Perampingan Rovio, Pembuat Angry Birds dan Rencana Pembuatan Angry Birds Movie

Siapa di antara kita yang tidak kenal dengan Angry Birds?

Permainan yang mulai dilepas ke pasar pada Desember 2009 di platform iOS ini telah merebut hati jutaan pengguna di seluruh dunia. Tercatat 12 juta kali diunduh di Apple Store pada bulan Oktober 2010. Dan dengan keberhasilannya tersebut, Angry Birds kemudian mulai dirancang untuk merambah ke platform lain seperti Android dan Windows Phone. Belakangan malah muncul juga Angry Birds versi PC dan console games.

Ucapan selamat ulang tahun Angry Birds yang kelima dari PlayStore

 

Angry Birds dikembangkan oleh Rovio yang bermarkas di Finlandia. Pada akhir bulan Agustus kemarin,seperti diberitakan oleh Fortune, Rovio merumahkan 260 orang pegawainya. Jumlah ini melebihi sepertiga dari keseluruhan pegawai Rovio. PHK ini bukan yang pertama terjadi di Rovio, sebelumnya pada tahun 2014 mereka memutuskan hubungan kerja dengan 130 orang pegawai mereka.

 

Dalam keterangannya, CEO Rovio, Pekka Rantala mengatakan bahwa ,”Keputusan ini sangat sulit diambil”. “Namun perampingan ini perlu dilakukan untuk Rovio melangkah maju dan membawa perusahaan kepada kesuksesan baru di masa depan,” tandasnya.

 

Angry Birds, sejak 2009 telah konsisten memberikan kepuasan kepada para pemainnya dengan mengeluarkan 14 sekuel dan spin off yang kebanyakan memanfaatkan variasi dari cara permainan dasar mereka. Karakter-karakter Angry Birds seperti Red; trio Jake,Jay, dan Jim; Chuck, Bomb, Terence, dan Stella misalnya muncul dalam bentuk gambar di baju, boneka, hingga minuman ringan. Ini menunjukkan bahwa Angry Birds bukan semata-mata hanya permainan di smartphone saja, namun lebih dari itu, merupakan sebuah merk.

 

Namun keberhasilan ini mulai mengalami penurunan terutama dua tahun belakangan. Keuntungan Rovio jatuh hampir 50% pada tahun 2013, merosot dari angka 76,8 juta dolar ke 37,3 juta dolar. Kehadiran game-game serupa di app store, membuat Angry Birds yang asalnya merupakan permainan yang unik menjadi terasa biasa saja.

 

Kemunduran Rovio ditengarai disebabkan oleh kurangnya penerapan diversifikasi oleh mereka. Seorang analis industri video game, Billy Pidgeon,mengatakan demikian seperti dikutip oleh Fortune. Rovio memang berhasil ketika menciptakan Angry Birds, namun mereka tidak mampu menghasilkan franchise lain yang mampu merebut hati para pemain seperti yang berhasil dilakukan oleh Angry Birds.

 

Rovio juga tertinggal dari rival-rivalnya seperti Supercell dari Finlandia dan King Digital dari Swedia dalam hal menawarkan freemium games. Freemium games adalah permainan-permainan yang gratis untuk diunduh secara online, dan para pemain akan ditarik bayaran dari pelayanan-pelayanan tambahan seperti nyawa ekstra atau level premium. Model freemium ini berhasil meraih pasar di negara-negara Asia misalnya Korea Selatan, di mana sekarang sudah menjadi kebiasaan umum untuk membeli pelayanan tambahan dari sebuah permainan.

Karakter-karakter Angry Birds

 

Rovio juga telah mengadopsi model freemium ini untuk Angry Birds 2 yang telah diunduh oleh lebih dari 50 juta pemain di seluruh dunia pada bulan pertamanya. Meskipun saat ini diperkirakan masih terdapat 150 juta pemain aktif Angry Birds di seluruh dunia, namun Rovio telah kehilangan 100 juta pemain dari pencapaian terbaik mereka semenjak Angry Birds diluncurkan.

 

Kini, setelah mereka mengalami kemerosotan dalam hal pendapatan, Rovio melakukan perampingan. Dari sekian banyak divisi mereka, salah satu bagian yang tidak mengalami perampingan adalah yang bekerja untuk menggarap The Angry Birds Movie. Film yang dijadwalkan untuk tayang pada bulan Mei 2016 ini dibintangi di antaranya oleh Jason Sudeikis, Josh Gad, serta Peter Dinklage. Angry Birds Movie sepertinya digadang-gadang untuk kembali mengangkat nama Angry Birds di dunia.

 

Sayangnya, film ini sepertinya tidak akan mampu mendongkrak nama Angry Birds. Saat ini, film tersebut tidak ramai dibicarakan. Pidgeon mengatakan bahwa saat ini sama sekali tidak ada permintaan terhadap film tersebut.

Salah satu sekuel Angry Birds: Seasons yang mengambil tema musim di seluruh dunia

 

Rovio memusatkan bisnis mereka pada tiga bidang: game, media, dan barang konsumsi. Rantala, dalam keterangannya mengakui bahwa mereka terlalu banyak mencoba bisnis baru di masa lalu, yang merupakan dampak dari tingginya antusiasme Rovio setelah kesuksesan Angry Birds.

 

PHK yang dilakukan oleh Rovio, terjadi sesudah Zynga melakukan hal serupa. Selain itu, perusahaan pembuat Candy Crush, King, sahamnya terperosok di bursa saham. Kejadian-kejadian ini semestinya menjadi peringatan bagi para pembuat mobile game lainnya, terutama karena penerbit-penerbit besar seperti Electronic Arts, semakin kuat cengkeramannya di industri mobile game.

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>