Nokia, Raksasa yang Tengah Menanti Ajal

nokia menanti ajal

Pernahkah anda membayangkan bangkrutnya sebuah perusahaan handphone raksasa seperti Nokia? Yupp, sang ‘mantan’ penguasa pasar handpone dunia itu kini sedang di ambang kehancuran, bahkan waktunya hanya tinggal hitungan bulan.

Pendapat ini bukannya tanpa dasar. Laporan keuangan Nokia sendiri yang mengatakan kalau perusahaan asal Finlandia itu ‘hanya’ mempunyai dana segar sekitar € 4 Milyar di pertengahan tahun ini. Akuisisi yang baru saja mereka lakukan atas perangkat jaringan Siemens (senilai € 1.7 Milyar) membuat mereka hanya mempunyai tabungan sebesar € 2.3 Milyar. Dengan laju kerugian yang mencapai € 500 Juta setiap 3 bulan, maka Nokia ditaksir akan kehabisan uang menjelang akhir 2014. Waktu yang tidak begitu lama bukan?

Bila kita melihat ke belakang, bagaimana 2.5 tahun lalu Nokia mulai kelabakan dengan begitu boomingnya iPhone dan device-device bertenaga Android. Saat itu juga mereka memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan Microsoft demi mengangkat pamor Windows Mobile 8. Bukannya membaik, hal ini justru memperparah neraca keuangan Nokia. Bahkan, Feature Phone berharga murah yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka, mulai tergerus dengan kehadiran smartphone-smartphone Android dengan harga yang tak jauh berbeda.

Di tengah posisinya yang terus menurun ini, Nokia bagai memakan buah simalakama. Dengan cadangan dana yang sedikit, tidak ada lagi kebebasan bagi mereka untuk pengembangan teknologi atau kegiatan marketing yang ‘wah’. Di sisi lain, mengharapkan perbaikan nilai jual hasil kerja sama mereka dengan Microsoft pun bagai mengharap durian runtuh. Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan adalah merubah strategi produksi, termasuk (mungkin) meninjau ulang kerja sama mereka dengan Microsoft.

Seperti yang kita tahu, tidak ada yang salah dari Nokia. Mereka memproduksi handphone dengan desain yang bagus, bentuk yang kokoh, kamera berkualitas, dan prosessor yang mumpuni. Intinya, tak ada masalah dari sisi hardware. Namun, ketika hardware berkualitas itu diisi oleh Windows Mobile, di situlah saat para pengguna mulai menarik diri. Mereka lebih memilih membeli handphone Android versi terbaru atau bahkan iPhone. Karena itu, mengapa Nokia tidak mencoba meluncurkan handphone bertenaga Android? Produsen-produsen seperti HTC, LG, hingga Mito dan Advan saja bisa maju dengan membonceng kepopuleran Android, mengapa Nokia tidak?

Masalahnya, saat ini Nokia dipimpin oleh Stephen Elop, mantan petinggi Microsoft yang pasti akan selalu ‘keukeuh’ mempertahankan kerja sama Nokia dengan Microsoft. Kini, keputusan ada di tangan para pemegang saham Nokia, apakah mereka akan berusaha memaksakan perubahan strategi demi mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, atau merelakan sang mantan raksasa tersungkur kehabisan uang?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>