Modular Phone dan 4 Tren Lain di 2014

Tren 2014Sebutkan satu benda, yang jika kita berangkat ke kantor/kuliah/rekreasi/liburan/jalan-jalan/makan-makan/naik gunung/turun gunung/ke pasar/toilet dan benda tersebut ketinggalan di rumah, kita akan segalau Ted Mosby di HIMYM season 8. yep! smartphone.

Disadari atau tidak, smartphone telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Smartphone juga telah banyak merubah kegiatan keseharian kita sampai ke tingkat yang paling dasar seperti pup (sambil merenung, bayangkan aktivitas pup Anda 5 tahun yang lalu sebelum era smartphone).  Maka wajar jika industrialis dan investor mencurahkan waktu dan dananya untuk menggenjot inovasi di sektor ini. Dengan market yang besar dan growth yang pesat, siapa yang tidak tergiur.

Sebagai konsumen dan pengamat, boleh jadi kita diuntungkan dengan kemajuan ini, bisa juga tidak (khusus yang merasa “tidak” bisa langsung lompat ke poin 3). Apapun  itu, tidak ada salahnya kita menyimak tren smartphone di tahun 2014 supaya kita tidak kalah dengan sariayu yang setia mengeluarkan tren warna di setiap tahunnya jadi lebih tahu. 

1. Octa-core processor

Octa Core Mediatek

 

2013 diwarnai dengan perang smartphone dengan prosesor quad-core. Di penghujung 2013, MediaTek meluncurkan produk unggulannya dengan jargon True Octa Core. Memang Samsung telah lebih dulu meluncurkan prosesor seri octa-core dengan model Exynos-nya, namun MediaTek-lah yang pertama kali mengeluarkan prosesor yang dapat memanfaatkan kedelapan core tersebut dalam satu waktu (lebih detil dapat dibaca disini).

Nah, di penghujung 2013 kemarin, banyak produsen smartphone Cina yang telah meluncurkan smartphone dengan prosesor ini. Salah satu diantaranya adalah Zopo ZP998.

Zopo ZP998

 

Dengan prosesor octa-core Mediatek, resolusi Full HD 1080p, 2GB RAM dan 32GB ROM, Anda bisa mendapatkan Android yang berhasil mencetak skor AnTuTu sekitar 28.000-an hanya dengan $319,9. Sweet!

Mengingat sepak terjang Android berbasis MediaTek di Indonesia dua tahun terakhir, rasanya tidak berlebihan jika kita akan melihat banjir octa-core MediaTek disini di kuartal terakhir tahun ini.

2. 2K Display

2K Display

 

 

 

 

Sebelum lanjut, sambil iseng-iseng coba cek berapa resolusi maksimum layar laptop/komputer Anda sekarang. Kemungkinan Anda tengah menikmati layar dengan resolusi 1280×800, namun boleh jadi Anda memiliki 1920×1080 yang sangat asik untuk digunakan menonton film HD. Berita baiknya, tahun 2014 akan diwarnai dengan produk teknologi berlayar 2560×1440 piksel. Bukan untuk laptop/komputer, namun smartphone!

2013 diwarnai dengan hegemoni smartphone beresolusi Full HD yang dipimpin oleh Samsung Galaxy S4, HTC One, dan lainnya. Resolusi tersebut menghasilkan kerapatan piksel sekitar 441 per inci. Kerapatan tersebut diatas kertas mempecundangi Apple habis-habisan dengan bran retina display-nya yang hanya memiliki kerapatan piksel 326 per inci.

Secara personal, saya setuju dengan konsep retina display. Karena meskipun dengan resolusi yang lebih tinggi, mata awam hampir tidak bisa membedakan atau melihat wujud sebuah piksel. Namun kembali lagi, meskipun semua orang kantoran sudah tercukupi kebutuhan transportasinya dengan Vios, tetap saja Fortuner dan Alphard masih lalu lalang.

Masih konsep? Perusahaan smartphone asal Cina, Vivo, telah meluncurkan perangkat berlayar resolusi 2K pertama di dunia; Vivo Xplay3S.

3. Modular Phone

Modular Phone

Salah satu hal menyebalkan dari perkembangan smartphone yang begitu cepat adalah, well, perkembangan yang begitu cepat.

