Project Denver, Jawaban Nvidia Untuk Prosesor Octa-Core

Project Denver

Nvidia tampaknya tidak main-main dalam pengembangan prosesor untuk perangkat mobile. Seperti sadar kalau mereka tidak bisa bersaing dengan Intel dan AMD di pasar prosesor untuk PC dan Notebook, mereka pun memilih untuk berhadapan dengan Qualcomm dan MediaTek di pasar prosesor untuk perangkat mobile.

Sebelumnya, Nvidia hanya dikenal sebagai produsen chip grafis untuk PC dan Laptop. Mereka biasanya membuat Graphic Card, dan bekerjasama dengan Intel untuk menghasilkan sebuah PC atau Laptop yang mumpuni untuk bekerja dengan desain grafis dan bermain game-game yang super canggih.

Kiprah Nvidia di Pasar Prosesor Mobile

NVIDIA-tegra-K1

Di awal tahun ini, Nvidia sebenarnya telah meluncurkan Nvidia Tegra K1, sebuah prosesor untuk perangkat mobile yang mendukung teknologi 32-bit. Prosesor ini terbukti sangat menakjubkan ketika kita mengujinya dengan Antutu Benchmark. Beberapa produsen gadget pun sudah mulai memasangnya di dalam device mereka. Xiaomi memakainya untuk Mi Pad, sedangkan Acer pun ikut menggunakannya untuk Chromebook 13. Nvidia sendiri juga menggunakan Tegra K1 untuk perangkat Nvidia Shield Tablet. Namun, seperti tidak puas dengan Tegra K1, Nvidia kembali berusaha untuk menggemparkan pasar prosesor untuk perangkat mobile dengan sebuah teknologi baru yang dikenal dengan nama Project Denver.

Mari Berkenalan Dengan Project Denver

Project Denver CPU

Project Denver sebenarnya merupakan teknologi yang didesain oleh Nvidia untuk menyatukan 2 prosesor Tegra K1, sehingga nantinya bisa mendukung untuk teknologi 64-bit. Dengan proyek terbarunya ini, Nvidia ingin menggabungkan 2 buah prosesor Tegra K1 (berisi 192 core dengan arsitektur Kepler) yang masing-masing berjalan dengan frekuensi 2.5 GHz. Dengan penggabungan ini, Nvidia meyakini kalau prosesor mereka akan bisa mengalahkan prosesor Quad-Core dan Octa-Core (baik buatan Qualcomm maupun MediaTek) yang marak dipakai oleh perangkat-perangkat mobile saat ini.

Dengan Project Denver, Nvidia mengklaim kalau mereka bisa memberikan kenyamanan seperti ketika kita memakai PC atau Notebook, namun dengan konsumsi baterai yang hemat. Nvidia juga mengatakan kalau mereka sedang mencoba untuk mengimplementasikan Project Denver ini dengan Android terbaru (Android L) yang akan diluncurkan pada bulan Oktober nanti. Smartphone dengan prosesor yang berasal dari Project Denver sendiri dikabarkan sudah bisa kita pakai sebelum tahun baru 2015.

Bila semua informasi yang diberikan Nvidia ini benar adanya, maka Qualcomm harus makin waspada karena posisi mereka kini terjepit di antara MediaTek yang mengandalkan harga murah, dan Nvidia yang mengandalkan kualitas tinggi.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>