Ngerinya Pelanggaran Privasi yang Dilakukan Go-Jek dan GrabBike Terhadap Penumpang Mereka

Go-Jek Indonesia Teror

“Ahok : Pengemudi Go-Jek dan GrabBike Harus Dilindungi”, begitulah bunyi judul artikel di sebuah portal berita terkenal di Indonesia. Judul tersebut dibuat terkait dengan berita ojek konvensional yang makin sering melakukan kekerasan terhadap pengemudi Go-Jek dan GrabBike. Namun benarkah hanya mereka yang harus dilindungi?

Menurut pengakuan seorang pengemudi Go-Jek yang saya temui, saat ini Go-Jek Indonesia ternyata telah bekerja sama dengan Brimob atau pihak kepolisian untuk mengamankan operasional para pengemudi Go-Jek. Jadi, bila ada seorang pengemudi Go-Jek yang mengalami tindak kekerasan dari oknum ojek pangkalan, maka ia tinggal mengadu lewat smartphone untuk kemudian ditindak oleh pihak Brimob tersebut. Pihak Brimob tersebut bahkan turut berkeliling, agar semua tindak kekerasan bisa diredam. Jadi, masalahnya selesai donk? Jangan puas dulu, karena ternyata ada pihak lain yang belum dijamin keamanannya oleh Go-Jek dan GrabBike, siapa mereka?

Penumpang Go-Jek dan GrabBike, Tak Sadar Kalau Privasi Mereka Tengah Dilanggar

Selama ini, berita di media massa selalu membahas kekerasan atau ancaman yang diterima oleh para pengemudi Go-Jek dan GrabBike. Namun hanya sedikit, atau bahkan tidak ada sama sekali berita yang membahas pelanggaran privasi yang dilakukan oleh Go-Jek dan GrabBike terhadap para penumpangnya. Apa buktinya kalau ada pelanggaran privasi dalam operasional Go-Jek dan GrabBike?

Untuk membuktikannya, mari kita ikuti alur pemesanan Go-Jek dan GrabBike dari awal hingga akhir. Ketika anda mulai memesan Go-Jek / GrabBike lewat aplikasi mobile, maka NAMA ANDA akan tercantum di smartphone si pengendara Go-Jek / GrabBike, beserta rute pengantaran yang anda inginkan. Setelah itu, pengendara Go-Jek / GrabBike tadi bisa menghubungi NOMOR TELEPON anda, untuk mengkonfirmasi titik jemput. Setelah itu, kalau anda minta diantar ke rumah atau ke kantor, maka secara tidak langsung ia juga akan mengetahui ALAMAT RUMAH atau ALAMAT KANTOR anda. Jadi dalam sekali perjalanan saja, seorang pengendara Go-Jek / GrabBike sudah bisa mengetahui data-data Nama anda, Nomor Telepon anda, dan Alamat Rumah atau Kantor anda. Hal itu jelas merupakan sebuah pelanggaran privasi yang rentan disalahgunakan, dan akibatnya bisa jadi menyeramkan.

Seramnya Pelanggaran Privasi yang Dilakukan Oleh Go-Jek dan GrabBike

Screenshot SMS Teror dari Pengemudi Go-Jek (Sumber : Techinasia)

Screenshot SMS Teror dari Pengemudi Go-Jek (Sumber : Techinasia)

Dari sebuah tulisan di website Tech in Asia, kita bisa melihat bagaimana seorang pengendara Go-Jek meneror seorang penumpang yang telah ia layani lewat SMS, karena si penumpang memberinya review yang buruk. Seorang teman saya yang tidak mau disebutkan namanya pun menyebutkan kalau ia pernah menerima SMS yang bernada kasar dari seorang pengendara Go-Jek karena alasan yang sama. Dan saya yakin selain mereka berdua, masih ada banyak penumpang Go-Jek lain yang mengalami hal serupa.

Setelah saya telusuri, ternyata memang seorang pengendara Go-Jek akan langsung menerima notifikasi atau pemberitahuan tentang review yang mereka dapat dari seorang penumpang. Review yang buruk tentu bisa menyebabkan mereka kehilangan pekerjaan mereka sebagai seorang pengemudi Go-Jek. Karenanya, beberapa dari mereka ada yang nekat mengirim SMS bernada kasar, serta memberi ancaman kepada penumpang yang memberikan review buruk tersebut. Masih untung apabila berhenti sampai di situ, tapi bagaimana kalau mereka sampai datang ke rumah kita dan membahayakan diri serta keluarga kita? Atau bagaimana kalau mereka datang ke kantor kita dan mempermalukan kita di hadapan rekan-rekan kerja kita?

Berbeda lagi yang dilakukan oleh seorang pengendara GrabBike yang ditumpangi oleh teman saya. Kebetulan teman saya merupakan seorang perempuan. Teman saya tidak memberikan review buruk atau semacamnya setelah perjalanan, tapi ia pun juga mendapat SMS dari sang pengemudi GrabBike. Berbeda dengan cerita saya sebelumnya, kali ini SMS tersebut berisi kata-kata bernada menggoda. Berikut contoh SMS dari pengemudi GrabBike tersebut:

Kiriman SMS Teror dari Pengemudi GrabBike

Kiriman SMS Teror dari Pengemudi GrabBike

Ia bahkan sampai merubah status setelah mengirim SMS kepada teman saya:

GrabBike Teror 2

Bayangkan kalau si pengemudi tersebut merupakan seorang psikopat yang sampai menelepon berkali-kali atau langsung datang ke rumah teman saya untuk menggoda teman saya tersebut. Sangat menyeramkan, bukan?

Pentingnya Keamanan Privasi Dalam Menggunakan Aplikasi Mobile

Go-Jek dan GrabBike merupakan sebuah inovasi teknologi yang telah membawa banyak hal yang baik, seperti mempercepat waktu untuk bepergian di dalam kota, serta membuka ribuan lapangan kerja baru. Namun lebih baik lagi kalau inovasi yang mereka lakukan juga disertai dengan perlindungan privasi yang baik kepada para penggunanya.

Fleety, Perangkat Penghubung Pengemudi dan Pemesan di Taksi Blue Bird (Sumber)

Fleety, Perangkat Penghubung Pengemudi dan Pemesan di Taksi Blue Bird (Sumber)

Perusahaan taksi Blue Bird merupakan salah satu contoh penyedia layanan yang sangat memperhatikan privasi para pelanggannya. Bila setiap pengendara Go-Jek dan GrabBike mempunyai sebuah aplikasi mobile untuk menerima pesanan dari pengguna, maka setiap pengemudi taksi Blue Bird dilengkapi dengan alat buatan Tiongkok yang disebut Fleety. Setiap ada pemesanan terhadap armada taksi Blue Bird, akan muncul data berupa titik jemput di mana seorang pemesan sedang menunggu. Dengan alat tersebut, pengemudi Blue Bird juga bisa menghubungi pemesan untuk mengkonfirmasi titik penjemputan, namun sang pengemudi tidak bisa mengetahui berapa nomor telepon pemesan tersebut. Semua data pemesan tersimpan rapat di dalam sistem perangkat Fleety, dan tidak ditampilkan kepada pengemudi. Setelah perjalanan selesai, kita tidak akan bisa menghubungi pengemudi taksi tersebut, dan pengemudi tersebut pun tidak bisa menelepon kita.

