Samsung Akan Membeli Blackberry, Benarkah?

Blackberry Samsung

Saat ini posisi Samsung memang cukup sulit. Ia masih belum bisa bersaing untuk urusan smartphone papan atas dengan Apple, yang baru-baru ini meluncurkan smartphone terbarunya, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Adapun untuk urusan smartphone murah, mereka juga kian terdesak dengan kehadiran produsen-produsen asal negeri Tiongkok, seperti Xiaomi, Huawei, dan lain-lain. Mereka harus segera melakukan suatu perubahan yang besar bila mereka mau bertahan sebagai penguasa pasar smartphone seperti saat ini. Wajar memang kalau Samsung harus waspada, karena laporan keuangan terakhir menyebutkan kalau pendapatan Samsung kini sudah semakin menurun.

Samsung Dikabarkan Tengah Mendekati Blackberry

Hari ini, sebuah dokumen pun diterima oleh kantor berita Reuters. Dan menurut dokumen tersebut, langkah besar yang akan dilakukan Samsung untuk mengangkat kembali pendapatan mereka adalah dengan membeli sebuah produsen smartphone lain yang kini tengah di ambang kebangkrutan, Blackberry. Hal ini pun diamini oleh seseorang yang dekat dengan Samsung dan Blackberry. Nilai pembelian tersebut dikabarkan bisa mencapai 7,5 Miliar Dollar, atau sekitar 94 Triliun Rupiah.

Para pimpinan dari kedua perusahaan tersebut dikabarkan telah bertemu secara pribadi untuk membahas hal ini minggu lalu. Namun sampai saat ini, kedua perusahaan belum ada yang bisa mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hal tersebut.

Mengapa Samsung ingin Membeli Blackberry?

Beberapa tahun yang lalu, Blackberry menempati posisi yang diisi oleh Samsung saat ini, sebagai produsen smartphone nomor 1 di dunia. Namun semuanya berubah sejak kehadiran iPhone yang diproduksi oleh Apple, serta kehadiran sistem operasi Android yang ditunggangi oleh beberapa produsen, seperti Samsung, Sony, LG, Lenovo, dan lain-lain. Keperkasaan Blackberry pun mulai memudar. Kini pengguna mereka sangat sedikit, bila dibandingkan dengan pengguna Android maupun iOS. Wajar kalau banyak yang memperkirakan kalau umur Blackberry sudah tidak lama lagi.

John Chen, CEO Blackberry

John Chen, CEO Blackberry

Beruntung mereka memiliki seorang CEO baru seperti John Chen, yang berhasil menyelematkan nasib Blackberry hingga saat ini, dengan menekankan keunggulan produk Blackberry Enterprise Server (BES) mereka. Namun semua yang dilakukan John Chen, baru cukup untuk menyelamatkan eksistensi Blackberry, namun tidak cukup kuat untuk mengangkat kembali kejayaan Blackberry.

Lalu apa alasan di balik keinginan Samsung untuk membeli Blackberry, dengan segala kondisi tidak baik yang saya sebutkan di atas? Satu-satunya alasan yang melatarbelakangi hal itu adalah untuk mendapatkan beberapa paten teknologi yang dimiliki oleh Blackberry. Mungkin Samsung memperkirakan kalau tahun ini adalah saat yang tepat untuk membeli Blackberry, sebelum ada pihak lain yang berusaha untuk menyerobot pembelian tersebut. Para investor Blackberry pun dapat dipastikan akan menyukai pembelian ini, karena mereka sudah tidak sabar untuk menikmati buah investasi mereka di perusahaan yang masa depannya kian tidak jelas tersebut.

Samsung dan Blackberry Punya Hubungan yang Erat

Lalu apa alasan Blackberry menerima tawaran pembelian dari Samsung? Salah satunya mungkin adalah karena hubungan yang sudah cukup erat antara kedua perusahaan tersebut. Di bulan November 2014 yang lalu, Samsung dan Blackberry sama-sama mengumumkan suatu kerja sama yang membuat Blackberry Enterprise Services (BES) 12 untuk bisa berjalan di aplikasi Knox milik Samsung. Selain itu, beberapa petinggi Samsung, terutama yang mengisi divisi Enterprise, ternyata juga berasal dari Blackberry.

Jadi, apakah ‘pernikahan’ antara Samsung dan Blackberry ini akan terwujud, kita lihat saja.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>