Paris – The Next Silicon Valley?

Paris Silicon ValleyMungkin kita sudah begitu terbiasa mendengar nama Silicon Valley, pusat perkembangan teknologi informasi di Amerika Serikat. Lalu bagaimana di negara-negara lain? Bangalore sudah berusaha mewujudkan diri sebagai pusat teknologi informasi di India, dan baru-baru ini Romain Dillet, seorang jurnalis TechCrunch, berusaha mengupas tentang Paris yang juga berkembang ke arah sana.

Memang ada startup-startup yang mulai tumbuh di sana?

Ada, dan mereka benar-benar menjanjikan, walau belum banyak orang yang tahu. Pertama-tama ada Alice Zagury yang membangun TheFamily, akselerator yang membantu para startup untuk berkembang, baik dari sisi pendanaan maupun pembuatan program. Paris juga sudah mempunyai LeWeb, yang begitu aktif membuat event bagi para penggiat startup. Dari sisi teknologi ada Plug yang mengembangkan penggunaan USB Drive kita sebagai Dropbox gadungan. Dan masih banyak hal menarik lain dari Paris yang sayang untuk dilewatkan.

Untuk membangun sebuah pusat teknologi informasi seperti Silicon Valley, ada 4 hal yang harus dimiliki;

  1. Entrepreneur yang berani
  2. Para pemilik modal yang mau memberikan bantuan
  3. Sekolah yang menghasilkan para programmer dan engineer handal
  4. Jurnalis yang siap memperkenalkan startup-startup yang ada ke seluruh dunia

Bagaimana dengan Paris? Mereka jelas memiliki sistem pendidikan yang baik, dan bisa menghasilkan engineer, bahkan pebisnis dan entrepreneur handal. Namun kebanyakan dari mereka saat ini masih memilih untuk bekerja di luar Paris.

Sebuah perubahan besar kini sedang terjadi di kalangan media Paris, di mana berita tentang startup dan inovasi teknologi informasi mulai mendapat tempat, bahkan beberapa kali bisa menjadi headline. Hal ini menunjukkan kalau masyarakat Paris mulai menginginkan informasi terkait hal tersebut. Namun bagaimana dengan berita tentang startup di Paris, apakah sampai ke dunia luar? Di sinilah letak masalahnya, para jurnalis yang biasa menulis tentang startup dalam Bahasa Inggris, lebih banyak berdomisili di London dan Berlin. Itulah mengapa berita-berita tentang startup lebih banyak berasal dari 2 kota tersebut. Mungkin bila para blogger dan jurnalis di Paris mulai menulis berita dalam Bahasa Inggris, startup dari kota mode tersebut bisa lebih dikenal.

Demikian juga dari sisi aplikasi, masih banyak produk startup dari Paris yang dikemas dalam Bahasa Perancis. Mereka mungkin tak kalah dari sisi fungsi aplikasi, tapi pengguna yang tidak berbahasa Perancis pasti enggan (dan juga bingung) bila berhadapan dengan aplikasi seperti itu. Akan lebih baik kalau mereka membuat aplikasi dalam Bahasa Inggris, baru kemudian membuat aplikasi lokal yang berbahasa Perancis. Dan jangan lupa, hindari membuat blog perusahaan dalam Bahasa Perancis.

Masalah-masalah yang dialami Paris sebenarnya tak jauh beda dengan yang terjadi di Indonesia. Bisakah kita merubah diri dan mengejar ketertinggalan?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>