Lebih lanjut, Blue Bird juga baru membuka laporan review dari para pengguna sekitar seminggu setelah waktu perjalanan tersebut. Sehingga apabila seorang pengemudi mendapat review buruk, kemungkinan ia sudah lupa dengan wajah penumpang yang memberikan review buruk tersebut.

Semoga Go-Jek dan GrabBike bisa belajar dari insiden ini, dan selanjutnya berusaha memberikan jaminan privasi yang lebih aman. Sebaliknya, sebagai pengguna, mari kita sadar akan pentingnya menjaga privasi ketika menggunakan aplikasi mobile seperti Go-Jek dan GrabBike, sebelum terjadi hal-hal buruk kepada diri kita dan keluarga kita.

ETIKA :

Kami serius dalam mempertahankan etika dan independensi dalam menulis artikel. Oleh karena itu, artikel ini dibuat tanpa campur tangan dari pihak manapun, murni dari hasil pengamatan dan diskusi penulis dengan pihak-pihak terkait. Aitinesia dan penulis tidak mempunyai hubungan apapun dengan pihak-pihak yang disebutkan dalam artikel ini.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

93 Responses

  1. harris says:

    di gitHub bertebaran p2p voice kaya skype, bentar lagi juga di pake sama gb dan gj
    nanti user ngga perlu pake noHP, cukup ID aja, proses calling dan terima msg, hanya saat user aktif mengorder driver tsb, otherwise si driver ngga bisa kontak user… as simple as that…

  2. dian says:

    utk blue bird kayaknya perlu dicek & review lagi deh
    bbrp kali saya order bluebird, akan ditelp langsung sopir bluebird ke HP saya
    untuk menginformasikan klo sopir bluebird sudah sampe lobby

    jadi utk privasi no HP ke sopir bluebird perlu dicek lg

    • Gustaf says:

      yang perlu cek dan review itu sepertinya mbak deh.. saya kerja di bluebird. pengemudi taksi hanya bisa menghubungi pemesan taksi melalui alat yg namanya “fleety”. dan di alat itu data pemesan berupa no HP tidak terlihat. bisa saya jamin

      • adityahadi says:

        Terima kasih mas gustaf, atas tambahan infonya :)

      • Rendra says:

        Mas Gustaf, anda tidak pernah pesan Blue Bird?
        Yang di utarakan Mbak Dian benar adanya. Ketika pesan via call center maupun app. Apabila supir sudah sampai, dan si pemesan belum terlihat. Supir akan menelpon si pemesan.

        Memang privasi jadi tidak aman karena semua tahu alamat dan no telp. Tetapi itu adalah pilihan pelanggan. Sama halnya ketika memesan belanja online dan sebagainya.

        • Aditya says:

          supir taksinya nelpon lewat fleety, fleetynya yang mengalihkan ke pemesan
          supir taksinya gak tau nomer teleponnya

      • andry says:

        rempong semua ya org2 yg gak melek teknologi mulutnya cm bisa menjelekkan. alat yang dipakai bluebird, cukup menekan 1 tombol utk melakukan telepon ke customer, tanpa tahu nomor customernya. jadi logikanya alat tersebut melakukan perintah ke komputer pusat, kemudian komputer pusat akan menelpon ke customer, dan suaranya dikirim kembali ke alat tsb.

    • junz says:

      Ya mereka bisa telepon kita lansung dr alatnya. Tapi para driver bluebird tidak tahu nomor kita secara langsung. Yang tampil di layar mereka hanya bbrapa digit nomor hp kita saja. Sisanya di hide oleh alat tersebut.

    • Todi says:

      Usulan utk menjaga privasi penumpang sangat dianjurkan. Sangat setuju dan segera diimplementasikan.

      Mengulas Bluebird (soalnya penulis udah nyebut brand), skrng saya selalu ditelefon oleh pengemudi jika taxi pesenan telah tiba di lokasi. Menurut saya, informasi dari penulis harus dikoreksi.

      • adityahadi says:

        Terima kasih komentarnya mas todi. Coba dicek apakah pengemudi tersebut meneleponnya dengan alat khusus atau dengan handphone. Apabila si pengemudi menggunakan handphone, kemungkinan ada ketentuan khusus dari penyedia layanan taksi, karena normalnya menggunakan alat khusus yang sudah saya sebutkan di dalam artikel.

    • roen says:

      Benar sekali mba dian…sampai2 supir bluebird simpan nomor sy dan suka sms ngga jelas..sm dengan gb dan gj yg dibahas..

  3. Rere says:

    Apa yang masuk ke driver hanya feedback yang buruk aja ya, dan orang kantor langsung yg info? Kemarin samping-sampingan sama abang gojek, dia ga punya fasilitas utk lihat review penumpang kok dan dia ga pernah dihubungi soal review-review ini dr kantor.

    • adityahadi says:

      menurut hasil interview saya dengan pengendara Go-Jek, plus pengalaman dari para pengguna Go-Jek seperti yang saya sampaikan di dalam artikel, pengendara Go-Jek sudah bisa tahu review yang dia dapat, tak lama setelah pengantaran penumpang selesai.

  4. Bayu says:

    Black campaign persis seperti jaman krisis dimana konon perampokan dan penculikan dari taksi kompetitor banyak terjadi. Kayaknya yg dulu jg cuma black campaign. Jaman udah beda, gak gampang lagi dikibuli.

  5. Ahauw says:

    Kata siapa mas supir bluebird tidak bisa menghubungi kita? Saya dihubungi tuh sama supirnya langsung.

    • adityahadi says:

      seperti yang disebutkan oleh pembaca lain di atas, seharusnya pengemudi tersebut menghubungi pemesan lewat Fleety. Apabila dia menelepon langsung dengan handphone, berarti ada ketentuan lain dari perusahaan taksi tersebut.

