Mantan Pebisnis Ikan Ini Terpancing Harumnya Bisnis E-Commerce Kecantikan di Indonesia

Sociolla

Christopher Madiam mungkin tidak pernah bermimpi untuk membuat sebuah startup kecantikan. Mengawali karir di industri pengolahan dan penyimpanan ikan milik keluarganya, pria yang akrab dipanggil Chris ini kemudian bekerja sebagai manajer rantai pasokan (supply chain) di perusahaan pengemasan besar di Sydney, Australia. Namun insting bisnis kemudian membawanya kembali ke tanah air untuk membangun sebuah e-commerce khusus produk kecantikan bernama Sociolla.

Chris tidak sendirian dalam membangun Sociolla, ada John Marco Rasjid dan Chrisanti Indiana yang turut menjadi founder. Uniknya, mereka bertiga tidak ada yang mempunyai latar belakang di bidang bisnis kecantikan. John Marco Rasjid merupakan mantan Associate Director di perusahaan investasi PT. UBS Securities Indonesia, sedangkan Santi (panggilan akrab Chrisanti) merupakan seorang desainer profesional yang bekerja di sebuah brand agency asal Sydney. Masih kurangnya sarana penjualan offline untuk produk-produk kecantikan di berbagai kota, membuat mereka yakin kalau e-commerce merupakan solusi yang terbaik, dan Sociolla bisa menjadi pemain penting dalam bisnis ini.

Tak hanya sekedar keyakinan, Sociolla pun mencoba menerapkannya sebaik mungkin. Mereka kini telah bekerja sama dengan 140 brand produk kecantikan dan menjual lebih dari 4.500 jenis barang (SKU) di website mereka. Keyakinan ini pun kemudian menular ke barisan investor Venturra Capital, East Ventures, dan seorang co-Founder KapanLagi Group yang baru-baru ini memutuskan untuk memberikan investasi Seri A untuk Sociolla. Tidak disebutkan berapa jumlah investasi yang mereka keluarkan, namun Sociolla berniat untuk memfokuskan dana tersebut untuk memperkuat infrastruktur teknologi, menambahkan fitur baru, dan mengembangkan tim mereka.

Peluang E-Commerce Kecantikan di Indonesia

Sociolla, yang merupakan singkatan dari Social Bella (bisa diartikan sebagai Social Beauty), didirikan pada bulan Maret 2015, dan sejak saat itu terus menawarkan produk kecantikan dengan kualitas premium kepada konsumen di seluruh Indonesia. Menurut John, kebanyakan e-commerce yang menjual produk kecantikan dari brand tertentu tidak mempunyai kerja sama khusus dengan brand yang bersangkutan, sehingga harga jual dari produk kecantikan tersebut pun jadi lebih tinggi. Akibatnya, konsumen pun tidak mempunyai referensi yang jelas terkait harga produk kecantikan tersebut, termasuk produk mana saja yang sudah bersertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Itulah yang kemudian mendasari konsep bisnis Sociolla yang selalu menjalin kerja sama dengan brand-brand kecantikan ketika akan menjual produk mereka. Jumlah 140 brand yang telah bekerja sama dengan mereka tidaklah didapat dengan mudah. Beruntung Sociolla mampu mengkomunikasikan bisnis mereka dengan baik, sehingga mereka pun mendapatkan kepercayaan dari brand-brand tersebut. Bahkan, 20 brand berhasil diajak untuk menjual produk mereka secara eksklusif di Sociolla. Namun untuk menjadi yang terdepan dalam bisnis ini, Sociolla masih harus melewati hadangan para pesaingnya yang menjalani bisnis serupa, seperti Luxola dan Moxy.

Sociolla Sebagai Sebuah Beauty Company

Jennifer Hakim, seorang makeup artist, pernah mengungkapkan dalam blog pribadinya kalau keunggulan Sociolla ada pada produk-produknya yang pasti asli, dan kemasannya yang berbentuk kotak berwarna pink nan imut. Belum lagi kurir pengantarnya yang menggunakan jas, kemeja pink, dan mengendarai motor dengan boks berwarna pink. Sociolla seolah tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengirimkan barang kepada para konsumennya.

Sociolla BeautyJournal

Halaman Beauty Journal yang ada di website Sociolla juga seolah menjadi bukti bagaimana Sociolla ingin menjadi sebuah rumah yang nyaman bagi para perempuan yang peduli terhadap kecantikan. Di dalamnya, anda bisa menemukan tips-tips kecantikan, tren kecantikan yang sedang hits, hingga tutorial menggunakan produk-produk kecantikan. “Misi kami adalah ingin membangun satu platform online shopping untuk beauty products yang dapat dipercaya dan lengkap untuk seluruh wanita Indonesia,” ujar John dalam suatu kesempatan.

Bagaimana menurut anda, bisakah Sociolla menjadi yang terdepan di bisnis e-commerce kecantikan? Apakah strtegi Sociolla bisa mengalihkan konsumen yang sudah terbiasa belanja produk kecantikan secara offline?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>