[Review] Motorola Moto G – Sebulan Bersama

Saat ini Motorola Moto G telah mendapatkan persaingan yang cukup sengit di pasar Android kelas bawah. Mulai muncul penantang dengan spesifikasi yang serupa namun harga yang lebih miring (sebut saja Redmi 1s). Bagaimanakah kualitas yang diusung nama besar Motorola di dunia Android saat ini? Berikut review kami setelah sebulan lebih menggunakan Motorola Moto G.

Review Motorola Moto G

Sejak lebih dari satu bulan yang lalu, Motorola Moto G menjadi ponsel sehari-hari saya. Beranjak dari Xiaomi Mi2S dengan spesifikasi serupa Samsung Galaxy S4 membuat ekspektasi saya akan performa sebuah smartphone menjadi cukup tinggi. Sedikit menyimpulkan di awal, Moto G dengan harga Rp.2.249.000 ini tidak terlalu mengecewakan. Meski demikian ada beberapa poin yang harus diperhatikan Motorola di masa yang akan datang.

Highlight Spesifikasi

Sebelum masuk ke dalam review, mari kita simak spesifikasi utama dari Motorola Moto G:

Item Spesifikasi
Jaringan GSM 850 / 900 / 1800 / 1900HSDPA 850 / 900 / 1700 / 1900 / 2100
Dual SIM Ya
Slot SD Card Tidak
Chipset  Qualcomm MSM8226 Snapdragon 400
CPU  Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7
GPU  Adreno 305
Sensor  Accelerometer, proximity, compass
RAM  1 GB
Memory Internal  16/8 GB
Layar  IPS LCD 720 x 1280 piksel, 4.5 inches (~326 ppi pixel density)
Proteksi Layar  Corning Gorilla Glass 3
Kamera Depan  1,3 MP
Kamera Belakang  5 MP
Baterai  2070 mAh – Non Removable
Radio FM  Ya

Desain

Motorola Moto G memberikan warna tersendiri di pasar Android 2 jutaan dalam segi desain. Apabila kita bandingkan dengan smartphone dengan kisaran harga yang sama, maka desain premium Moto G terlihat, setidaknya menurut saya, lebih unggul – sebuah sisi dimana Redmi 1S sulit mengalahkannya,

Desain cembung di bagian belakang dan tanpa sudut membuat Moto G nyaman digenggam. Cover belakang yang kesat juga mencegah kejadian tergelincir dari genggaman. Lebih lanjut mengenai tampilan dan desain Motorola Moto G dapat dilihat kembali pada tulisan saya sebelumnya disini.

Tampilan Antarmuka

Dengan KitKat 4.4.2 out of the box, Moto G datang tanpa banyak tambahan aplikasi selain beberapa yang disematkan Motorola. Seperti Motorola Migrate yang membantu pengguna untuk memindahkan data dari ponselpintar lamanya. Secara tampilan cukup sederhana dengan standard stock atau vanilla Android. Dan berhubung Moto G ini di-support oleh Google, sudah terinstall di dalamnya apps standard Google seperti Gmail, Hangouts, Youtube, Maps, Google +, dan lainnya.

Moto G juga sudah tidak lagi menggunakan tombol kapasitif. Semua tombol berada di layar (on-screen button).

moto-g-screen-button

Layar

Dengan resolusi HD sebesar 1280 x 720 piksel, Moto memiliki kerapatan piksel sebesar 326 setara dengan kerapatan piksel yang dimiliki iPhone 5s. Selama penggunaan, tidak ada keluhan yang berarti pada layar Moto G. Resolusinya sangat nyaman dipandang mata. Proteksi Gorilla Glass 3-nya terbukti sanggup melindungi dari potensi goresan-goresan halus selama sebulan lebih penggunaan, masuk-keluar kantong, dan lainnya. Hingga saat ini tidak terdapat goresan – baik halus maupun kasar – sedikitpun di layar Moto G.

Penggunaan di bawah terik matahari juga tidak terlalu mengecewakan. Dengan pengaturan kecerahan sedang, teks masih dapat terbaca di bawah sinar matahari yang sangat terang. Namun untuk kejelasan yang lebih perlu ditingkatkan ke pengaturan tertinggi.

Benchmark

Memang angka-angka yang ditampilkan dari aplikasi benchmark tidak bisa dipastikan mencerminkan performa asli dari ponsel, namun sebagai gambaran kasar dari perangkatkeras berikut kami sertakan hasil benchmark dari beberapa tools:

AnTuTu

antutu moto g

 

Dengan angka 17.778, Moto G tidak bisa dibilang ponsel dengan perangkatkeras high end, namun standard demikian sangat cukup untuk menjalankan kegiatan sehari-hari dan aktivitas gaming normal.

antutu moto gAngka tersebut menempatkan Moto G sedikit diatas jagoan Xiaomi di ranah mid-end dengan Redmi-nya. Angka itu juga hanya kalah sedikit dari Samsung Galaxy S3 yang merupakan flagship 2 tahun yang lalu.