  6. olenk says:

    Ga usah order GB atau GJ kalo privasi lo merasa ke ganggu..gitu aja repot…mangkanya kalo mo kemanamana berdoa dulu biar hati N pikiran lu ga ngaco

  7. dife says:

    Yup untuk bluebird saya juga pernah di konfirmasi oleh drivernya kalau sudah sampai di depan kantor saya dan kebetulan juga kantor saya langganana voucher bluebird

  8. kimpiy says:

    Yaelah ini mah iklann.. mksdny pngn promosiin bluebird pny taksi ato ojek barunya.. lol

  9. Tia says:

    Berita ini bener? Waktu itu pernah dikasih tau sama Abang gojek, kalo setiap driver ga bisa melihat nomor tlp si pemesan karena di aplikasi HP mereka cuma tertulis ‘Customer’ aja. Waktu itu dia bilang ini usaha perusahaan untuk menjaga privasi pelanggan. dan biar mencegah driver buat meneror dan mengambil langganan (jadi ojek langganan). Jadi saya mikirnya, semua komunikasi antara driver-pelanggan, itu kemungkinan diawasi oleh perusahaan gojek, kecuali kalau pelanggan sendiri yang mencantumkan nomor HP di detail location. CMIIW.

    • adityahadi says:

      Kalau memang begitu, tentu tidak akan terjadi kasus yang saya ceritakan di atas … dan buktinya kasus2 tersebut adalah fakta yang beberapa kali terjadi.

      • furqon says:

        Yang dikatakan mba tia diatas sepertinya benar, beda khasus lagi kalau si pelanggan yg menghubungi driver otomatis nomer pelanggan akan tertera di hp driver, mgkn khasus diatas itu terjadi karena pelanggan pernah menghubungi sang driver sehingga nomer pelanggan otomatis tertera di hp sang driver. Ya balik lagi klu memang gojek dan grabbike benar2 ingin lebih menjaga privasi harusnya mempunyai aplikasi atau alat semacam bluebird.

        • adityahadi says:

          Menurut interview saya dengan beberapa pengendara Go-Jek, mereka bisa mengetahui nomor pelanggan, karena komunikasi tersebut dilakukan lewat jaringan telepon biasa, yang artinya akan tercatat di Call Log.

  10. Semoga ke depannya Go Jek dan juga Grabbike memberikan privasi yang sangat baik terhadap penumpangnya dan juga calon penumpangnnya. Jadi serem deh kalo yang naik mbak mbak terus nomornya masih tersimpen di Go Jek yang dia pesan. Takutnya nanti terjadi hal yang tidak di inginkan..

  11. Rio Samuel says:

    ya pengguna gojek ato grab bike harusnya udah tau resiko kalo mreka menggunakkan jasa atau grab bike jadi apapun resikonya seharusnya mreka sudah siap menerimanya dong . kalau emang takut ya gausah pake jasa gojek atau grab bike kan simple.

  12. Vivi Amelia says:

    Promosi terselubung.. dengan menjelekkan bisnis orang lain.. lain kali sebutin kelebihanny juga dong.. biar orang bsa mnilai baik dan buruknya…

  13. tian says:

    saya rasa benar. bbrp kali saya ditelpon supir gojeknya langsung utk mengetahui posisi atau sms. dan mengenai bad review, itu juga benar kok. supir gojeknya langsung tau. krn pengalaman teman. dan pernah dengar dr teman, justru sipenumpang yg ngejar2 tukang gojeknya krn supirnya ganteng. dan si penumpang cewek tsb save nomer tukang gojeknya

  14. Damay says:

    Saya juga pernah sampai ditolak gojek, bapaknya datang tapi minta cancel dengan nada bicara yang tidak enak hanya karena saya pernah memberi dia review buruk. Saya kan memberi review sesuai seperti service yang dia berikan :(

  15. ahmad zaki says:

    komen saya tak ada yang sempurna,,namanya juga masih baru,,masih wajar bnyak kekurangan,tapi saya pastikan akan bnyak perbaikan kedepan

  16. Tan says:

    benar juga ya, driver-nya berarti enggak profesional, dikasih review jelek untuk memperbaiki kualitas malah ngamuk, dapet penumpang cantik digoda. kalau dari sisi privasi berarti bagusan ojek biasa ya? karena mreka tidak tahu alamat & nomor kita, kecuali kita yang memberikan.

  17. Arif says:

    Selama order bluebird via android, si supir bisa kontak kita langsung koq jadi saya ragu klaim ditulisan ini yg pakai fleety terjamin privacynya. Saya ga tau apa yg telpon ke callcenter bluebird bs tau nmr customernya.

  18. Jefri says:

    Untuk masalah review akan terlihat paling cepet 1 Hari setelah driver mengantar penumpang jadi tidak akan langsung terlihat setelah driver mengantar penumpang. Dan masalah no hp Dan Alamat Adalah pilihan pelanggan. Contoh misal rumah Dia di jalan A bisa saja Dia Menyebutkan Alamat nya di pinggir jalan Raya begitu pun no hp. Bisa saja Dia menggunakan no hp Teman, kerabat atau Pembantu . Dan Jika memang Ada driver gojek yang berlaku seperti diatas. Bukan berarti semua driver gojek berperilaku seperti itu. Itu hanya oknum seperti Jika Ada oknum driver taxi yang kurang ajar atau lain nya. Maka Bukan berarti semua supir taxi berperilaku seperti itu. Dan untuk permasalahan diatas Jika anda mengalaminya anda bisa melaporkannya ke call center gojek sehingga oknum tersebut akan di kenakan sangsi dari pihak gojek. Nah jadi tidak perlu khawatir Jika anda mengalaminya Hal seperti diatas. Dan mudah mudahan gojek memiliki aplikasi yg lebih bagus lagi sehingga tidak Ada celah untuk driver melakukan Hal diatas.

  19. Kotasusu says:

    Semua hal diatas terjadi karena gojek yg ngrekrut driver asal-asalan…asal daftar dia bs jd driver gojek..tanpa dites psikologinya…berarti ga memikirkan keselamatan dan kenyamanan penumpang (memang ga semua sih).

  20. Willy says:

    Menurut saya, ini merupakan masalah manajemen bagaimana gojek dan grab bike menyeleksi tukang ojek dan bagaimana pelanggan memberikan informasi.

    Jika mau ditelusuri hal mengenai privasi, apa bedanya dengan kita belanja online di tokopedia, lazada, blibli, rakuten, dsb? Kita juga memberikan informasi lengkap.

    Mungkin ada yang berpendapat bahwa kalau informasi kita hanya dapat dilihat oleh admin atau toko yang menjual, sehingga kita tidak khawatir. Apakah saat pengiriman, barang anda tidak dikirim ke rumah? Apakah nomor handphone tidak tercantum pada paket? Belum lagi jika kita membayar menggunakan credit card, apakah ada jaminan kalo CVV yang kita input di web itu aman? Bagaimana jika ternyata admin dapat melihat semua data, dan menjualnya kepada carder??

    Saya sering dikirimi paket, dan juga sering ditelp oleh kurir, bisa jadi nomor hp saya jg disave di hp kurir. Bahkan akhir-akhir ini kurir JNE sudah mengenali wajah saya setiap ke rumah.

    Tapi apakah dengan begitu saya berhenti menggunakan jasa JNE atau belanja online dengan credit card di online shop?? Saya tidak tau untuk yang lain, saya memang membutuhkan mereka untuk mengantarkan paket.

