah memulai dengan kamera 12 megapixel dengan sensor Exmor R, awal yang bagus untuk kembali berjaya di pasar smartphone.

Hasilnya? Kita lihat saja nanti.

 

sumber gambar

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>