Android Wear dan Moto 360 – Masa Depan Smartwatch?

Android Wear

2013 diwarnai dengan tren smartwatch yang – meskipun tergolong inovasi baru – terkesan biasa saja. Samsung sebagai pembuka jalan dengan Galaxy Gear-nya tampak tidak berhasil mendulang kesuksesan di blue ocean ini. Sony yang mengikuti di garis kedua-pun tidak memiliki cerita yang jauh berbeda.

Kekecewaan kemudian timbul dari pengguna dan calon pengguna smartwatch. Harapan yang begitu besar dari konsep smartwatch kerap kali terbentur dengan kenyataan minimnya aplikasi yang mendukung, harga yang begitu mahal, fungsi yang sedikit, juga masalah baterai yang cepat habis. Keterbatasan tersebut membuat smartwatch yang seharusnya memberikan pengalam pengguna yang lebih, malah menjadi beban.

Galaxy Gear

Menjadi yang pertama di blue ocean tidak selamanya menyenangkan. Analog dengan lomba balap sepeda, peserta yang berdiri paling depan memang memiliki kesempatan untuk menang paling besar, namun ia juga menghadapi tantangan yang tidak kalah besar dikarenakan harus membuka jalan dan membelah angin sehingga setiap goesannya lebih berat dibanding peserta di tempat kedua, ketiga, dan seterusnya.

Menjadi yang pertama, meskipun belum bisa dibilang sukses, pasti banyak pelajaran yang dapat diambil Samsung untuk merumuskan gadget penerus Gear ini. Fokus utama Samsung untuk penerus Gear ini boleh jadi akan seputar daya baterai, bentuk/desain, fungsi, harga, dan kompatibilitas. Semua itu merupakan keluhan utama para pengguna Gear yang dapat Anda temui ulasannya dijagad internet. Khusus untuk isu terakhir – kompatibilitas, rasanya Samsung akan banyak terbantu dengan peluncuran Android Wear.

Android Wear

Belum lama ini Google merilis Android Wear, sebuah sistem operasi yang khusus untuk smartwatch (dan sangat mungkin untuk wearables jenis lain). Berbeda dengan Galaxy Gear yang diluncurkan Samsung akhir tahun lalu yang hanya dapat disinkronisasi dengan perangkat Samsung (bahkan sampai saat ini hanya dengan Samsung Galaxy Note 3), Android Wear akan dapat terhubung dengan semua perangkat berbasis Android asalkan memiliki versi OS 4.3 keatas.

Android Wear dibangun dari aplikasi Google Now. Artinya, selain akan memiliki antar-muka berbasis kartu, Android Wear ini akan dapat pengguna manfaatkan fungsinya sejauh pengguna tersebut memberdayakan Google Now untuk kegiatannya sehari-hari. Dalam video dibawah kita dapat melihat contoh informasi yang dapat “diramalkan” oleh Android Wear kepada penggunanya seperti jadwal kerja Anda sehari-hari, jadwal keberangkatan pesawat kita, dan lain sebagainya. Tentunya jika pengguna Android Wear tidak mengutilisasi fitur Google Now tersebut dalam perangkat Androidnya, maka mustahil bagi Android Wear untuk “meramalkan” informasi tersebut.

Namun terlepas dari integrasi Google Now, Android Wear memiliki beragam fitur menarik seperti fitur kesehatan yang dapat memberitahukan seberapa banyak kalori yang telah Anda bakar dalam 10 menit berlari terakhir, atau sebatas mengirimkan pesan melalui suara (yang mana rasanya banyak pengguna Indonesia yang masih belum dapat merasakannya sampai Android Wear menambahkan library bahasa Indonesia).

Tentunya Android Wear sebagai OS saja tidak cukup. Butuh perangkat hardware untuk membuat smartwatch, tentunya dengan desain dan kualitas bangun yang baik. Untuk hal ini Google merangkul BFF-nya, LG dan Motorola.

 Moto 360

Dalam video diatas kita bisa menyaksikan satu wujud swartwatch yang cukup unik dibandingkan dengan apa yang beredar dipasaran; smartwatch berbentuk bulat. Sebut saja produsen smartwatch yang saat ini telah menggelontorkan produknya di pasar, siapa yang memiliki produk dengan wajah display arloji yang bulat? Belum ada.

Disini Motorola mencoba mengambil kesempatan dengan Moto 360-nya. Dengan desain bulat, kesan jam tangan klasik dapat kita jumpai. Motorola tentu belajar dari Galaxy Gear, dimana meskipun bentuknya cukup oke, namun tidak semua orang dapat menerimanya. Sedangkan bentuk arloji dengan wajah bulat telah ada sejak ratusan tahun. Sehingga tentu akan mudah bagi konsumen untuk mengadaptasi teknologi ini. Singkatnya, dengan Moto 360, Anda tidak terlihat sedang memakai smartwatch! Sebuah efek yang tidak bisa kita jumpai pada Galaxy Gear dan kawan-kawannya.

Yang lebih keren lagi, moto 360 akan tersedia dengan pilihan kustomisasi strap. Layaknya jam tangan yang biasa Anda gunakan, Anda bisa menemui varian strap moto 360 dalam jenis kulit dan juga rantai. Ini juga sebuah terobosan baru untuk smartwatch. Agak ironis memang ketika terobosan yang mengundang decak kagum merupakan terobosan yang sederhana dan klasik.

Biar lebih jelas mengenai bentuk dari moto 360 ini dapat dilihat di galeri berikut. Video resmi nya dapat dilihat setelah galeri.

Masa depan Smartwatch

Dengan Android Wear, seolah Google ingin berkata bahwa merekalah penguasa wearables. Dengan Android Wear, para pengembang smartwatch, seperti Sony dan Samsung, bisa menemukan banyak kemudahan dalam urusan perangkat lunak smartwatch-nya dan berfokus kepada hal lain seperti desain dan fungsi tambahan. Dengan Android Wear, Apple boleh jadi akan semakin panas dingin mengingat versi smartwatch besutannya belum juga muncul di pasaran dan peluang merajai pasar semakin mengecil. Dengan Android Wear, bisa jadi masa depan smartwatch dibentuk dari sini. Kita tunggu saja.

 

sumber: google

gambar moto 360: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>