Pelanggaran Yang Dilakukan Provider Telepon Tanpa Kita Sadari

Privacy

Saat ini, hampir semua orang menggunakan handphone, baik itu merupakan handphone murah yang biasa disebut dengan feature phone, maupun smartphone kelas atas yang berharga belasan juta Rupiah. Semua handphone tersebut, pasti menggunakan sebuah kartu SIM yang dikeluarkan oleh provider telepon. Dengan memakai kartu SIM tersebut, kita pun otomatis menjadi pelanggan sang provider. Dalam waktu yang sama, kita juga mempercayakan provider tersebut untuk membantu mengirim dan menerima data-data kita baik berupa sambungan telepon, SMS, hingga akses internet.

Sayangnya, seringkali provider tersebut melakukan pelanggaran-pelanggaran yang tidak kita sadari. Yang paling terkenal beberapa waktu yang lalu adalah layanan SMS premium. Tanpa kita sadari, terkadang tiba-tiba kita dianggap sudah menjadi pelanggan sebuah layanan SMS premium, dan pulsa handphone kita disedot begitu saja sampai habis. Sejak saat itu, orang mulai sadar untuk berhati-hati ketika menerima SMS tawaran-tawaran promo, sekaligus memprotes beberapa provider yang melakukan praktek-praktek seperti itu.

Saat ini, di masa perkembangan teknologi yang begitu pesat, ada beberapa pelanggaran-pelanggaran lain yang dilakukan para provider telepon kepada kita. Biasanya, pelanggaran-pelanggaran tersebut dibalut dengan nama yang keren agar para pengguna tidak memahami istilah tersebut sebagai sebuah pelanggaran. Apabila ada yang tidak tercantum dalam artikel ini, anda bisa menambahkannya di kolom komentar.

Location Based Messaging

Pernahkah anda masuk ke dalam sebuah mall, dan tiba-tiba anda langsung mendapat SMS tentang sebuah promo dari mall tersebut? Nah, itulah yang dinamakan Location Based Messaging. Hal ini saya sebut pelanggaran, karena secara tidak langsung sang provider telah melakukan penyadapan terhadap lokasi kita. Itu saja sudah merupakan pelanggaran, lalu bagaimana bila data tersebut jatuh ke tangan pihak lain yang seharusnya tidak mengetahui hal itu?

Interstitial Ads

Kalau yang satu ini hanya berlaku pada smartphone yang mempunyai akses internet. Jika anda sedang mengakses sebuah website lewat browser, terkadang anda akan dialihkan ke sebuah halaman lain yang biasanya berisi iklan. Kita baru bisa sampai di website yang kita tuju bila kita menekan tombol ‘Skip’. Ini juga merupakan pelanggaran karena provider mengarahkan kita ke sebuah website yang sebenarnya tidak ingin kita lihat.

Contoh Interstitial Ads

Contoh Interstitial Ads

Bayangkan jika ada seorang pengguna yang entah karena suatu hal, akan pingsan bila melihat sebuah benda tertentu. Dan tiba-tiba sang provider mengarahkan pengguna tersebut ke Interstitial Ads yang menampilkan gambar dari barang yang ia takuti, apa yang akan terjadi?

Saat ini, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) telah secara terbuka menolak Interstitial Ads ini. Onno W. Purbo, seorang praktisi IT yang juga merupakan calon Menteri Komunikasi dan Informatika, bahkan menyebut Interstitial Ads sebagai sebuah penyadapan terhadap lalu lintas data, dan bentuk persaingan yang tidak sehat. Bayangkan apabila ada seseorang yang ingin mengakses Aitinesia.com, tapi malah disuguhkan iklan halaman website lain. Inilah yang menurut Onno merupakan bentuk persaingan yang tidak sehat dari sebuah Interstitial Ads.

Bagaimana dengan anda? Apa pendapat anda tentang pelanggaran-pelanggaran ini?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>