Pengemudi Perkosa Penumpang di India, Taksi Uber Salahkan Pemerintah Lokal

Uber Unsafe for Customers

Polisi lokal India akhirnya berhasil menangkap Shiv Kumar Yadav, seorang pengemudi taksi Uber di New Delhi yang diduga telah memperkosa seorang penumpang perempuannya yang berumur 25 tahun akhir pekan kemarin. Hampir 24 jam setelah menerima laporan dari sang korban, kepolisian India pun berhasil mendapatkan lokasi Yadav, mengepungnya di sebuah rumah di kawasan Mathura, hingga akhirnya berhasil membekuk Yadav. Sumber dari kepolisian mengatakan kalau Yadav telah mengakui perbuatannya, namun tampak tidak menyesal.

Kesulitan Polisi India Dalam Menemukan Sang Pelaku

Setelah menerima pengaduan dari sang korban, kepolisian India langsung melakukan penyelidikan tanpa henti untuk menemukan si pelaku. Kesulitan terbesar yang mereka hadapi adalah untuk menemukan alamat dan nomor telepon Uber. Polisi tidak dapat menemukan data-data tersebut, sehingga mereka harus mendaftar terlebih dahulu di aplikasi Uber, memesan taksi Uber, kemudian baru menanyakan kepada sang pengemudi yang menjemput di mana alamat pengelola Uber di New Delhi berada.

Protes Masyarakat India Menuntut Dilarangnya Uber

Protes Masyarakat India Menuntut Dilarangnya Uber

Sayangnya, begitu sampai di kantor Uber, polisi tidak berhasil menemukan data yang mereka cari. Polisi menemukan kalau tidak ada GPS yang terpasang di taksi Uber yang dikendarai si pelaku. Satu-satunya hubungan antara Uber dengan mobil tersebut adalah pada aplikasi mobile yang terpasang di kendaraan tersebut, sedangkan smartphone yang berisi aplikasi mobile tersebut ternyata telah dimatikan oleh si pelaku, sehingga polisi tidak bisa menemukan keberadaannya.

Polisi hanya bisa menemukan data nomor telepon yang ternyata juga milik orang lain, bukan milik sang pelaku. Berusaha menggunakan petunjuk nomor registrasi yang berhasil difoto oleh korban, Polisi malah menemukan kalau mobil dengan registrasi tersebut ternyata dikemudikan oleh 3 orang secara bergantian, bukan hanya oleh sang pelaku. Penyelidik dari kepolisian pun langsung menghubungi orang-orang yang diduga terlibat, sebelum akhirnya berhasil menemukan keberadaan Yadav di rumahnya.

Pengemudi Uber yang Ternyata Seorang Mantan Narapidana

Sangat disayangkan kejadian ini bisa terjadi, karena sebenarnya Uber seharusnya bisa mengantisipasi hal ini apabila mereka melakukan pemeriksaan latar belakang yang serius terhadap seluruh calon pengemudi mereka. Hal ini terungkap karena sebenarnya Yadav, sang pelaku, sudah pernah dipenjara selama 7 bulan di New Delhi, juga untuk kasus pemerkosaan pada tahun 2011 yang lalu.

Bukan sekali saja Uber terlihat gagal dalam melakukan pemeriksaan latar belakang tersebut. Sebelumnya, di Amerika Serikat, ada kasus seorang pengemudi Uber yang ‘menculik’ seorang penumpang. Setelah diselidiki, sang pengemudi ternyata juga mempunyai catatan kriminal, yang entah bagaimana, bisa luput dari pemeriksaan Uber.

Yadav, Pengendara Uber (Baju Hitam) yang Memperkosa Penumpangnya Akhir pekan Lalu

Yadav, Pengendara Uber (Baju Hitam) yang Memperkosa Penumpangnya Akhir pekan Lalu

Bukti-bukti ini jelas bertentangan dengan kata-kata Uber yang menyatakan kalau mereka telah melakukan pemeriksaan latar belakang yang begitu cermat terhadap para pengemudinya. Bahkan diketahui, kalau di India sendiri, Uber hanya melakukan tes membaca dalam bahasa Inggris, serta tes membaca nama dan alamat, bagi para calon pengemudi mereka. Dikatakan kalau para calon pengemudi tersebut tidak diberikan tes atau diajarkan apapun. Mereka hanya diajarkan cara bersikap dan berkomunikasi dengan penumpang.

