Sang Pemimpin Satoru Iwata Meninggal Dunia, Masa Depan Nintendo Jadi Terancam

Satoru Iwata

Sekitar 1 tahun yang lalu, Satoru Iwata, CEO (Chief Executive Officer) yang memimpin Nintendo sejak tahun 2002, kembali hadir di rapat umum pemegang saham Nintendo dengan sosok yang berubah. Tubuhnya tampak lebih kurus dari sebelumnya. Yup, semua keceriaan dan kesehatan yang biasanya tergambar di wajah Satoru berubah sejak ia didiagnosa menderita sebuah penyakit langka, yaitu Kanker Saluran Empedu atau sering disebut dengan Cholangiocarcinoma. Ia pun harus menjalani operasi berbulan-bulan, hingga ia harus absen di event Game terbesar, E3, tahun lalu. Kembalinya Satoru dalam rapat pemegang saham tersebut sempat memberikan harapan besar bagi kesembuhannya yang waktu itu berusia 54 tahun, usia yang terbilang masih cukup muda.

Namun jalur takdir tidak dapat diprediksi secara tepat oleh manusia. Selama setahun terakhir, Satoru masih harus terus berjuang untuk sembuh dari penyakitnya, namun ia gagal. Kemarin, Nintendo secara resmi mengumumkan berita duka terkait kepergian sang CEO.

Nintendo Co., Ltd. dengan begitu menyesal mengumumkan kalau Presiden kami, Satoru Iwata, telah meninggal dunia pada tanggal 11 Juli 2015 karena penyakit kanker saluran empedu.

Berita ini benar-benar menggemparkan dunia, terutama bagi para gamer. Bagaimana tidak, selama masa kepemimpinan Satoru, berbagai inovasi telah dihadirkan Nintendo untuk para gamer. Nintendo Wii dan Nintendo DS merupakan produk utama yang dirilis di masa kepemimpinan Satoru.

Siapa Sebenarnya Satoru Iwata?

Satoru Iwata memulai kariernya sebagai seorang programmer di HAL Laboratory, salah satu game developer yang sering bekerjasama dengan Nintendo. Lulusan dari jurusan Teknik Komputer, Institut Teknologi Tokyo, ini memang telah menunjukkan bakat dan minatnya di dunia teknologi sejak kecil. Selama bekerja di HAL, Satoru telah membantu Nintendo dalam pengembangan berbagai game, seperti Pokemon, Earthbound, Kirby, dan lain-lain.

Kondisi Satoru Iwata Setelah Sakit

Kondisi Satoru Iwata Setelah Sakit

Pada tahun 2000, Satoru hijrah ke Nintendo untuk menempati posisi Kepala Divisi Perencanaan Perusahaan. Hanya berselang 2 tahun, Satoru pun dipercaya untuk menggantikan sang presiden Nintendo saat itu, Hiroshi Yamauchi. Satoru saat itu merupakan presiden Nintendo ke-4, sekaligus merupakan presiden pertama Nintendo yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Yamauchi, pendiri Nintendo. Dan saat itu, bisa dibilang kalau Nintendo tengah mengalami masa-masa kelam, karena mereka telah begitu ketinggalan baik dalam bisnis perangkat game console maupun handheld. Teknologi mereka telah jauh tertinggal dari para pesaing mereka seperti Sony, dan lain-lain.

Saat itulah nama Satoru mulai muncul ke permukaan, setelah ia dengan berani meluncurkan Nintendo Wii di pasar perangkat console. Banyak yang bertanya-tanya di awal kemunculan Wii, untuk apa Nintendo menjual sebuah perangkat console dengan tampilan yang kurang baik dan sebuah analog stick yang aneh? Namun selanjutnya console ini menjadi sukses besar di seluruh dunia. Begitu juga ketika Satoru merilis Nintendo DS, sebuah perangkat handheld yang berbeda dari yang lainnya karena memiliki 2 layar, sebuah microphone, dan sebuah stylus. Namun Satoru lagi-lagi membuktikan kalau inovasinya bisa diterima oleh penikmat game di seluruh dunia.

Satoru Iwata Saat Memperkenalkan Nintendo DS

Satoru Iwata Saat Memperkenalkan Nintendo DS

Menurut Satoru, ia memang enggan untuk mencontek apa yang telah dibuat oleh perusahaan lain, karena dengan begitu Nintendo akan terlibat persaingan yang tidak sehat. Ia lebih memilih untuk membuat sebuah inovasi baru, yang membuat Nintendo bisa tetap bersaing dengan perusahaan console game yang lainnya. Dengan tetap memegang teguh prinsip tersebut, Satoru berhasil mempertahankan nama Nintendo hingga bisa eksis seperti saat ini. Semasa bekerja di Nintendo, Satoru telah membuat berbagai game menarik, seperti The Legend of Zelda, Mario, dan Animal Crossing.

Bagaimana Kelanjutan Nasib Nintendo Setelah Kepergian Satoru Iwata?

Satoru Iwata bukanlah sekedar pemimpin, namun ia juga telah menjadi icon bagi Nintendo. Sejak awal kepemimpinannya, ia telah berhasil mengubah Nintendo dari sebuah perusahaan tradisional Jepang yang begitu kaku, menjadi perusahaan yang penuh inovasi. Satoru bahkan mempunyai sebuah halaman khusus di website Nintendo yang bernama Iwata Asks, yang berisi petuah-petuah Satoru terkait dunia game. Ia selalu menghadirkan banyak terobosan unik demi menjaga keberhasilan Nintendo. Dan hal ini pun menjadi pertanyaan, apakah penerus Satoru akan melakukan hal yang sama?

Bendera Setengah Tiang di Depan Kantor Nintendo, Mengenang Kepergian Satoru Iwata

Bendera Setengah Tiang di Depan Kantor Nintendo, Mengenang Kepergian Satoru Iwata

Setelah wafatnya Satoru, Nintendo memutuskan untuk mempertahankan 2 pengambil keputusan yang tersisa, Genyo Takeda dan Shigeru Miyamoto. Sepertinya tak akan ada banyak perubahan di struktur organisasi Nintendo. Untuk urusan produk sendiri, tahun ini sepertinya tak akan ada produk baru dari Nintendo, yang terbukti dari absennya mereka pada event E3 tahun ini. Patut ditunggu gebrakan selanjutnya dari penerus Satoru di Nintendo, di mana hal ini akan menentukan apakah Nintendo akan tetap menjadi perusahaan yang inovatif, atau malah kehilangan taringnya semenjak ditinggalkan Satoru.

“Ikutilah passion-mu, dan percayalah pada mimpimu,” kata-kata yang diucapkan Satoru Iwata pada Game Developers Conference tahun 2011 yang lalu seakan menjadi kado perpisahan yang manis. Satoru pun menambahkan kalau, “selama 25 tahun, para developer game telah membuat hal-hal yang mustahil menjadi mungkin. Jadi saya tanya pada kalian, mengapa kita harus berhenti sekarang?”

Jangan berhenti sekarang, Nintendo. Buatlah Satoru terus bangga.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>