Petuah Spesial Ridwan Kamil Untuk Komunitas Startup Indonesia

Ridwan Kamil Startup Bandung

Ridwan Kamil terkenal sebagai seorang Kepala Daerah yang begitu ‘kekinian’. Ia cukup mengetahui perkembangan teknologi dunia, dan menerapkannya secara langsung di kota yang ia pimpin, Bandung. Tak heran kalau Bandung kini telah mempunyai banyak alat pendukung demi terwujudnya mimpi Bandung Smart City, mulai dari Bandung Command Center, aplikasi Panic Button, dan lain-lain. Dalam acara Meetup Startup Bandung yang ke-2 pada tanggal 7 Agustus 2015 yang lalu, Pak Ridwan Kamil kembali menegaskan komitmennya untuk membangun Smart City serta memberikan sedikit petuah untuk komunitas startup di Indonesia.

Peran Pemerintah Dalam Membangun Komunitas Startup Menurut Pak Ridwan Kamil

Pak Ridwan Kamil baru sampai di lokasi acara Meetup Startup Bandung di Pendopo Walikota Bandung sekitar pukul 7 malam. Namun tak terlihat sedikit pun kurangnya antusiasme beliau dalam kesempatan tersebut. Orang nomor 1 di kota Bandung tersebut terlihat bersemangat dengan balutan jas abu-abu dan cincin batu akik hijau yang melingkar di jari tangannya.

Ramainya Meetup Startup Bandung Saat Kang Emil Berbagi Cerita

Ramainya Meetup Startup Bandung Saat Kang Emil Berbagi Cerita (Sumber)

Beliau mengawali ‘obrolan’ terkait dunia startup dengan menceritakan kisahnya ketika bertemu dengan pakar IT Singapura. “Awalnya saya bangga karena Bandung telah mempunyai sekitar 325 aplikasi yang dibuat untuk mendukung terwujudnya Smart City. Namun ketika saya bertemu dengan pakar IT Singapura, mereka mengatakan kalau untuk merubah Singapura menjadi seperti sekarang, mereka membuat 1.600 layanan online di sana. Coba hitung berapa kurangnya?” Ujar Pak Ridwan Kamil mencoba memotivasi komunitas Startup Bandung yang hadir di acara tersebut untuk lebih giat membuat aplikasi-aplikasi yang bermanfaat.

“Kita harus merubah cara pandang kita terhadap pemerintah. Jangan selalu nyuruh-nyuruh saja tanpa memberikan solusi. Saya sendiri yang sudah cukup ‘kekinian’, pasti ada kekurangannya dalam hal teknologi, karena itu saya butuh masukan dari komunitas seperti kalian. Kami sebagai pemerintah hanya punya 2 fungsi, memudahkan pertumbuhan kalian dengan regulasi yang baik, serta memberikan dana untuk mempercepat pertumbuhan. Manfaatkanlah 2 fungsi tersebut, dengan cara yang baik,” tambah Pak Ridwan Kamil.

Bagaimana Seharusnya Hubungan Komunitas Startup dan Pemerintah?

Menurut Kang Emil, panggilan khas Pak Ridwan Kamil, ia lebih suka komunitas startup untuk berkumpul dalam satu naungan, untuk kemudian memberikan masukan kepada dirinya. Karena kalau tidak begitu, ia tidak akan tahu kebutuhan apa yang diperlukan oleh komunitas startup, terutama di kota Bandung. Ia mengharapkan sebuah hasil perundingan dalam bentuk konsep, yang kemudian ditawarkan kepada pemerintah kota Bandung untuk nantinya ditentukan apakah akan dieksekusi atau tidak.

Beliau pun memberikan sedikit bocoran kalau Bandung dikabarkan akan menerima penghargaan sebagai yang terbaik di Indeks Kota Cerdas Indonesia yang diselenggarakan oleh Harian Kompas dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Kang Emil, penghargaan ini adalah bukti kalau Bandung telah berubah dari yang tadinya ‘miring’, menjadi ‘lurus’. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah kota Bandung bersama dengan komunitas startup untuk mempercepat akselerasi kota Bandung ke arah yang lebih baik.

Makin Sering Nongkrong, Makin Tinggi Kreativitas

Bandung terkenal sebagai kota yang masyarakatnya sangat kreatif. Bahkan level kreatif urang Bandung bisa dibilang sudah sampai pada level yang luar biasa. Banyak yang bertanya mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut Kang Emil, jawabannya adalah pada budaya Nongkrong yang menjamur di kota Bandung, terutama para anak mudanya.

Kondisi Alun-Alun Bandung Saat Ini

Kondisi Alun-Alun Bandung Saat Ini

Oleh karena itu, demi menjawab kebutuhan yang tinggi akan ‘tempat nongkrong’, pemerintah kota Bandung pun menyiapkan taman-taman terbuka yang nyaman, salah satunya adalah di Alun-Alun Kota Bandung, yang persis berada di depan Pendopo alias Rumah Dinas Walikota Bandung. Alun-Alun yang semula tertutup, gelap, dan rawan kejahatan, kini telah berhias rumput yang hijau, nyaman, dan ramai pengunjung. Hal ini juga diikuti dengan pembangunan taman-taman tematik di lokasi-lokasi lain. Hal ini diharapkan bisa lebih meningkatkan pertumbuhan komunitas startup, terutama di Kota Bandung.

Perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik untuk pertumbuhan komunitas startup terlah dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung. Apakah hal ini akan diikuti oleh kota-kota lainnya di Indonesia? Semoga saja.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>