Paris – Adakah Startup di Sana?

Paris

Kemarin kita sudah membahas apa yang harus dilakukan Paris untuk bisa menjadi The Next Silicon Valley, lalu apa hambatan-hambatan yang ditemui komunitas Startup di sana, dan apa saja Startup yang sedang ‘bergerak’ maju di sana?

Langkah Paris di dunia teknologi informasi diawali dengan barisan berita tak mengenakkan yang tersebar di media. Yahoo pernah mencoba membeli sebagian besar saham Dailymotion, Youtube asal Perancis, yang sebelumnya dimiliki oleh France Telecom / Orange seharga 200 Juta Dollar. Namun tiba-tiba rencana itu gagal karena intervensi pemerintah Perancis. Dikabarkan kalau Menteri Pembaruan Industri Perancis, Arnaud Montebourg, menganggap Dailymotion sebagai aset penting teknologi Perancis dan tak menyukai kalau startup tersebut jatuh ke tangan Amerika.

Ketegangan juga pernah terjadi antara Pemerintah Perancis dengan Apple, ketika sebuah aplikasi yang bernama AppGratis ditarik dari AppStore. Kemungkinan hal tersebut karena AppGratis dianggap melanggar salah satu aturan AppStore yang melarang sebuah aplikasi untuk beroperasi layaknya AppStore. Sementara itu sang CEO AppGratis, Simon Dawlat, berpendapat kalau aplikasinya hanya membantu pengguna menemukan aplikasi yang menarik, dan seharusnya malah AppStore berterima kasih pada AppGratis. Komentar dari Menteri Ekonomi Digital Perancis, Fleur Pellerin, kalau tindakan Apple sebagai ‘kelakuan yang tidak etis’, turut memperparah keadaan.

Permasalahan terbaru yang muncul antara Startup dan Pemerintah Perancis adalah ketika muncul perseteruan antara para pengemudi taksi tradisional dengan Startup pemesanan taksi online seperti Uber dan LeCab. Sempat muncul ide untuk menahan penumpang selama 15 menit sebelum masuk ke taksi yang dikelola oleh startup tersebut, namun ide itu malah memancing petisi penolakan. Terakhir, para pengemudi taksi tradisional yang melakukan protes, hingga menyerang taksi milik Uber.

Semua hal tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi antara komunitas Startup dan Pemerintah Perancis. Kini mereka berusaha untuk menyebarkan berita-berita positif tentang startup, dan mengajak semua orang untuk saling membantu demi kemajuan negara tersebut. Karena sebenarnya, Paris punya potensi.

Mindie

Mindie

Mereka memiliki Mindie, sebuah aplikasi di mana kita bisa menyisipkan video ke dalam sebuah musik (dan bukan sebaliknya) untuk kemudian kita bagi dengan para pengguna yang lain. Ada yang menyebut Mindie sebagai MTV-nya generasi mobile. Mindie saat ini menjadi begitu terkenal hingga mendapat pendanaan mencapai 1.2 Juta Dollar. Kalau anda memakai iPhone, aplikasi ini memang benar-benar layak untuk dicoba. Uniknya, para pembuat Mindie sebelumnya membuat aplikasi yang bernama Ever, yang benar-benar gagal, bahkan sebelum sempat dipublikasikan di AppStore.

Contoh startup lain yang juga menarik perhatian adalah Plug / Lima. Mereka membuat sebuah adapter, yang membuat USB Drive (Flash Disk) yang biasa anda gunakan menjadi cloud storage semacam Dropbox, untuk semua device anda. Di awal kemunculannya, sang CEO, Severin Marcombes mengatakan kalau ia tak tahu berapa investasi yang akan ia dapatkan untuk produk tersebut. Dan dalam 36 hari, Plug telah mendapat investasi hingga 1.2 Juta Dollar !! Dengan prestasi tersebut, mereka pun menjadi startup dengan investasi terbesar ke-10 yang dipublikasikan di KickStarter.

Selain itu, di Paris masih ada Dymant yang menjual barang-barang kerajinan yang eksklusif (yang langka dan mahal) untuk para pengguna mereka. Ada juga Bunkr yang berusaha menjadi pesaing Microsoft PowerPoint. Dan masih banyak startup-startup lain di Paris yang sebenarnya bisa lebih berkembang, jika mereka mendapat perlakuan yang berbeda dari sekarang.

Beberapa perusahaan teknologi informasi besar, lahir dan besar di Eropa, seperti Skype, Spotify, SoundCloud. Di Perancis sendiri ada nama-nama seperti Criteo, DailyMotion, dan Deezer. Itu artinya, ada kesempatan besar di sana. Sayangnya, antusiasme para pemilik modal di Eropa belum se-agresif di Amerika, karena itu startup-startup tersebut sedikit mempunyai hambatan untuk berkembang. Tapi dalam waktu yang tidak terlalu lama, situasi bisa saja berubah.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>