Sebagai ilustrasi, bayangkan Anda sebagai pecinta gadget, dan memutuskan untuk membeli smartphone yang sedang hot di 2009; iPhone 3GS. Dengan fitur-fitur yang sangat oke saat itu, Anda menemukan diri Anda jatuh cinta dengan gadget tersebut. Kemudian 2010 datang dan boom!, iPhone 4. Dengan semua peningkatan dari 3GS. Hal serupa terjadi dengan Android. Booming dual-core pada masa Galaxy S2, sesaat kemudian muncul tren quad-core. Akan sangat melelahkan (rekening) untuk keep up dengan perkembangan tersebut. Mau punya gadget paling mutakhir, gadget yang lama masih bagus, ga punya alasan penting buat ganti, ga punya duit juga, aaaaarggh.

Untunglah ada manusia-manusia cerdas yang membentuk konsep Phonebloks. Konsep dasarnya adalah smartphone dengan perangkat/modul yang dapat diganti sesuka hati. Tiap perangkat dibuat dalam blok. Jadi ketika Anda dapat ingin keep-up dengan prosesor terbaru, cukup ganti blok prosesornya. Kehabisan memory? Ganti blok memori dengan yang lebih besar, dan seterusnya. Konsep ini juga memungkinkan kustomisasi smartphone Anda. Dan yang lebih penting lagi, akan lebih mudah dan murah untuk keep up dengan kemajuan zaman. Lihat video berikut untuk gambaran lebih jelas.

Terdengar sangat menarik bukan? Lalu kapan kita dapat menikmati produk yang masih berupa konsep ini?

ZTE Modular Phone

ZTE Eco-MobiusDi awal Januari tahun ini, ZTE telah menunjukan konsep desain dengan konsep modular yang sejenis dengan phonebloks dengan nama eco-mobius. Hal ini boleh jadi membuat gerah Motorola dengan Project Ara yang juga mengembangkan konsep modular. Dan boleh jadi perusahaan lain juga tidak kalah gerah dengan perlombaan siapa yang akan pertama kali membawa modular phone ke pasar bebas. Jadi, meskipun sampai artikel ini ditulis belum nampak satu prototype modular phone yang berfungsi, penghujung 2014 boleh jadi akan mengatakan hal lain.

4. Teknologi Wearable

Galaxy Gear

Tidak banyak yang bisa dikatakan mengenai poin ini. 2013 telah diwarnai oleh pergelutan awal wearable dengan hasil yang mengecewakan. Dipimpin oleh Google yang masih juga belum dapat memasarkan Google Glassnya secara umum, sampai yang terakhir dari Galaxy Gear yang belum mampu mencetak penjualan yang mengejutkan, bahkan mengundang banyak kritik. Namun demikian bukan berarti 2014 akan diwarnai dengan hal yang sama. Perusahaan seperti Apple dan Microsoft belum menunjukan taringnya di ranah ini. Boleh jadi game changer di ranah wearables akan muncul pada tahun ini. Mungkin bukan sesuatu yang fantastis yang akan dibawa oleh teknologi wearables, namun jika bisnis utama saya adalah produksi arloji, saya akan mulai menyiapkan contingency plan.

5. Flexible Display

Kami pernah membahas mengenai layar yang bengkok (curved) dari Samsung Round dan LG G Flex, Namun kedua produk tersebut masih jauh dari kategori flexible display. Khususnya di area “flexible”. Kami juga pernah membahas khusus mengenai hal ini di awal tahun lalu dan video CES 2013 Samsung mengenai layar yang dapat ditekuk-tekuk ini juga dapat Anda nikmati kembali diatas. Poinnya adalah, 2 hal diatas (smartphone dengan layar bengkok/curved dan prototype flexible design) telah hadir, dan kemunculan produk yang memanfaatkan flexible display mungkin saja terjadi di tahun ini. Meskipun saya belum dapat mengetahui fungsi signifikan yang dapat diperoleh dari layar tersebut selain gimmick marketing.

Oh iya, Galaxy Note 4 juga digosipkan akan menggunakan Flexible Display.

 

Okay. Telah kita simak tren smartphone yang bisa dan bisa jadi kita lihat di tahun ini. Ada yang terlewat? silahkan komen dibawah. Dan seperti biasa, terima kasih telah membaca.

 

kredit:

ilustrasi gambar: webhomes.com

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>