Skeuomorfisme vs Flat – Kasus iOS

ios7

Jumat kemarin kita sudah menonton video parodi mengenai iOS 7 yang baru saja diluncurkan minggu lalu (jika belum bisa dilihat disini. Tentunya ada, atau banyak, fitur-fitur baru yang ditawarkan Apple dalam peluncuran sistem operasi jagoannya ini. Namun dari sekian banyak fitur-fitur baru yang ditawarkan, yang paling banyak mengundang pembahasan di jagat maya adalah mengenai desain interface-nya.

ios6Gambar disamping kiri ini adalah user interface dari iOS versi sebelumnya. setelah selama kurang lebih 6 tahun, Apple memutuskan untuk melakukan perubahan yang cukup fundamental terhadap desain interface-nya.

Flat design. sebuah konsep desain yang saat ini tengah “laku” dipasaran. Dengan desain minimalis yang “apa adanya” dinilai lebih indah. Konsep desain ini telah lama diimplementasi oleh Google untuk Gmail dan layanan lainnya (juga Android). Microsoft juga sangat menyenangi filosofi desain ini. Terlihat dari desain tile-nya yang disematkan dalam sistem operasi-sistem operasi anyarnya.

Tapi, apa itu Flat design dan apa bedanya interface iOS 7 dengan pendahulunya yang katanya berbeda secara fundamental?

Untuk memahami Flat design dengan lebih baik, kita perlu memahami skeuomorfisme yang merupakan antitesis dari Flat Design itu sendiri.

Skeuomorfisme (yep, saya sendiri masih kesusahan ngetiknya, apalagi mengejanya) adalah filosofi desain yang menambahkan hiasan dan atau ornamen kepada obyek supaya terlihat seperti aslinya di dunia nyata.

Contohnya ada di sebalah kiri ini. Dapat kita lihat untuk ikon-ikonnya yang terlihat “hidup”. Pada baris paling bawah, terlihat seperti sebuah rak kaca yang menampung ikon-ikon utama pada iOS. Itulah contoh skeuomorfisme dan telah menjadi semacam trademark Apple pada generasi awal iPhone. Konsep desain tersebut-pun kemudian banyak yang mengikuti, sehingga membuat iPhone, pada saat itu, menjadi sebuah trend setter. Contoh lain yang cukup populer adalah Bookshelf Apple untuk koleksi buku digitalnya yang terlihat seperti rak buku sebenarnya (lengkap dengan tekstur kayunya – terlampir di akhir post).

Sekarang mari kita bandingkan dengan Flat Design iOS 7.

ios 7

Hilang sudah rak kaca yang menampung ikon-ikon utama. Hilang sudah efek-efek “licin” untuk ikon-ikon yang lain. Namun ikon-ikon tersebut terlihat lebih segar dengan tampilan datar yang “apa adanya”. Tak bisa dipungkiri interface iOS 7 kali ini jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya. Poin plus untuk Apple.

Namun disamping banyak menuai pujian, iOS kali ini juga menuai kritikan yang tidak kalah banyak jumlahnya. Yang cukup vital adalah pengaminan terhadap pendapat bahwa Apple tidak lagi disruptif. Jika dulu banyak yang memuji Apple dengan desainnya yang mewah dan sangat terkesan nyata (terima kasih untuk Skeuomorfisme), kali ini justru sebaliknya, Apple membuntuti Google dan Microsoft dalam filosofi desainnya.

Sebagaimana dilansir cultofmac, alasan utama kenapa Apple meninggalkan skeuomorfisme adalah karena filosofi itu telah selesai menjalankan tugasnya dan kini tidak lagi relevan. Tugas utama skeuomorfisme pada saat itu adalah mengedukasi para pengguna smartphone yang bisa dibilang baru kali tersebut menggunakan perangkat berlayar sentuh. Skeuomorfisme dinilai berguna untuk menunjukkan pengguna bagaimana sistem operasi (dalam hal tampilan) bekerja, tombol mana yang harus ditekan, dan interaksi-interaksi pengguna lainnya.

Keputusan Jony Ive ini memang bisa dibilang antara tepat dan tidak. Skeuomorfisme sudah relatif usang, namun Flat Design telah diadopsi lebih dulu oleh rival-rival utamanya. Namun terlepas dari itu semua, iOS 7 merupakan sistem operasi mobile yang cantik secara keseluruhan.

Penasaran sama iOS 7? Simak demo singkatnya yang berjalan di iPhone 5 berikut:

 

Contoh Skeuomorfisme produksi Apple yang cukup populer

Skeuomorfisme

Terima kasih telah membaca.

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>