Microsoft – Hybrid Adalah Langkah Bodoh

Microsoft Android

Berita bahwa Microsoft akan membuat Hybrid Device yang menjalankan 2 Operating System (Windows Phone dan Android) secara bersamaan, kian santer terdengar. Ada yang mengatakan kalau nantinya device tersebut akan dijadikan dual-boot, ada juga yang mengatakan kalau perpindahan antar Operating System (OS) tersebut cukup dilakukan dengan menekan sebuah tombol. Ada lagi sebuah skenario kalau kita bisa memilih OS yang akan kita gunakan ketika membeli device tersebut di toko retail. Bagaimanapun bentuk device tersebut nantinya, hal tersebut telah membangkitkan diskusi yang cukup panas di dunia maya.

Untuk bisnis sistem operasi khusus perangkat mobile, Microsoft memang jauh tertinggal dari Android. Sistem Operasi Windows Phone besutan mereka masih belum mampu menarik minat produsen smartphone, dan para pengguna. Untungnya masih ada Nokia yang berhasil mereka kuasai (dengan berbagai macam isu miring terkait hal tersebut), yang setia memproduksi smartphone berbasis Windows Phone. Tapi itu juga belum cukup untuk mendekatkan diri mereka dengan Google, sang pemilik Android.

Sebelumnya, Microsoft telah menggunakan paten-paten teknologi yang mereka miliki, untuk mempersulit para produsen smartphone Android. Mereka juga memanfaatkan kedekatan mereka dengan para penyedia layanan telekomunikasi, tak lupa juga lewat kampanye-kampanye negatif terkait Google dan Android-nya. Dan, bila benar, kalau Microsoft sampai harus membuat Hybrid Device seperti yang disebutkan di atas, artinya Microsoft benar-benar telah frustasi dalam usaha mengejar Android.

 Transformer Book Duet TD300Ide pembuatan Hybrid Device yang menjalankan 2 OS sebenarnya sudah muncul sejak lama. Bahkan di event CES tahun ini, Asus memperkenalkan Transformer Book Duet TD300, yang bisa menjalankan Android 4.1 dan Windows 8.1. Dari sudut pandang Asus, mereka membuat device tersebut untuk menonjolkan sisi transformasi dari produk mereka, yang sebelumnya hanya bisa berubah dari Tablet menjadi Laptop (bila dipasangkan dengan Keyboard Dock), kini juga bisa bertransformasi OS hanya dengan menekan sebuah tombol. Cukup menunggu sekitar 4 detik, voila … anda pun telah berganti OS.

Namun jika melihat dari sudut pandang Microsoft, tak ada pembenaran untuk memaksakan pembuatan smartphone dengan 2 OS seperti itu. Untuk apa memasangkan sebuah OS dengan OS lain yang fungsinya serupa, atau justru lebih baik dari beberapa sisi? Yang timbul adalah kesan kalau Microsoft ingin memanfaatkan Android untuk meningkatkan penjualan produk Nokia, sesuatu yang mereka sangat hindari sejak dulu. Atau mungkin malah memanfaatkan Android untuk mengenalkan Windows Phone agar dicoba oleh lebih banyak orang.

Dan (lagi-lagi) bila benar Microsoft menjalankan rencana tersebut, pastinya mereka sudah memperhitungkan untung ruginya. Salah satu strategi yang mungkin dipakai Microsoft dalam langkah ‘membonceng Android’ tersebut adalah memaksakan penggunaan chip Qualcomm. Bagaimana lengkapnya, masih kita tunggu kelanjutannya.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

2 Responses

  1. faisal says:

    nokia gak pantas lagi di luncur kan karena zaman moderen ini sangat butuh phone yg berkerja lebih maxsimal, kalo nokia yg saya pakai lumia 900 bbm pun gak bisa pakai mana hebat nokia???

  2. faisal says:

    f**k nokia bagus phone china yg bisa bbm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>