BuzzFeed ala Malaysia Tengah Bersiap Untuk Menjajah Indonesia

Says

Konsep media dengan artikel populer khas anak muda pertama kali dipopulerkan oleh BuzzFeed di Amerika Serikat. Artikel-artikel yang ada di BuzzFeed biasanya mempunyai judul seperti “23 Kue yang Enak Disantap di Malam Tahun Baru”, atau “Ini yang terjadi jika anda dan pasangan bertukar handphone dalam sehari”. Model media seperti itu pun langsung menjadi hits di kalangan anak muda, sehingga banyak yang menirunya di berbagai negara. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa website serupa BuzzFeed seperti IDNTimes, Hipwee, dan Mojok.

Di negara tetangga, Malaysia, muncul pula media yang gaya tulisannya mengikuti BuzzFeed, di antaranya adalah Says.com milik perusahaan Rev Asia Holdings Sdn Bhd. Saat ini, website tersebut merupakan salah satu website paling populer di Malaysia dan berhasil menduduki peringkat ke-16 dalam ranking website dengan jumlah pengunjung terbanyak yang dirilis oleh ComScore. Says.com merupakan salah satu penyumbang utama dari lonjakan pendapatan Rev Asia Group sebesar 22% menjadi RM 6.87 Juta, dengan jumlah keuntungan RM 1.82 Juta. Rev Asia Holdings sendiri juga merupakan partner dari website bisnis terkenal, Business Insider, untuk wilayah Asia Tenggara.

Says.com Siap Membuat Website dengan Konten Lokal Khas Indonesia

Sukses di negeri sendiri, Says.com mulai melirik potensi untuk mengembangkan bisnisnya di negara lain. Selama ini, pendapatan yang didapat dari luar negeri oleh pemilik mereka, Rev Asia, masih dalam kisaran 10%. Dengan target menaikkan angka tersebut menjadi 20% hingga 30%, Says.com pun diharapkan bisa melebarkan sayap di Indonesia dan Filipina. Kemiripan karakter masyarakat Indonesia yang sama-sama suka bersosialisasi, khususnya di dunia maya, diperkirakan menjadi alasan utama pemilihan 2 negara tersebut. Seperti yang kita tahu, sasaran dari Says.com yang merupakan generasi Y, jarang membawaca koran dan tidak punya waktu untuk menonton televisi. Karena itu, menampilkan artikel dan konten berkualitas yang mereka suka di Internet, merupakan langkah yang tepat.

Voon Tze Khay, Direktur Rev Asia Holdings, mengatakan kalau rencana untuk membuat edisi lokal dari Says.com di Filipina dan Indonesia akan ia realisasikan pada kuartal pertama dan kedua di tahun 2016. Khusus untuk pembuatan versi Indonesia, Says.com telah mempunyai 2 orang karyawan yang masing-masing berdomisili di Malaysia dan Jakarta. “Seiring dengan perkembangan bisnis kami, diperkirakan jumlah tim kami yang menangani operasional di Indonesia akan berlipat ganda. Kami mempunyai tantangan untuk menemukan orang yang tepat, namun dalam waktu dekat kami telah melihat banyak kandidat potensial untuk mengisi posisi-posisi tersebut,” ujar Voon.

Tampilan Situs Rappler.com

Tampilan Situs Rappler.com

Kehadiran Says.com di Indonesia seolah melengkapi invasi perusahaan media asing di Indonesia, setelah sebelumnya Rappler, media asal Filipina, juga hadir di tanah air. Menanggapi hal ini, media-media lokal tentu harus berbenah, demi mempertahankan eksistensi mereka di tengah serbuan media asing tersebut.

Bagaimana menurut anda, akankah media-media online asal negara tetangga itu menjadi terkenal di tanah air? Mampukah media-media online lokal menjadi raja di negeri sendiri?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>