    Privasi itu mahal! Coba dipikirkan, seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh para artis-artis untuk menjaga privasi mereka??

  21. Bramski says:

    Nice article..
    Hal ini memang sudah muncul sejak anda download applikasi Gojeck atau grab dari Playstore, sebelum didownload sudah muncul kan kira-kira data-data apa saja yang dapat diakses dari applikasi ini..
    Kalo mau aman dari kita dan niat ya pake hape dual sim terus ganti2 nomor terus hhe..
    solusi yg bagus untuk 2 provider ini ya p2p voice seperti komen diatas.. bisa langsung diterapkan, tapi melihat jumlah driver gojek dan penggunananya, cost dan biaya infratruktur yang harus dikeluarkan untuk menambah fasilitas ini cukup besar.
    ya mari kita lihat kedepannya apakah Provider2 ojek ini profit oriented saja atau memang mau jadi perusahaan yang menjamin privasi customernya..

  22. Antonius Agus Salim says:

    Dear Penulis,

    Mohon maaf sebelumnya, tapi saya tergelitik untuk menuliskan komentar terhadap tulisan ini. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan terkait tulisan ini dilihat dari opini saya :

    1. This is a good writing. Pertama kali membacanya, saya penasaran dengan judul/headlinenya. Sesuatu yang membuat orang penasaran hingga ingin mebaca keseluruhan tulisan ini. Namun, apakah sudah sahih bahwa pelanggaran tersebut dilakukan oleh Gojek dan Grabbike sebagai suatu entitas hukum? Jika kita kaji lebih dalam lagi, kemungkinan yang melanggar hal tersebut adalah pengemudi yang tergabung dalam Gojek dan Grabbike, bukan Gojek dan Grabbike sebagai suatu entitas hukum. Sehingga, menurut pendapat saya, penulisan Gojek dan Grabbike kurang sesuai.
    2. Pada paragraf : “Menurut pengakuan seorang pengemudi Go-Jek yang saya temui, saat ini Go-Jek Indonesia ternyata telah bekerja sama dengan Brimob atau pihak kepolisian untuk mengamankan operasional para pengemudi Go-Jek…” Penulis hanya mewawancarai satu pengemudi Gojek saja? Bisa jadi pengemudi gojek tersebut adalah pengemudi baru atau memang pengemudi yang belum mengetahui dapur belakangnya Gojek sehingga kemungkinan dia bisa memberikan false information. Setahu saya, untuk sebuah tulisan yang dapat menggiring opini pembacanya, maka kevalidan data mutlak diperlukan. Sehingga, jika kita hanya rely pada satu data saja, ada kemungkinan informasi yang disajikan bisa salah/misleading. Why dont you ask the management (Gojek.red) regarding this? Merekalah yang bertanggungjawab dan dapat memberikan informasi yang sahih. Karena setelah saya baca artikel ini sampai habis, terkesan persuasif dan dapat menggiring opini pembacanya.
    3. Kemudian untuk masalah penyaduran dari Web Techin Asia, apakah penulis telah meyakini apa yang diposting disana benar adanya? Bagaimana kalau itu merupakan suatu permainan photoshop? Terkait isinya, memang hal tersebut dimungkinkan dan bisa menjadi pelajaran buat kita untuk lebih hati-hati lagi dalam menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis GPS dan informasi pribadi.
    4. Membaca tulisan Saudara, saya membaca beberapa kalimat persuasif negatif seperti :” Bayangkan kalau si pengemudi tersebut merupakan seorang psikopat yang sampai menelepon berkali-kali atau langsung datang ke rumah teman saya untuk menggoda teman saya tersebut. Sangat menyeramkan, bukan?”. Mungkin kita bisa menulis sesuatu opini namun apabila hal tersebut belum tentu kesahihannya, maka sebaiknya kita menulis kalimat neutral saja tanpa embel-embel persuasif negatif seperti contoh tersebut diatas.
    5. Terkait dengan disclaimer (dalam bahasa situs ini adalah etika) memang dijelaskan bahwa Penulis tidak terkait secara hukum dengan siapa dan apapun yang tertulis dalam tulisan ini. Namun, sesuai kaidah penulisan dan marketing, sebaiknya Penulis mungkin bisa mengganti nama-nama tersebut diatas dengan nama umum selama hal tersebut belum diuji kebenarannya seperti Penyedia Jasa Ojek Online merefer kepada Gojek atau Grabbike dan Operator Taksi merefer ke Taksi Blue Bird. Jika Penulis melakukan hal tersebut, kemungkinan pembaca mengatakan bahwa tulisan penulis merupakan suatu black campaign akan berkurang dibanding Penulis menuliskan institusinya.
    6. Namun, saya tetap menilai informasi yang disampaikan penulis bermanfaat bagi kita semua diera keterbukaan informasi dan teknologi ini. Pengaruh-pengaruh dan dampak negatif tersebut todak dapat kita hentikan namun bisa kita kontrol dengan tetap berhati-hati dan mawas diri.

    • adityahadi says:

      Dear Mas Antonius,

      Terima kasih banyak atas atensi dan komentarnya, izinkan saya mengonfirmasi sedikit komentar anda :)

      1. Menurut literatur yang saya baca, termasuk di dalam pelanggaran privasi, yaitu “Menyebarkan informasi mengenai data pribadi kepada pihak lain.” Karena itu saya menulis seperti itu. Dan sampai sekarang, di dalam Terms & Conditions penyedia layanan ojek online tersebut, tidak ada kata-kata kalau pengguna harus ikhlas data dirinya disebarkan kepada para pengendara ojek.

      2. Terima kasih atas masukannya. Sampai saat ini, saya belum menerima balasan dari penyedia aplikasi ojek online tersebut.

      3. Terima kasih atas sarannya, saya memang belum mengonfirmasi kebenaran gambar tersebut, namun karena saya mengetahui seorang teman saya mengalami hal serupa, karena itu saya sebutkan kalau kejadian seperti itu benar adanya.

      4 & 5. Terima kasi banyak atas masukannya :)

      6. Semoga artikel ini bisa menjadi masukan bagi layanan penyedia ojek online, sehingga mereka bisa meningkatkan kualitas layanan mereka.

  23. aida says:

    Sama. Waktu itu pernah ada yg nge wa bilangnya dpt nmr tlfn saya dr driver gojek. Udh mention ke twitter gojek tp ga dibales

  24. anton says:

    iy harus diupdate lagi tuh aplikasinya. tapi selama ini saya naik gojek normal2 saja dan rata2 pelayanan bagus.