CPU-Z

Tools ini memang bukan tools benchmark seperti AnTuTu, namun tools ini dapat digunakan untuk melihat jeroan asli dari ponsel. Untuk CPU, RAM, dan lainnya nampak sama dengan apa yang dibicarakan di spesifikasi. Berikut detil mengenai sensor-sensor yang terdapat pada Motorola Moto G yang biasanya tertinggal pada lembar spesifikasi.

cpu-z sensor moto g

 Vellamo

Berikut set nilai yang diberikan oleh Vellamo.

vellamo moto g

Quadrant

Menurut Quadrant, Moto G memiliki performa yang jauh lebih oke dari HTC One X!

quadrant moto g

 GPS

Kami juga dengan senang hati melaporkan bahwa fungsi GPS berfungsi dengan sebagaimana mestinya dan tanpa masalah. Satelit yang terlihat dan digunakan juga cukup banyak, serta proses penangkapan (lock) juga terjadi dengan cepat.

Penggunaan navigasi menggunakan Google Maps juga tidak menunjukkan adanya masalah.

gps moto g

Baterai

Dengan kapasitas 2070 mAh, Moto G tidak berada diatas angin dalam pasar Android murah. Namun selama penggunaan normal sehari-hari, Moto G mampu bertahan seharian. Pengisi-ulangan baterai hanya kami lakukan sehari sekali. Penggunaan meliputi wifi yang selalu menyala, 3G, beberapa menit telepon, sms, Whatsapp yang aktif, browsing, 9gag dan game-game ringan (2048, Metal Slug Defense, Get Rich oops).

Berikut statistik penggunaan baterai:

baterai stat moto gDari gambar diatas, terlihat Moto G dapat bertahan 23 jam lebih dan masih menyisakan 15%. Angka tersebut dihasilkan bahkan sebelum mengaktifkan moda battery saver.

Kesimpulannya, untuk ukuran baterai 2070 mAh, Moto G tidak mengecewakan.

Konektivitas

Ponsel sepintar apapun tidak akan terlalu berguna jika tidak bisa digunakan untuk telepon dan fungsi normal lainnya. Motorola Moto G mampu melakukan dan menerima panggilan dengan baik dan tanpa keluhan sedikit-pun. Fungsi SMS juga normal. Fityr Dual Sim yang dimiliki juga berjalan dengan baik. Tidak ada keluhan disini.

Moto G juga memiliki LED notification yang berwarna putih. Menyala ketika kita mendapatkan pesan atau panggilan. Sayangnya kita tidak bisa melakukan pengaturan terhadap warna LED tersebut.

Untuk WiFi, dengan sedih kami sampaikan bahwa performa WiFi Moto G nampaknya berada di bawah standard. Dibandingkan ponselpintar lain, resepsi sinyal WiFi Moto G sedikit lebih lemah. Kejadian putus sambungan WiFi juga tidak hanya sekali dua kali. Sebuah kekecewaan yang amat disayangkan datang dari merk sekelas Motorola.

Kamera

Setiap ponsel low budget pasti memiliki sisi yang dikorbankan untuk menekan harga. Dalam hal ini kamera-lah yang nampaknya dikorbankan oleh Motorola.

moto g - photo sample

Terlihat pada contoh foto outdoor diatas dengan pencahayaan yang cukup, hasil jepretan cenderung memiliki banyak noise. Hal yang sama juga terjadi, bahkan lebih parah, di dalam ruangan. Dapat dilihat pada gambar berikut.

moto g - photo sample indoorSaya pribadi merasa cukup kecewa dengan performa kamera Moto G. Terlebih ketika ada di pasaran ponsel Android dengan harga yang lebih murah namun kualitas kamera yang lebih baik. Sebut saja Redmi 1S. Bahkan, dengan berat hati saya menyampaikan ini, kualitas kamera dengan megapiksel setara dari ponsel Blackberry Bold 2 saya yang keluar tahun 2010 masih lebih baik.

Kesimpulan

Motorola Moto G melanjutkan kehebatan nama Motorola sebagai produsen ponsel ternama di dunia dalam hal build quality. Bodi yang nyaman dan didukung sistem operasi langsung dari Google dengan jaminan update yang lebih cepat menambah kenyamanan menggunakan Moto G sebagai ponsel sehari-hari. Quadcore serta RAM 1 GB menjamin kebutuhan tersebut berjalan dengan lancar. Sekilas Moto G nampak sebagai ponsel yang sempurna untuk kelas dua juta-an. Namun sayang, kualitas resepsi dan stabilitas WiFi yang buruk serta kamera yang sub-standard mampu membuat banyak pengguna berpaling ke pilihan lain.

Mudah-mudahan Motorola mengatasi isu-isu ini di Moto G 2014-nya. Dan dengan harga yang lebih baik. Dan segera masuk ke Indonesia.

Pro

+ Layar yang jernih, serta perlindungan dari Gorilla Glass generasi 3

+ Desain dan build quality yang baik

+ Jaminan update ke Android L

+ Dual Sim

+ Pilihan aksesoris yang beragam

Kontra

– Resepsi WiFi kurang baik

– Performa kamera tidak memuaskan

– Tidak memiliki slot SD card

– Tidak terdapat kabel data di paket penjualan

 

Tambahan

Oh iya, sedikit catatan, ada kasus stuck pixel yang dialami oleh Moto G oleh penggunanya.

 

 

 

Demikian review kami. Jika ada kritik, saran dan pertanyaan bisa langsung disampaikan di kolom komentar di bawah. Terima kasih telah membaca!

 

 

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>