Satya Nadella : Microsoft Bisa Kembali Jadi Yang Terdepan

Satya Nadella

Di awal Februari 2014, Microsoft menunjuk Satya Nadella sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru mereka. Satya adalah sosok yang telah lama malang melintang di Microsoft sejak tahun 1992. Jabatan terakhir Satya sebelum menjadi CEO adalah Wakil Presiden Eksekutif untuk Microsoft Cloud dan Enterprise. Dengan ini, Satya menjadi CEO ketiga Microsoft setelah Bill Gates dan Steve Ballmer.

Begitu ditunjuk sebagai CEO, Satya Nadella langsung mendapatkan banyak PR yang harus diselesaikan. Ia harus segera membenahi kondisi bisnis Microsoft yang semakin mengkhawatirkan baik di bidang software maupun hardware. PC buatan mereka semakin tidak diminati, sedangkan Microsoft juga sudah sedikit tertinggal dari Apple dan Google untuk urusan perangkat mobile. Dari sisi software mereka pun kurang cepat bergerak dan harus segera mengejar ketertinggalan mereka. Untuk itu, Bill Gates waktu itu memastikan kalau ia akan terus membantu Satya dalam menyelesaikan itu semua.

Baru-baru ini, Satya Nadella hadir di acara Code Conference dan menceritakan banyak hal tentang urusan pribadi dan pekerjaannya sebagai CEO di Microsoft. Apa saja yang ia ceritakan?

Mengapa Ia Ingin Menjadi CEO di Microsoft

Satya Nadella telah berada di Microsoft selama 22 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar, sampai-sampai ia menganggap Microsoft sebagai sebuah bagian dari hidupnya, bukan sebuah perusahaan. Menurutnya, hal itu cukup sebagai alasan untuk menjadi CEO.

Microsoft yang Begitu Tertinggal

Microsoft pernah mencoba jadi pembuat Tablet PC pertama, namun mereka gagal. Dan kini, mereka telah jauh tertinggal untuk urusan smartphone dan tablet. Satya mengakui kalau Microsoft memang sedikit terlambat, namun ia menjadikan itu sebagai tantangan. Yang terpenting, menurut Satya, adalah bagaimana Microsoft bisa menemukan hal baru, menemukan The Next Big Thing, yang nantinya akan membuat mereka jadi yang terdepan dalam hal tersebut. Salah satunya adalah dengan Microsoft Surface Pro 3.

Satya menambahkan kalau untuk membuat sesuatu yang baru, kita harus banyak bersabar. Jangan terlalu cepat menghentikan pembuatan device maupun software bila mereka tidak langsung dipakai oleh masyarakat. Dahulu, Microsft Windows dan Microsoft Server juga tidak langsung menjadi sesuatu yang fenomenal. Namun lama kelamaan, kedua senjata Microsoft tersebut berubah menjadi penguasa dunia.

Kondisi Software Saat Ini

Tren software saat ini telah jauh bergerak. Bila sebelumnya software dibuat khusus hanya untuk sebuah platform tertentu, kini hampir semua software dibuat untuk berjalan di banyak platform (multi platform). Satya juga mengatakan kalau sistem ‘cloud’ merupakan hal yang penting untuk software-software terkini. Software yang baik adalah software yang bisa mempelajari segala hal. Untuk itu ia memberi contoh Cortana, yang sangat mirip dengan Google Now. Untuk layanan Cloud, Microsoft juga telah membangun Microsoft Azure.

Bahkan, saat ini bukan hal yang tabu untuk meluncurkan software perdana di platform milik saingan kita. Microsoft melakukan hal itu ketika meluncurkan Touch Office pertama untuk iPad. Hal itu karena iPad merupakan yang terdepan untuk pasar tablet, dan mereka mengharapkan software mereka bisa digunakan oleh lebih banyak orang. Di sisi lain, Microsoft juga belum menyiapkan device yang tepat sebagai rumah untuk software tersebut.

Bill Gates di Microsoft

Saat ini Bill Gates hampir selalu menghadiri meeting pimpinan di Microsoft. Menurut Satya, sebagai pendiri (founder) Microsoft, Bill Gates punya sesuatu yang bisa menggerakkan para karyawan di Microsoft, dan hal itu tidak akan bisa dilakukan oleh CEO manapun. Bill Gates punya beberapa ide terutama soal Microsoft Office, dan dalam waktu dekat Satya akan berusaha menjalankannya.

Perang Search Engine

Microsoft telah lama mencoba menghadang laju Google Search dengan Bing. Namun kita semua tahu kalau hal itu sangat jauh dari kata sukses. Untuk hal itu, Satya mengatakan kalau Bing bukan sekedar mesin pencarian, melainkan sebuah sistem terintegrasi yang berguna untuk layanan-layanan Microsoft yang lain. Dan mereka pun sebenarnya masih bisa sedikit ‘berbicara’ di bidang search engine (sistem pencari) karena mereka masih menguasai 18% pasar search engine dunia, berkat kerjasama mereka dengan Yahoo.

Skype Live Translation

Dibantu oleh Gurdeep Singh Pall, Wakil Pimpinan untuk pengembangan Skype, Satya Nadella mendemonstrasikan bagaimana Skype kini bisa menerjemahkan suara kita secara langsung. Gurdeep mencoba berkomunikasi dengan rekannya yang menggunakan Bahasa Jerman. Walau masih ada sedikit kekurangan, namun fitur tersebut berjalan dengan baik. Nadella menambahkan kalau mereka akan merilis update untuk Skype yang telah dilengkapi dengan fitur penerjemahan di akhir tahun ini, namun dengan keterbatasan jumlah bahasa yang bisa diterjemahkan. Mereka akan terus melengkapi jumlah bahasa tersebut dalam 2-3 tahun ke depan. Sebagai catatan, Microsoft telah bisa menerjemahkan 40 bahasa lewat Bing Translate, termasuk Bahasa Klingon yang digunakan di film Star Trek.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>