Pengguna Windows Enggan Meninggalkan Windows XP, Inilah Solusi CEO Windows

Windows XP

Windows telah ‘membunuh’ salah satu versi dari sistem operasi mereka yang bernama Windows XP tahun lalu. Mereka berhenti mempromosikan, berhenti memberikan dukungan teknis seperti Automatic Updates dan semisalnya, serta perlahan-lahan mengajak para pengguna sistem operasi tersebut untuk hijrah ke sistem operasi terbaru Windows, yaitu Windows 8 dan Windows 8.1. Namun hal aneh terjadi. 1 tahun berselang, Windows XP yang telah ‘mati’ tersebut, ternyata masih mempunyai lebih banyak pengguna dibanding sistem operasi Windows 8 dan Windows 8.1 sekalipun jumlah pengguna keduanya telah digabungkan. Koq bisa?

Windows XP yang Tetap Diminati

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh NetMarketShare, Windows XP masih tetap memegang posisi ke-2 dalam klasemen sistem operasi Windows yang paling banyak digunakan. Posisi pertama masih dipegang oleh Windows 7 dengan grafik yang terus menanjak. Berikut data lengkapnya:

Sistem Operasi Rilis Pengguna di 2014 Pengguna di 2015 Support Stop
Windows 7 2009 48.8% 58.04% 2020
Windows XP 2001 27.5% 16.94% 2014
Windows 8 + 8.1 2012 11.3% 15.07% ???

Tabel di atas menunjukkan betapa lambatnya migrasi yang terjadi pada pengguna Windows, sangat berbeda bila kita membandingkannya dengan migrasi pada para pengguna Android misalnya. Mengapa itu bisa terjadi? Jawabannya ada pada karakter pengguna Windows yang serba ingin mudah, dan tak mau repot. Bahkan kalau boleh, mereka hanya ingin menggunakan 1 komputer, dan 1 sistem operasi, sepanjang hidup mereka. Apalagi jika untuk mengganti sistem operasi, mereka harus membayar lisensi baru yang tidak murah, jelas mayoritas dari mereka akan menolak. Hal ini berbeda dengan para pengguna Android yang begitu sering berganti-ganti smartphone, dan bila mereka ingin melakukan migrasi sistem operasi ke Android yang lebih baru, mereka hanya membutuhkan koneksi internet untuk melakukan upgrade.

Padahal, di era Internet of Things seperti saat ini, kita membutuhkan sinkronisasi dari semua perangkat elektronik yang kita miliki, seperti PC, Laptop, Smartphone, Jam Tangan, dan lain-lain. Apabila seluruh perangkat tersebut saling terhubung, kita akan bisa memanfaatkannya untuk berbagai keperluan, serta menambah produktivitas. Dan hal tersebut tak akan bisa terjadi, apabila kita tidak terus mengupgrade perangkat-perangkat kita ke versi yang terbaaru. Contohnya, para pengguna Windows XP tentu tidak akan bisa menikmati kemudahan mengakses jam tangan pintar (smartwatch) dari PC, atau sebaliknya.

Windows 10 dan Internet of Things

Windows 10 dan Internet of Things

Lalu apa strategi sang Chief Executive Officer (CEO) Windows saat ini, Satya Nadella, untuk mengatasi permasalahan tersebut? Tak ingin mengulang kesalahan yang sama ketika ingin ‘memaksa’ pengguna Windows XP untuk bermigrasi, Satya Nadella pun langsung buru-buru menetapkan tahun kematian Windows 7, yaitu pada tahun 2020. Selain itu, untuk sistem operasi terbaru Windows yang akan dirilis pada pertengahan tahun ini, Windows 10, Satya juga menerapkan sistem free upgrade dari Windows 7 ke Windows 10, seperti yang biasa dilakukan oleh para pengguna Android. Dengan mengumumkan lebih awal penghentian support untuk Windows 7, dan ketersediaan fitur Free Upgrade, diharapkan proses migrasi dari Windows 7 ke Windows 10 akan berjalan semakin cepat. Paling tidak, jika sekarang para pengguna Windows membeli PC atau Laptop baru, mereka punya kecenderungan untuk memilih sistem operasi Windows yang terbaru, bukan sistem operasi yang lama.

Apakah strategi ini akan berhasil? Kita tunggu saja.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>