  25. Noviana says:

    Saya beberapa kali pesan bluebird ke call Centre.. CSnya menanyakan no HP dan biasanya driver langsung telp ke HP saya kalau sudah sampai tempat.. dengan HP pribadi mereka juga tuh.. Tapi untungnya sampai saat ini aman2 saja …

  26. esh says:

    agak aneh..opini simpang siur…komentator rata2 juga aneh…yu belajar bikin aplikasi sendiri..trus diimplementasiin gimana..? debat kusir tanpa hasil..kalo aku sih yes..gojek masih start up. .jelas masih belum comply sana sini dr sisi manapun..konsep oke tp harus dibarengi security..plis jgn ngomong privasi dulu..kecepatan min n maks…awarness setahun 2x terkait service,safety dll….sudah ada…? jgn bilang aplikasinya..klo mind set masih jongkong ya kelaut aja

  27. Reality says:

    Privasi adalah hal yang sudah sangat minim kita bisa dapatkan sekarang. Tidak perlu kasus applikasi ini, sebetulnya dengan memiliki akun media sosial & smartphone saja sudah menghilangkan salah satu privasi milik kita… apa itu? Location. Contoh: orang blindly check in di suatu account sosmed pas lagi hang out di suatu tempat. Semua orang yang berhubungan dengan dia akan tau dimana dia berada dan kalau salah satu dari temannya ingin berniat jahat, mudah sekali kan menemukannya? GPS dalam smartphone atau bahkan sinyal handphone kita saja sudah menghilangkan privasi ttg keberadaan kita. Provider yang menyediakan jasa ini dengan mudah bisa mengetahui dimana kita sekarang… Belum lagi anda mencantumkan alamat email, rumah dan foto anda… membuat comment ini saja saya harus masukin email saya… masih percaya ada yang namanya privasi penuh?

    Jadi jangan kaget, tidak perlu norak dan membesar-besarkan masalah privasi ini… tinggal wise nya kita saja bagaimana memanfaatkan teknologi yang sudah ada dan terus berkembang sekarang. Gak sulit kok, jika menurut anda itu lebih merugikan dan membahayakan anda, ketimbang nilai positifnya yang bisa anda ambil, ya ga usah dipakai…

    Buat korban yang dirugikan seperti contoh di atas, selalu ingat bahwa anda akan mendapatkan suatu hal yang setimpal dengan apa yang anda perbuat. Itu sudah hukum alam, tidak bisa diganggu gugat. Dengan memiliki pemikiran tersebut maka anda akan berpikir 2x sebelum melakukan suatu tindakan (terutama buat yang ngasih rating jelek). Apalagi anda berhubungan dengan manusia lain yang memiliki pola pikir berbeda dengan anda… What do you expect?

    OK ini cuma pendapat saya ya, namanya juga komentar. Salah benarnya tergantung perspektif masing2 hehehe~

  28. Nisya says:

    Good posting, really helpful to be aware, thank you :)

  29. jho says:

    semua pengendara gojek datanya ada di kantor pusat
    kalo ada apa2 ya tinggal teriakin kantor pusat, mereka yang akan urus
    lagian rating jelek untuk driver gojek knapa? pelayanannya emang gimana?
    apakah sangat burukkah? sampai anda(korban) bikin rating jelek???
    1. anda pesen diem di tempat
    2. ojek sampe dan menghubungi anda (misal anda cancel juga ga masalah)
    3. duduk manis dan sampai ditempat (dapet perlindungan asuransi dll)

    anda bisa bandingkan dengan yang lain apakah ada jaminan seperti ini?

    monggo di pikirkan lagi yang sering beri ratting jelek
    dimana2 kita yang nyamperin tukang ojek, bukan tukang ojek yang nyamperin kita, itu merupakan satu nilai ples menurut saya

    ini diluar pelanggaran privasi yak….
    masalah privasi sepertinya anda bisa mengatur sendiri, dan nomer tersebut juga bisa di block
    so jangan repot lah

    anda yang saya maksud disini yang merasa aja (terutama korban)

    udah mulai nglantur hahahaha
    monggo di renungkan

  30. Andri says:

    pertama liat judul si coba penasaran, kedua coma memahami, ketiga kayanya 50% menjelekan pihak lain atau bahasanya bukan menjelakan tapi me, me, menurunkan / merendahkan pihak lain. kita Smartpeople aja, kalo memang mendapatkan hal BURUK seperti di katakan di atas, tinggal lapor aja ke pihak berwajib dan harus di catat BAWA BUKTINYA. selama saya menggunakan jasa ojek online, masih fine” aja. kalo perbandingan 10, saya merasakan 9 banding 1. 9 dari orang” sekitar saya bahwa fine” aja, 1 nya dari artikel ini.

  31. firman says:

    bluebird sama saja pak boss, kalau saya order, tiba2 sering drivernya nelpon saya nanya alamat lengkapnya tapi disini beneran bahwa “Blue Bird juga bisa menghubungi pemesan untuk mengkonfirmasi titik penjemputan, namun sang pengemudi tidak bisa mengetahui berapa nomor telepon pemesan tersebut”
    diperjelas disini “sang pengemudi tidak bisa mengetahui berapa nomor telepon pemesan tersebut” sepertinya emang iya. karena kalo kita ditelpon pasti suara dan sinyalnya jelek bgt, seperti bukan dari handphone

  32. Karisa says:

    Menurut saya ini adalah tulisan yang bagus. Namun ada 2 hal yang menurut saya menarik:

    1. Menurut saya pelanggaran privasi tidak terjadi apabila kita memberikan informasi pribadi secara sukarela kepada pihak ketiga. Pelanggaran privasi baru bisa dikatakan terjadi apabila informasi pribadi yang kita berikan, kemudian disalahgunakan oleh pihak ketiga tersebut.

    Alhamdulillah saya belum pernah ‘diganggu’ oleh pengemudi gojek. Tapi saya setuju bahwa kemungkinan oenyalahgunaan sangat besar dan prihatin mendengar nasib teman2 yang sudah pernah diganggu. Privasi merupakan hal yang sangat penting dan seharusnya dijaga dengan baik oleh pihak manajemen Gojek/GrabBike.

    2. Saya baru mengetahui bahwa pengemudi BB tidak bisa mengetahui nomor hp saya. Apakah benar? Karena sebelumnya saya sudah pernah ditelfon (bahkan disms) oleh pengemudi yang sedang menunggu saya.

    • adityahadi says:

      izinkan saya memberi balasan yah :)

      1. Sampai saat ini, di Terms & Conditions layanan ojek online tersebut tidak disebutkan kalau pengguna harus rela data pribadinya diberikan kepada pengendara ojek. Itulah mengapa saya sebut kasus ini sebagai pelanggaran privasi, karena menurut literatur yang saya baca, “penyebaran data pribadi milik orang lain” sudah termasuk pelanggaran privasi.

      2. Seharusnya pengemudi tersebut menghubungi pemesan lewat Fleety. Apabila dia menelepon langsung dengan handphone, berarti ada ketentuan lain dari perusahaan taksi tersebut.