Neeraj Singhal, seorang pimpinan Uber di India, juga mengakui kalau Uber di India tidak melakukan pemeriksaan latar belakang setiap calon pengemudi mereka. Mereka hanya bergantung pada lisensi yang diberikan oleh pemerintah lokal. Belum ada klarifikasi resmi dari pihak Uber terkait kasus ini.

Pemerintah India Langsung Melarang Uber Beroperasi di New Delhi

“Departemen Transportasi saat ini telah melarang seluruh layanan transportasi dari www.uber.com. Departemen Transportasi juga telah memasukkan Uber ke dalam daftar hitam, dan melarang Uber untuk memberikan jasa transportasi dalam bentuk apapun di kemudian hari.”

Begitulah pernyataan yang dirilis oleh pemerintah lokal New Delhi sehubungan dengan kasus pemerkosaan di atas. Mereka telah menarik izin yang sebelumnya diberikan kepada Uber untuk menjalankan layanan transportasi di ibukota India tersebut. Uber dinilai telah gagal dalam memberikan pelayanan yang aman bagi para penumpangnya. Pelarangan ini senada dengan larangan yang diberikan beberapa negara di Eropa, termasuk di Nevada, Amerika Serikat, yang merupakan negara asal taksi Uber itu sendiri.

Travis Kalanick, CEO Uber, Salahkan Pemerintah Lokal India

Sangat disayangkan, karena setelah kejadian ini, Uber bukannya membenahi sistem internal mereka, tapi malah menyalahkan pemerintah India. Hal ini terlihat dari pernyataan sang Chief Executive Officer (CEO), Travis Kalanick:

“Apa yang terjadi akhir pekan ini di New Delhi sangatlah mengerikan. Kami turut berduka untuk korban atas kejadian ini. Kami akan melakukan apa saja, saya ulangi, apa saja demi membawa sang pelaku untuk diadili, sekaligus memberi dukungan kepada pihak korban dan keluarga dalam masa pemulihan.

Kami akan bekerjasama dengan pemerintah (India) untuk membuat pemeriksaan latar belakang yang jelas, yang selama ini tidak ada dalam pemberian lisensi transportasi umum di sana. Kami juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak yang memperjuangkan keamanan bagi perempuan di New Delhi dan di seluruh India, serta berinvestasi dalam kemajuan teknologi demi membantu New Delhi menjadi kota yang lebih aman bagi para perempuan.”

Saya telah menjelaskan di artikel-artikel sebelumnya tentang mengapa Uber dilarang di beberapa negara, bagaimana Uber berencana melakukan penyadapan terhadap jurnalis, dan bagaimana Uber terlihat gagal dalam memastikan keamanan layanan mereka. Pilihan kini ada di tangan kalian, apa kalian masih percaya untuk menggunakan layanan Uber setelah semua kasus-kasus ini?

Sumber:

  1. http://techcrunch.com/2014/12/08/uber-ceo-promises-change-in-india-after-driver-is-arrested-for-rape/
  2. http://blog.uber.com/driverscreening
  3. http://timesofindia.indiatimes.com/city/delhi/Cab-driver-accused-of-raping-woman-in-Delhi-arrested-in-Mathura/articleshow/45406747.cms
  4. http://timesofindia.indiatimes.com/city/delhi/Uber-cab-driver-was-arrested-in-2011-rape-case-spent-7-months-in-prison/articleshow/45408582.cms
  5. http://qz.com/307870/this-is-how-your-uber-driver-is-recruited-and-trained-in-new-delhi/
  6. http://blogs.wsj.com/indiarealtime/2014/12/08/uber-banned-from-operating-in-new-delhi/
  7. http://www.huffingtonpost.in/2014/12/07/_n_6283614.html

 

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>