Nasib Buku di Era Digital

Perkembangan teknologi dan internet masa kini telah merambah ke banyak hal … musik, politik, arsitektur, hingga ke dunia membaca. Sebelumnya, internet hanya bisa digunakan untuk jual-beli buku lewat fasilitas e-commerce. Kini, kita mengetahui kalau buku sudah dibuat, dibaca, dan dijual dalam bentuk digital, yang biasa kita kenal dengan sebutan E-Book. Bahkan ada beberapa device yang dirancang khusus hanya untuk membaca buku digital tersebut, E-Book Reader namanya. Tak cukup sampai di situ, beberapa aplikasi yang berbasiskan web pun dibuat untuk membuat dunia literasi menjadi semakin menarik.

Yang pertama kali muncul adalah sebuah katalog digital yang menampung semua informasi tentang buku, Goodreads. Dengan Goodreads, kita tak perlu jauh-jauh pergi ke perpustakaan atau toko buku untuk mengetahui informasi ataupun review para pembaca tentang sebuah buku. Tren sosial media yang sedang booming pun membuat Goodreads didesain seperti sosial media-nya dunia buku, ada fasilitas pertemanan, pengiriman pesan, photo sharing, hingga pembentukan komunitas-komunitas membaca di dunia maya. Amazon, salah satu perusahaan jual-beli terbesar di dunia maya, juga ikut membuat aplikasi katalog buku serupa yang diberi nama Shelfari.

Tak puas sampai di situ, beberapa pelaku industri kreatif di internet juga mulai beradu kreativitas terkait dunia buku. Beberapa Start-Up pun bermunculan untuk menyajikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan. Ada Coliloquy yang membuat buku dengan beberapa ending yang berbeda sesuai dengan pilihan pembaca di tengah cerita, suatu inovasi yang tidak mungkin bisa dibuat dalam bentuk buku yang tradisional. Aplikasi ala Dropbox dan Foursquare pun muncul di dunia buku dengan nama Ownshelf dan The Game of Books. Yang lain lagi, adalah Small Demons, yang merupakan katalog seperti Goodreads dan Shelfari, tapi dilengkapi dengan informasi tentang berbagai macam detail, mulai dari tokoh, tempat, makanan, minuman hingga syair lagu yang muncul di dalam buku. Keren kan?

Sayangnya, perkembangan tersebut harus diikuti dengan mengorbankan suatu hal yang penting. Tingginya permintaan akan e-book otomatis akan diiringi dengan penurunan penjualan buku dalam bentuk cetak. Beberapa majalah dan surat kabar edisi cetak telah terkena imbas hingga harus menghentikan penjualan dan beralih ke bentuk digital. Sebentar lagi, penerbitan buku juga akan tersentuh oleh efek domino tersebut. Bahkan, penemuan Bapak Gutenberg ini mungkin akan benar-benar hilang dari muka bumi. Beberapa pembaca mungkin akan protes dengan perubahan ini, tapi begitulah efek dari perkembangan teknologi.

Sangat disayangkan memang …

 

 

Sumber Gambar : geekweek.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>