  33. yafshil says:

    hello

  34. Mustar sulaiman says:

    Maaf ya.. Semuanya… Saya driver gojek ingin meluruskan apa yg jadi perbincangan di blog ini…. Utk no konsumen memang akan terlihat atau terdeteksi karena itu adalah keunggulan dri kami bahwa kami yang akan konfirmasi dimana titik penjemputan… Agar tidak tersasar dan salah orang… Untuk masalah driver yg nakal… Maaf itu hanya oknum saja dimana mana ada oknum kita berfikir positif aja… Apa mungkin dalam satu perusahaannya karyawannya 100 % sempurna…???? Kalao memang sudah menggunakan gojek dan memberikan komen ga bagus itu ga papa karena kami butuh penilaian dan penilaian itu untuk antor lakukab sebagai bahan evaluasi terhadap driver… Apabila memberikab koment tidak bagus dan mendpatka teror dr driver silahkan anda mengadukannya ke call center 02150251110 atau tweet ke @gojekindonesia. Dan koment dr konsumen itu tidak akan terlihat dr siapa karena untuk koment data konsumen sangat dikeep kantor… Driver hanya bisa lihat koment doank tidak bisa tahu siapa yang komen hanya mengira-ngira saja… Jadi privasi konsumen tetap terjaga… Apabila merasa terganggu privasinya mohon laporckan langsung ke pihak kantor gojek… Mohon apabila ingin posting lebih dulu riset bukan hanya dengan 1 atau 2 driver doank harus random maksimal 50 orang minimal 10 orang baru hasil risetnya akan subyektif….. Terima kasih…

    • adityahadi says:

      Mohon maaf mas Mustar, tapi saya sudah lakukan apa yang mas minta sebelum membuat artikel ini, yaitu dengan meriset minimal 10 orang pengemudi ojek online, Terima Kasih :)

      • alam says:

        riset 10 orang dari 200rb driver gojek un rasional om…privasi mahal harganya bagi yang takut privasinya di ketahui orang lain jangan naik yang murah2 harganya…ngono wae repot..driver jg males kali ngurusin yang kaya gitu ngerayu penumpang..yang ada gak dapet uang di pecat iya…mikir simple aja ga usah jauh2 ngebanyangin

  35. Sebenernya ada solusi untuk ini, mereka bisa pakai system VOIP atau Chat di dalam aplikasi Gojek sendiri seperti Whatsapp dan Line yang bisa mengurangi kejadian pelanggaran privasi tersebut. Ada sebuah perusahaan di San Fransisco yang bernama http://www.sinch.com mempunyai service untuk on-app calling dan messaging. Dan perusahaan tersebut developer friendly banget dari dokumentasi, contoh aplikasi realnya juga ada. Pricing plannya juga termasuk murah, jadi bisalah di coba implementasi . Goodluck buat Gojek dan Grab Bike :)

  36. Gun says:

    Terlepas dari terjaga atau tidaknya privasi customer dalam hal ini no hp, coba perhatikan fitur shortcut untuk telepon dan sms ke sriver gj atau gb, itu murni call dan sms biasa yg seharusnya bs diganti dgn massage service lainnya yg tdk menggunakan no hp sbg identifier

  37. orangbiasa says:

    haduuduuuh… kenpa musti jadi rempong sih..
    emang tau no hp kenapa? gak masalah kan…
    sama halnya ttg org yg nelpon kalian utk nawarin ASURANSI.. apa bedanya trus knp?

    lagian… gak semua gojek/grabbike kayak gitu kok..
    Kitanya jg harus mawas diri.
    Kitanya jg harus mawas diri.
    Kitanya jg harus mawas diri.

    Apa yg mereka perbuat gak jauh2 dari apa yg kita perbuat pd mereka.
    Selama ini gw baik2 aja… meski make uber, grabtaxi, grabcar, gojek, grabbike..
    gw baik2 aja dan gak ada teror kayak gtu..
    malahan mereka sering berterima kasih krn diajarin banyak hal dari aplikasi2 mereka yg gak mereka bisa tau..
    seperti uber, tempat tertentu utk mendapatkan surge pricing
    grabtaxi, kita share ke driver cara mndapatkan promo dan bonus lebih banyak
    gojek dan grabbike, kita ajarin cara baca peta, antisipasi cancel dari cust yg seenak udel main2 coba2 order trus dicancel.
    kita ajarin dia spy berlokasi ditempat yg strategis.. karena selain cepet2an juga deket2an..

    Karena ya gw sadar jg, sebagian dari mereka org tua, org gaptek, kadang dia gak bisa baca peta.
    jadi, klo dia dateng lama dan muter2 utk mencari alamat kita.. trus kita nunggu jadi lama..
    maklumin aja… justru kita harus bersyukur kita diberi anugrah kepintaran dari Allah.|
    jangan gara2 dia lama dateng trus dikasih rating jelek..
    mendingan ajarin aja caranya, gw suka ajarin abang2 nya terutama bapak2 yg udh tua dan gak tau peta.. gini loh caranya.. biar dia bisa.. dari pada ngasih rating jelek..
    jadilah kalian manusia berguna bagi org lain dan menyenangkan bagi org lain..
    jangan jadi org yg menyebalkan bagi org lain.
    klopun mau kasih komen dan saran.. yg membangun dan jangan menjatuhkan
    semua tukang ojek yg pernah gw naikin gak pernah melanggar rambu..
    mereka selalu ijin ama kita, klo pun mau melanggar rambu, dapat dipastikan permintaan customer yg buru2… hayooooo… ngaku aja deh kalian yg minta masuk jalur busway ato melanggar lampu merah karena buru2..
    itu jelas bukan salah mereka dan jangan kasih rating jelek..

    rata2 curhatan abang2 gojek dan grabbike dikasih rating jelek gara2 lama dateng..
    kita harus mawas diri.. kira2 waktu yg dibutuhin utk sampai ke tempat kita berapa lama..

  38. Mudag2an ke depannya yg beginian nggakkejadian lagi. Dan ojek2 onlen bisa memberikan service excellent pada customernya, amin

    Lk

  39. dedong says:

    ada yang baru nih namanya Ojek ARGO, pernah nyoba 2x .. yang kerennya nomer hp kita ga ketauan, sistem nya pake chatting sm drivernya

  40. siswoyo says:

    Di Ojek Argo ,privasi pnumpang trjga,krn chatting lngsung mnggunkn apliksinya..Ojek Argo lyanan ojek yg cepat mudah dan murah..saatnya beralih ke Ojek Argo.

  41. Aghie says:

    Sekarang sudah ada layanan ojek online baru yang bisa menjaga privasi pelanggan. Namanya Ojek ARGO.
    Bisa cek disini untuk info lebih detilnya:

    http://m.kaskus.co.id/post/563c63d31ee5df53338b456c/1#post563c63d31ee5df53338b456c

  42. ruri says:

    Terimakasih infonya mas, kebetulan saya sedang belajar mengenai perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna jasa ojek yang menggunakan media elektronik (aplikasi mobile), ijin copas ya mas.

