Pendapatan Menurun, Qualcomm PHK Ribuan Karyawan

QualcommPerusahaan raksasa penghasil chipset untuk smartphone terkemuka di dunia, Qualcomm, baru-baru ini mengumumkan pencapaiannya selama kuartal pertama 2015. Produsen chipset Snapdragon yang biasa dijumpai di smartphone kelas atas ini tengah mengalami penurunan prestasi. Pasalnya pendapatan kuartal ini hanya mencapai $5,8 miliar dengan keuntungan bersih sebesar $1,6 miliar. Turun 14% dan 35% dibandingkan tahun lalu. Apa sebab?

Tidak sulit disimpulkan bahwa salah satu faktor, jika bukan faktor utama, yang menyebabkan turunnya pendapatan Qualcomm adalah performa chipset jagoannya yang paling baru, yakni Snapdragon 810, yang banyak mendapat kritikan mengenai performanya.Tidak hanya kelas flagship, gadget-gadget kelas menengah seperti Snapdragon 615-pun kerap dilaporkan mengalami beberapa kendala pada performa salah satunya adalah panas yang berlebihan.

Xiaomi, selaku penerima kucuran investasi Qualcomm, yang menggunakan kedua chipset tersebut untuk Xiaomi Mi Note Pro dan Xiaomi Mi4i pun kena getahnya. Banyaknya para penggunanya yang mengeluhkan performa kedua smartphone tersebut, serta beberapa smartphone lain dengan chipset yang sama, sepertinya membuat Samsung yang langganan menggunakan Snapdragon pada varian flagshipnya untuk absen kali ini dan memilih chipset hasil dapur sendiri – Exynos.

Raksasa korea lainnya, LG, pun mundur dari menggunakan Snapdragon 810 dan akhirnya memutuskan – meski masih menggunakan Qualcomm – untuk menggunakan Snapdragon 808 meski dengan performa yang sedikit lebih buruk. Tak pelak, pemain lain-pun mengikuti hal yang sama – kecuali OnePlus yang tetap optimis dengan Snapdragon 810 di OnePlus Two-nya – sehingga permintaan terhadap chipset tersebut terjun bebas.

Mundurnya Samsung, setidaknya seri Galaxy S6, dan kawan-kawan dari daftar pelanggan Qualcomm memberikan dampak yang cukup dalam bagi Qualcomm. Terlebih bisnis Qualcomm yang sangat mengandalkan penjualan dari smartphone yang menggunakan chipset-nya. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan konfirmasi Qualcomm mengenai pemberhentian kerja ribuan karyawannya. Dilaporkan dari 30.000 karyawan Qualcomm, 15% akan mengalami pemutusan hubungan kerja.

Belum lagi kompetisi dari MediaTek dan Intel yang semakin semangat hadir dengan solusi chipset 64-bit nya di semua kelas pasar. Tampaknya Qualcomm memiliki pe-er yang cukup banyak pada bulan-bulan yang akan datang.

 

 

sumber | via

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>