Sasbuzz, Membantu Siapapun Yang Ingin Berjualan di Twitter

SasBuzz

Pernahkah anda mencoba untuk menjual sebuah barang lewat Twitter? Bila pernah, anda pasti mengetahui betapa sulitnya untuk menemukan pembeli di antara sedemikian banyak pengguna. Mengutip kata pepatah, mencari pembeli yang potensial di jejaring sosial seperti Twitter bagaikan mencari jarum di antara tumpukan jerami. Sangat sulit untuk bisa tahu persis mana pengguna yang kira-kira menyukai atau sedang membutuhkan barang atau jasa yang kita jual. Karena masalah itulah, 2 orang developer asal Bandung membuat sebuah aplikasi yang berguna untuk memasarkan barang dan jasa di jejaring sosial, khususnya Twitter. Mereka memberinya nama Sasbuzz.

Sasbuzz, Aplikasi Marketing yang Membantu Anda Berjualan di Twitter

Menurut pembuatnya, dua sekawan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bernama Okharyadi Saputra dan Rizal Panji Islami, Sasbuzz adalah singkatan dari Smart Advertising System Buzz. Mereka mendapatkan ide untuk membuat aplikasi ini ketika mereka sedang mengerjakan tugas akhir mereka yang berhubungan dengan dunia E-Commerce (jual beli online).

Fitur andalan yang ditonjolkan oleh Sasbuzz adalah kemampuan untuk menemukan pengguna yang kira-kira akan berminat dengan barang yang kita tawarkan, lewat deteksi kata kunci (keyword). Untuk menggunakan fitur yang bernama Buzzet ini, kita harus mengatur terlebih dahulu kata kunci yang ingin kita temukan. Jika suatu saat ada pengguna yang mengirim tweet berisi keyword tersebut, maka Sasbuzz lewat fitur Buzzet-nya akan langsung merespon dan menawarkan barang yang akan kita jual ke pengirim tweet tersebut. Untuk memperbaiki kualitas pencarian yang dilakukan Buzzet, kita juga bisa membatasi pencarian hanya dalam 1 kota atau 1 daerah saja.

Selain fitur Buzzet, masih banyak lagi fitur-fitur pendukung proses marketing yang ditawarkan Sasbuzz. Contohnya adalah Buzzy, yang bekerja sebagaimana aplikasi Buffer, untuk mengatur jadwal pengiriman tweet promosi. Selain itu, ada juga fitur Buzz Talk, yang bisa merespon sebuah reply yang datang dengan format tweet tertentu. Semua fitur tersebut bisa berjalan, dan kemudian dianalisa dengan fitur statistik yang juga disediakan Sasbuzz.

Sebenarnya, fitur-fitur yang ditawarkan Sasbuzz ini tidak hanya bisa digunakan untuk berjualan saja. Pihak kepolisian misalnya, bisa menggunakan aplikasi ini untuk mendeteksi kemungkinan tindak terorisme, atau memantau kondisi lalu lintas yang mengalami kemacetan. Karena menariknya ide yang mereka tawarkan, Sasbuzz pun terpilih menjadi 1 dari 15 startup yang bisa mengikuti program pengembangan startup dari Indigo Incubator.

Bila anda ingin mengetahui lebih jelas tentang cara menggunakan Sasbuzz, silakan simak video berikut.

Sisi Lain yang Mungkin Muncul dari Kehadiran Sasbuzz

Di balik semua keuntungan yang hadir jika kita menggunakan Sasbuzz, ada sisi lain yang mungkin harus diperhatikan oleh pembuatnya. Cara bekerja Buzzet yang mencari keyword-keyword tertentu untuk kemudian meresponnya, akan begitu mengganggu untuk beberapa orang. Bukannya mendapat konsumen, seorang pengguna Sasbuzz bisa jadi malah dicap sebagai spammer.

UPDATE : Untuk menghindari potensi menjadi spammer, Sasbuzz menerapkan metode kalau mereka hanya mengirim respon melalui Buzzet sebanyak 1 kali untuk satu pengguna.

Terlepas dari itu semua, Sasbuzz merupakan sebuah inovasi keren yang lahir dari hasil karya para developer tanah air. Semoga mereka bisa membuatnya lebih bermanfaat untuk semua pihak.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>