  43. Dahum says:

    Mohon ijin untuk berkomentar tentang layanan suara/teks online dan lain-lain (OOT).

    AFAIK, siapapun penyedia jasa layanan suara maupun teks yang dapat digunakan dipelbagai jasa komunikasi, maka sebelumnya kita sudah harus menyertakan/meregistrasikan email dan tentunya no HP kita. Meskipun secara standar internasional bahwa kedua data tersebut harus di-enkripsi, namun tetap saja kita telah memberikan data pribadi kita kepada orang lain.

    Konsekuensinya? Tentu sudah kita pertimbangkan sejak awal ketika kita memutuskan untuk menggunakan jasa internet. Jika kita merasa terganggu, maka saya setuju dengan salah satu komentar di artikel ini, “Tinggalkan Dunia Online!”

    Disini mungkin saya bisa menyampaikan penilaian subyektivitas saya seperti; 1. Google pun mungkin sudah ikut andil terhadap masuknya email spam/scam. 2. Facebook pun mungkin telah (dengan sengaja) menyimpan foto-foto pribadi kita (entah apakah dienkripsi atau tidak). Akankah ada oknum dari kedua media online tersebut untuk menggunakan data pribadi kita untuk kepentingan mereka? Nobody knows.

    Menggunakan penyedia jasa layanan dari luar negeri bukan berarti kita terbebas dari “terror” *sarkasme*.

    Artinya, dimanapun tempat kita telah meregistrasikan email dan no HP kita, maka kita sudah harus menerima konsekuensi untuk kehilangan (atau lebih tepatnya menyerahkan) privasi tersebut.

    BTT:
    Oknum tetap saja oknum yang akan selalu ada dimanapun kita berada disuatu komunias. Kuncinya, jaga diri kita baik-baik.

    Mari kita ikut serta mengawasi semua jasa online tersebut dan dengan demikian maka mereka juga akan dituntut untuk meningkatkan kualitas layanan mereka. Mereka telah memberikan banyak manfaat bagi kita semua, suka atau pun tidak.

  44. wahyudi says:

    Kalo gk mau ketwan privasi yg d sebut d ats ya mendingan jalan kaki ja
    Gitu ja kok repot

  45. Prima says:

    Di gojek sekarang review yg ditulis customer akan masuk bisa 2-3 hari setelah booking. jd agak sulit driver utk mengetahui siapa yg kasih review. Utk no hp customer memang tdk tertera di apk gojek driver saat ada bookingan demi menjaga privasi pengguna, dan no customer tdk akan tersimpan di call log. tapi saat driver menelpon ke customer akan terlihat no hp si pemesan. Utk para driver gojek berterima kasihlah pada fitur screenshoot yg bisa menyimpan no si customer. Saya driver gojek dan sekarang berpacaran dgn mantan customer saya, untung no hp doi saya screenshoot wkt telponan.

  46. Dianayu says:

    Kalo soal privacy nomor hp mah amat sangat sepele yaa. Kebanyakan orang skrg punya 2 nomer deh kayanya ya. Dan amdroid banyak jg yg dual simcard. Jangan cantumkan nomor hp primary kita yg connect dengan wa atau line di akun gojek atau grabike. Taro aja nomor lain. Simple kan. Sim card murah kok. kalo emang bener peduli sama privacy nya ga usah pelit keluarin uang beli android ecek2 yg dual sim yang harganya cuma beberapa ratus ribu perak, trus isi pake sim card murahan beberapa rebu perak supaya bisa ganti kapan aja kalo udah kena teror sms dari pengemudi gojek. Ts harusnya kasih masukan langsung ke kantor gojek atau grabike nya bukan malah black campaign kaya gini. Ini bau2nya orang bluebird ts nya

  47. indea says:

    Argo 3000 mau di manain sma 8000 sekali buka pintu…??? Situ sehat…???
    Trus semua ojeg online harus pke motor yg standart fullwave biar alat argonya on terus dan gak ngerusak motor…??? Situ sehat…???
    Maunya perfect kya nyewa pesawat pribadi tapi harga murah…??? Situ sehat min…???

    “NGOMO ITU GAMPANG”
    “YANG SUSAH ITU NGELUDAH SAMBIL MANGAP”

    Cobain dan praktekin tulisan ente sendiri min baru dah ane ikutin klo saran ente udah bener2 berhasil…. Xixixixixixixi

  48. recording says:

    Waduh..rusuh juga nih pelakunya…mungkin harus dikasih undang2 khusus gojek tuh..

    recording

  49. Ta says:

    Saya ga gojek ga grabcar kadang suka ada yg ngwhatsapp atau nge line. Ngajak makan
    Kebayang ga sih risih? Tapi mau gimana lagi orang butuh.

  50. Rere says:

    Temen saya bahkan pernah diancam akan dibunuh oleh salah satu driver gojek di Bali. Masalahnya sederhana, temen saya cancel booking-annya karena driver sangat lama. Eh, si driver nggak terima kemudian sms temen saya, ngancem mau bunuh dan nomer temen sy sudah disebar ke teman2 dy di are Kuta Selatan. Serem banget nggak sih..

  51. Dion says:

    yuk download uber, masukkan kode BAJKTALFIANDION dapatkan free first ride 100rb

  52. aldi says:

    sekedar bagi info aja saya pengguna setia taksi b**** dan saya tdk pernah naik ojek online atau taksi online, sering saya lakukan telepon untuk pemesanan dan pihak taksi ngga mau kalau penjemputannya di jalan melainkan harus dirumah atau kantor ataupun hotel dengan mencantumkan nama lengkap dan no telepon pemesan serta alamat lokasi penjemputan (rumah atau kantor) boleh dibuktikan kalau ngga percaya telepon pihak taksi dan mnt jemput dijalanan (untuk menjaga privasi) pasti jawaban mereka suru nunggu aja taksi kosong yang lewat dijalan
    setelah penjemputan tiba mereka sms saya ataupun tlp saya dg nama supir pihak taksi memberitakan bahwa pemesanan telah tiba
    jd mhn untuk di kroscek ke2 belah pihak jngn hanya 1 pihak aja dan kenyataannya bgtulah pihak taksi b*** dalam pemesanannya tidak beda dg aplikasi online yang mencantumkan data pribadi dan alamat penjemputan
    kalau masalah teror bisa dilakukan siapa saja itu tergantung dr supirnya

    terima kasih

  53. bluebird says:

    Gitu aj ko repot…klw mau bersaing hrs sehat jgn saling menjatuhkan…kya anak2 bocah aj nih website….wkwkwk

  54. Sabar says:

    Klo ingin membantu memberi kan informasi yg baik itu untuk semua org, tdk perlu menuliskan nama ojek on line tsb. Dgn cara memberikan inisial aja cukup, apalagi ada pihak nama Taxi yg di bangga kan. Jadi terlihat jelas bahwa isi artikel ini ttg kampanye hitam ‘black kampaign’

  55. udin says:

    Ya itu mah cuma orang yg kerajinan aja yg mau ngafalin setiap alamat rumah costumer nya

  56. ferry irsyan says:

    Sy berulangkali naik grab bike kok ga ada review2an? Yg penting sampe tujuan bayar sesuai tarif n biasanya sy lebihin dikit buat tips
    Selesai. Mohon pencerahannya gan, maklum ane orang udik

  57. zie says:

    Sorry neh, ane adl pngmudi ojek online, simple aja..siapa sih yg mau neror via sms? Emang ga rugi pulsa?? Kenyataan nya, konsumen tuh 98% dari yg saya anter maunya ditelfn, trus..klo saya kan ojek cm sbg profesi aja ni, kalau saya mau save no konsumen psti saya ngmong dlu dpan org nya. Contoh: “pak? Saya save yaa nomer nya”. Saya ngesave nomor untuk keperluan diluar profesi.

