Microsoft (Akhirnya) Mencaplok Nokia

Microsoft Nokia

The Deal

Para pemegang saham mantan perusahaan handphone terbesar di dunia, Nokia, berkumpul di Helsingin Jaahalli, Helsinki, Finlandia, tanggal 19 November 2013 kemarin. Mereka mengumumkan persetujuan mereka atas penjualan Unit Perangkat Mobile mereka kepada raksasa teknologi dunia, Microsoft. Harga transaksi tersebut? 7.2 Milyar Dollar.

Penjualan ini sebenarnya tidak begitu mengejutkan. Kita sudah dapat meramalkannya ketika Nokia menunjuk Stephen Elop sebagai CEO. Elop bahkan menjadi CEO  pertama Nokia yang berasal dari luar Finlandia. Sebenarnya tak ada yang aneh akan penunjukan tersebut, kecuali status Elop sebagai mantan eksekutif (sekaligus loyalis) Microsoft. Dikhawatirkan kalau Elop tidak akan bisa memimpin Nokia secara profesional.

Dan akhirnya, semua itu menjadi nyata.

Masalah muncul ketika Nokia tidak juga bisa mengejar ketertinggalan mereka di pasar handphone dunia. Entah berapa Lumia yang mereka keluarkan, berapa Asha yang mereka luncurkan, tapi semuanya tak kunjung membuahkan hasil. Terlebih lagi Stephen Elop seperti memaksakan pernikahan antara Nokia dengan Windows Phone OS. Ia terus bertahan dengan kerja sama tersebut walau dari beberapa sisi, hal itu jelas merugikan Nokia. Pilihan untuk menggunakan sistem operasi Android jelas terbuka lebar, namun tak juga kunjung dilirik. Hal inilah yang membuat sebagian karyawan Nokia memilih untuk keluar dan membuat smartphone Jolla. Ketika akhirnya Elop lengser dari kursi pimpinan, ia meninggalkan Nokia dalam kondisi memprihatinkan, seolah tinggal menunggu waktu untuk dicaplok oleh Microsoft.

Dan akhirnya, semua itu lagi-lagi menjadi nyata.

Dengan uang tersebut, Microsoft berhasil mendapatkan bisnis Devices & Services Nokia, lisensi paten produk, dan lisensi paten khusus untuk layanan peta milik Nokia.

Sejak awal Februari yang lalu, di event Mobile World Congress (MWC 2013), telah terjadi diskusi terbuka antara Nokia dan Microsoft terkait hal ini. Nokia sadar betapa mereka tengah menghadapi situasi sulit di tengah persaingan handphone dunia. Akhirnya, ketika para pemegang saham melakukan pemungutan suara, 99.7% anggota menyatakan kalau keputusan menjual Unit Mobile Nokia kepada Microsoft adalah langkah yang tepat.

Meski begitu, tetap sangat berat untuk melepaskan unit yang sebenarnya merupakan mesin kejayaan Nokia di masa silam. Terlebih lagi mereka harus menjualnya kepada Microsoft yang notabene merupakan perusahaan asing. Di sisi lain, ada pertanyaan apakah 7.2 Milyar Dollar adalah harga yang pantas untuk Unit inti dari Nokia tersebut? Yang jelas angka tersebut masih kalah dari harga sebuah startup penyedia layanan penyimpanan virtual yang baru berumur 5 tahun, Dropbox. Walau terus-menerus diterpa kerugian finansial, menurut saya seharusnya harga Unit Mobile tersebut bisa lebih dari itu.

Bila proses penjualan ini selesai, 32.000 karyawan Nokia akan resmi terdaftar dan digaji oleh Microsoft. Hal ini akan mengurangi beban Nokia yang selama ini digerogoti oleh Unit Perangkat Mobile tersebut, karena terus merugi. Lebih lanjut, Nokia bisa fokus untuk mengembangkan dan membiayai bisnis mereka yang lain. Sampai saat ini, Nokia masih menjalankan bisnis jaringan (NSN), bisnis layanan lokasi (HERE), dan bisnis baru mereka di bidang Research & Development yang diberi nama Advanced Technologies.

Ironisnya, kini Stephen Elop malah menjadi kandidat CEO baru Microsoft.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>