Pantau Harga Resmi Menjadi Mitra Kementerian Perdagangan

Pantau Harga, salah satu aplikasi pemenang Hackathon Merdeka 1.0 yang diadakan pada bulan Agustus 2015 silam resmi digandeng oleh Kementerian Perdagangan. Aplikasi yang dikembangkan oleh Ivan Sugiarto Widodo  , Ronny Perdana Panduwana  , Widodo Pangestu , dan Yohanes Gultom ini menggabungkan konsep crowdsourcing pemantauan dengan classified ads untuk mendeteksi pergerakan harga bahan pangan.

 

Pada saat Hackathon pertama yang dilangsungkan di Indonesia tersebut, Pantau Harga menjadi pemenang bersama dengan 5 Kilogram yang dikembangkan oleh tim Salsabila dan Primoditi yang dikembangkan oleh tim Pasar Laut.

 

Untuk sekarang terdapat 48 komoditas yang masuk dalam daftar pantauan di aplikasi Pantau Harga. Sampai sekarang Pantau Harga telah 1500 kali diunduh dan terdapat 313 pengguna aktif yang rajin memasukkan data informasi harga bahan pangan menurut catatan yang terdapat di situs mereka. Situs Pantau Harga juga menampilkan daftar 10 nama pengguna teratas yang paling banyak memasukkan data harga ke Pantau Harga. Di situs mereka juga bisa dilihat peta penanda daerah-daerah yang telah tercatat harga komoditas tertentunya.

 

Contoh tampilan ketika ingin memeriksa harga komoditas di Pantau Harga (sumber :https://www.facebook.com/pantauharga/)

Contoh tampilan ketika ingin memeriksa harga komoditas di Pantau Harga (sumber :https://www.facebook.com/pantauharga/)

Pengumuman kerjasama Pantau Harga dengan Kemendag disampaikan melalui fanspage mereka di Facebook  pada tanggal 4 Februari 2016 silam.

 

12565443_531590463689350_4316098855909994424_n

Contoh tampilan ketika akan memesan komoditas di Pantau Harga (sumber :https://www.facebook.com/pantauharga/)

 

Pantau Harga mendapatkan lampu hijau dari Kemendag setelah mereka berhasil mengintegrasikan engine milik Pantau Harga dengan Early Warning System (EWS) milik Kemendag.  Kerjasama Pantau Harga dengan Kemendag dinilai tepat sebab terdapat informasi stok untuk penjual yang memudahkan Kemendag untuk melakukan pendataan. EWS sendiri telah berjalan selama sekitar 5 tahun ketika Menteri Perdagangan dijabat oleh Mari Elka Pangestu. EWS ketika itu dibuat untuk mengantisipasi melonjaknya impor barang-barang dari Cina yang masuk ke Indonesia.

 

 

Ketika Pantau Harga pertama kali diluncurkan, dia baru memiliki fitur melaporkan harga dan jual. Fitur beli ditambahkan belakangan.

 

Selain di platform Android, Pantau Harga juga telah bisa digunakan di platform iOS. Semangat nonprofit yang diusung Pantau Harga belakangan didukung oleh rekan-rekan para pengembangnya dengan memberikan berbagai macam dukungan, salah satunya pembuatan video pemakaian Pantau Harga yang bisa dilihat di fanspage mereka.

 

Tantangan terbesar Pantau Harga saat ini adalah memperluas jaringan mereka hingga ke pelosok yang masih kesulitan sinyal internet.

 

Apakah di antara para pembaca ada yang tertarik untuk ikut turun tangan menjadi solusi dari permasalahan tersebut?

Silakan kontak Pantau Harga di http://pantauharga.id/

 

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>