    • repsole says:

      Tp jangan jg ente menutupi kesalahan kalo ada yg melanggar privasi wajiblah perusahaan tempat ente memberi sanksi untuk oknum pengemudi online yg melanggar

  58. charlye says:

    Blg sja saudara dri pihak prusahaan yg anda bilng lbih berinovasi shingga saudara mncari cari kekurangan saingan perusahaan saudara.
    Anda mnjelek jelekkan perusahaan aplikasi krena prusahaan saudara merasa tersaingi.
    Seharusnya klo saudara punya saingan harus memperbaiki sistem perusahaan sendiri bukan menjelek jelekkan prusahaan lain apalgi anda menuliskan dlam postingan media sosial.
    Dari situ saudara klihatan ketakutan yg brlebihan. Brsainglah secara sehat dan stiap prusahaan pnya aturan main masing2..
    Klo teman anda ada mrasa terusik stelah hbis mnggunakan layanan transportasi basis aplikasi aturan jgn mempostingnya dlm mdia sosial, silahkan complain kepihak prusahaannya biar mreka yg menindak..
    Prusahaan tdaklah slah mlainkan org2 pengemudinya n itu jga cuma segelintir dri ribuan pengemudinya..
    Dan anda jga jgn cma mnyalahkan pengemudinya. Penumpang skarang jga kdang bnyak yg g jelas. Almat pnjemputan dan alamat tujuan tdak sesuai dgn yg tertera dlm pemesanan. Klo pengemudi komplain penumpangnya mlah penumpangnya komplain pengemudi kepihak prusahaan akhirnya prusahaan menindak pengemudinya tnpa mnanyakan kebenarannya sma pengemudi.
    Jdi saudara jgn sesekali menjelek jelekkan suatu prusahaan apalgi dlm medsos.
    Ini bsa jdi memperburuk perusahaan anda.
    Pokoknya dlm hidup ini jgn sesekali menghakimi. Lihat dlu kebenarannya..

  59. Manyun says:

    Terlalu lebay… Driver ojek online punya komitmen dan kode etik… Kita di perbolehkan menelpon penumpang disaat konfirmasi tempat lokasi.. Tp setelah penumpang turun.. Maka driver ga punya hak dan dilarang keras menghubungi penumpang yg td mereka antar…. Ga usah menjelek jelekan.. Pikir aja diri u masing masing..

  60. dedi says:

    Cintailah produk lokal APLIKASI KARYA ANAK BANGSA (GOJEK)

  61. Cucil says:

    Ini mah otak offline di era online, pada saat kita ingin memakai aplikasi kan diminta isi data pribadi klo gk mau ngasih ywdh jgn digunain. Toh itu juga buat keselamatan keduabelah pihak dr pengemudi aman dan pemakai pun tenang, trus knp lo yg ribet itu hak orang kok, klo gk mau privasi nya di liat sama org lain ywdh lu offline aja ngangkot aja klo gk pake mobil pribadi atau pake ojek pangkalan, hey man liat dunia dong jgn tertutup jd org…

  62. Saiful says:

    Ahh mas adit bisa saja mengulas artikel macam ini.. Saya yakin secara langsung atau tidak mas adit juga pemakai aplikasi yg disebutkan dsini.simple aja mas hidup ini semua berkaitan dengan privasi,secara sengaja atau tidak kita isi ulang pulsa aja kita sudah sedikit membocorkan nomer hp kita ke orang lain,KALAU SEMUANYA BERSINGGUNGAN DENGAN MASALAH PERLINDUNGAN PRIVASI SEHARUSNYA MAS JANGAN MEMBAWA BAWA OJEK ONLINE .APA GAK PERNAH TERPIKIR DISAAT ANDA MEMBELI SEBUAH MOBIL ATAU MOTOR ENTAH APAPUN YANG BERHUBUNGAN DENGAN SURVEY..COBA LEBIH BAHAYA MANA.. Kalo online paling abis bayar minggat nah bagaimana kalau ada team survey entah apapun itu pokoknya yg berhubungan survey kan mereka photoin rumah .arah jalan terus berlama lam data data pun langsung diminta dan harus lengkap.. MBOK YA MIKIR TOHHH .. HAYOOO KEPIKIRAN GAK .SEHARUS NYA JUDULNYA DITAMBAH jasa survey juga harus melindungi data data privasi kita halllooooo mas bangun tohh mass…maaf saya gak bermaksud menyinggung pihak manapun hanya memperjelas saja.artikel mas bagus namun sedikit berbau persaingan.. Mas kali diulas dan dibahas itu yg survey2 kerumah apa kabarrr ..data kita semua mereka tau lohh
    Thks ya mass kita berfikir positif saja

  63. repsole says:

    Sudah seharusnya privasi penumpang ojek online wajib terjaga tanpa tau no hp penunpang dan harus ada sanksi tegas bagi yg melanggar, untuk mobil memang masih dilarang karena UU lalu lintas dan UU transportasi mengharuskan mobil angkutan umum berplat kuning dan bersim a umum

  64. edy arman says:

    Sederetan koment diatas yang di bahas dari sisi -penumpang- tentang pengalaman di hubungi driver “ojek online” yang nmrnya di ketahui pihak driver yang pada akhirnya ada kemungkinan disalah gunakan buat hal hal yang merugikan, apakah anda pernah terlintas difikiran,bahwa hal sebaliknya juga terjadi penyalahgunaan nomor hp driver oleh “oknum penumpang” pengalaman dari teman dilapangan (saya driver ojek online) ada yg kena tipu menelpon mengatasnamakan orang kantor (tempat ojek online dia bernaung) akhinya kerugian dalam bentuk materi terjadi. Ini contoh kecil dari apa yg ditulis di tema diatas. Menurut saya bukan hanya pengguna, driver pun udah seharusnya dilindungi dari “penampakan” data khususnya nomer hp.silahkan dikoreksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>