Persiapan TKDN, Jangan Lupa Beli Smartphone 4G Sebelum 2017

Rudiantara

“Pada tanggal 1 Januari 2017, setiap smartphone yang mendukung jaringan 4G harus mempunyai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%”

Kira-kira begitulah bunyi peraturan yang telah disepakati oleh 3 kementerian di Indonesia, yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Peraturan ini sebenarnya sudah menjadi wacana sejak 3 tahun yang lalu, namun baru bisa ditetapkan sebagai peraturan baru-baru ini dan akan diberlakukan pada tahun 2017 mendatang. Peraturan ini pun langsung mengundang pro kontra, karena dampaknya bisa mempengaruhi peta persaingan penjualan smartphone di Indonesia. Bayangkan saja, praktis mulai tahun 2017 mendatang, tidak ada produsen smartphone yang bisa menjual smartphone dengan teknologi 4G kecuali apabila mereka mempunyai pabrik di Indonesia. Sedangkan pembuatan pabrik di Indonesia tentunya membutuhkan biaya investasi yang besar.

Bahkan, Kamar Dagang Amerika Serikat yang biasa disebut dengan American Chamber of Congress untuk Indonesia sampai mengirim surat resmi kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang bunyinya sebagai berikut:

“Kami khawatir akan pendekatan yang diambil dalam draft peraturan ini bisa membatasi akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi-teknologi baru, menaikkan biaya Teknologi Informasi dan Komunikasi (biasa disebut ICT), menumbuhkan pasar gelap smartphone, dan konsekuensi-konsekuensi lain yang tidak diinginkan.”

Beberapa jurnalis menyoroti kemungkinan hilangnya Apple dari pasar smartphone Indonesia setelah adanya peraturan ini. Tapi benarkah itu yang akan terjadi? Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dengan dijalankannya peraturan ini.

Kemungkinan 1 – Produsen Smartphone Ramai-Ramai Membuat Pabrik di Indonesia

Pabrik Smartphone Indonesia

Ini adalah hal yang diinginkan oleh pemerintah Indonesia dengan peraturan ini. Impor smartphone dalam jumlah besar yang terjadi pada tahun 2014 berakibat pada hilangnya devisa negara ke pihak asing. Dengan pembatasan ini, diharapkan seluruh produsen smartphone akan berusaha memenuhi persyaratan TKDN 40%, dan membuat pabrik di Indonesia. Fenomena ini bisa menumbuhkan industri pembuatan komponen smartphone di dalam negeri, serta membuka banyak lapangan kerja. Dengan begitu, Indonesia bisa berubah dari negara konsumen menjadi negara produsen.

Kemungkinan 2 – Peraturan Melunak, Produsen Lokal Menjadi Gulung Tikar

Pasar Smartphone

Opsi kedua yang bisa terjadi adalah melunaknya peraturan TKDN tersebut, seperti yang biasa terjadi dengan peraturan-peraturan lain di Indonesia. Dulu sempat berhembus kabar tentang akan didaftarkannya IMEI alias nomor seri smartphone yang resmi, agar smartphone tidak resmi alias BM (Black Market) bisa jadi tidak berfungsi di Indonesia. Namun peraturan ini gagal terlaksana. Demikian juga dengan isu akan dipindahkannya server Blackberry Messenger (BBM) ke Indonesia, ini juga tidak dilakukan. Maka bisa jadi peraturan ini juga akan berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Lalu apa konsekuensinya? Impor smartphone tetap saja besar, dan keuntungan produsen yang sudah terlanjur membuat pabrik di Indonesia akan tergerus, karena prestige dan kualitas mereka yang masih dipertanyakan. Sebagai informasi, saat ini hanya ada nama-nama seperti Polytron, Oppo, ZTE, Smartfren, dan lain-lain yang sudah dan akan membuka pabrik di Indonesia. Mungkin hanya Samsung saja yang merupakan produsen besar, yang akan memproduksi smartphone di Indonesia.

Kemungkinan 3 – Tidak Ada Smartphone 4G di Pasar Lokal, Tapi Ada di Negara Tetangga

Apple Store Singapore

Kemungkinan lain yang akan terjadi adalah peraturan TKDN tersebut benar-benar terlaksana, namun produsen dunia tidak ada yang membuka pabrik di Indonesia karena berbagai alasan. Namun hal ini bisa jadi tidak menyurutkan minat masyarakat Indonesia terhadap smartphone-smartphone buatan produsen tersebut karena mereka tetap bisa membeli smartphone berteknologi 3G. Bila mereka menginginkan smartphone 4G pun mereka ‘tinggal nyebrang’ ke negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Praktik ini sudah marak dilakukan, dan smartphone-smartphone negara tetangga sudah banyak yang diselundupkan dan dijual lewat pasar gelap, baik dengan metode online maupun offline.

Apa yang Harus Kita Lakukan Dalam Menyambut TKDN 2017?

Lalu sebagai konsumen, apa yang harus kita lakukan dalam menyambut peraturan TKDN yang akan mulai dijalankan pada 1 Januari 2017? Yang pasti, untuk mengantisipasi hilangnya smartphone 4G terkenal seperti iPhone, dan lain-lain, pastikan anda telah membeli smartphone tersebut sebelum tahun 2017. Kalau perlu, ramai-ramai lah memborong smartphone 4G saat merayakan pesta tahun baru, mumpun penjualan smartphone-smartphone tersebut masih diperbolehkan.

Itu apabila kalian tidak yakin dengan kualitas smartphone yang dibuat di Indonesia. Namun apabila kalian menyukainya, silakan beli.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>