Project Volta, Senjata Rahasia Android untuk Baterai yang Lebih Irit

Project Volta

Baterai, adalah perangkat penting dalam sebuah perangkat elektronik. Tanpa baterai, semua perangkat elektronik, termasuk smartphone, tidak akan bisa menyala. Oleh karena itu, selama bertahun-tahun, banyak produsen smartphone yang coba mengembangkan teknologi baterai agar bisa membuat kapasitasnya menjadi lebih besar, dan lebih irit ketika digunakan.

Para pengguna smartphone pun makin sadar akan pentingnya baterai. Mereka lebih menyukai smartphone-smartphone dengan kapasitas baterai yang besar, seperti Lenovo P780, Lenovo S860, dan yang semacamnya. Baterai bahkan merupakan satu aspek yang disindir oleh Samsung dari iPhone, seperti yang saya ceritakan dalam sebuah video menarik sebelumnya.

Sambutlah, Project Volta

Diam-diam, Google pun ikut mengembangkan teknologi baterai untuk sistem operasi Android mereka. Dalam gelaran Google I/O kemarin, mereka akhirnya mengumumkan peluncuran Project Volta. Dengan proyek terbaru mereka ini, Google berusaha mengidentifikasi hal-hal yang bisa menghabiskan baterai, dan berusaha mengubahnya hingga didapat performa baterai yang maksimal. Teknologi yang didapat dari Project Volta akan bisa kita rasakan di Android versi terbaru (Android L), yang akan dirilis sekitar bulan Oktober nanti.

Seberapa Besar Perubahan yang Dilakukan Project Volta?

Project Volta Data

Walaupun baru tersedia secara resmi di bulan Oktober nanti, namun kita sudah bisa mencoba Android L dengan Project Volta menggunakan smartphone Nexus 5. Dan Nexus 5 yang menggunakan Android L, terbukti bisa bertahan 2 jam lebih lama daripada Nexus 5 yang menggunakan Android versi terbaru saat ini, yaitu Android 4.4 (KitKat).

Perubahan apa yang Dilakukan Project Volta?

Project Volta merupakan hasil dari bermacam cara yang dilakukan Google untuk membuat smartphone yang lebih irit baterai. Awalnya, mereka coba menemukan hal-hal yang bisa menghabiskan baterai. Mereka pun berhasil menemukan kalau mendownload data dari internet, dan kebiasaan untuk sering-sering mengecek notifikasi smartphone, merupakan 2 hal utama yang membuat baterai kita cepat habis. Mereka coba memperbaikinya, dan akhirnya berhasil mendapat performa baterai yang lebih baik.

Jadi, jangan kaget kalau setelah diupgrade ke Android L (yang kemungkinan akan memakai nama Lollypop atau Lemon Drop), smartphone anda akan lebih jarang di-charge.

Sumber Gambar : arstechnica.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>