Mengkritisi Pernyataan Taksi Uber Menjelang Pertemuan Dengan Ahok

Uber in Jakarta

Seperti yang disampaikan oleh Mike Brown, sang Regional General Manager dari Uber, sebuah startup penyewaan mobil / taksi secara online, mereka akan segera bertemu dengan Wakil Gubernur (yang sebentar lagi akan menjadi Gubernur) DKI Jakarta, Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pertemuan tersebut diadakan setelah sang Wakil Gubernur dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melarang operasional taksi Uber di Jakarta. Menurut pemerintah DKI Jakarta, Taksi Uber telah bersalah karena mereka beroperasi sebagai angkutan umum, tapi tidak mengurus izin sebagai angkutan umum.

Uber Bukan Taksi, Melainkan Mobil Sewaan !

Setiap kali dianggap ‘curang’, perusahaan taksi Uber selalu berlindung dengan kata-kata tersebut. Menurut mereka, mobil Uber bukanlah taksi, melainkan mobil sewaan. Karena itu, menurut mereka, Uber tidak perlu mengurus izin sebagai angkutan umum. Mereka pun tak perlu menggunakan tanda khusus seperti plat kuning, yang bisa menurunkan ‘image’ berkelas yang diusung mobil-mobil mereka.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Uber telah mengungkapkan rencana mereka untuk berdiskusi dengan Ahok. Dan sebelum pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, mereka pun mempublikasikan sebuah tulisan yang berisi ajakan untuk mendukung keberadaan taksi Uber. Tak lupa, mereka pun mengungkapkan alasan-alasan mengapa kita harus mempertahankan taksi Uber, yang bisa anda baca dalam paragraf di bawah ini:

“Apa yang kami tawarkan memang berbeda dari norma-norma yang ada, dan banyak yang menolak untuk berubah. Namun tujuan kami sederhana – kami ingin Jakarta maju dengan meningkatkan keamanan dan mengurangi kemacetan. Uber memberikan pilihan yang lebih banyak kepada konsumen, memberikan potensi pendapatan lebih bagi para pelaku bisnis, dan menyediakan sistem transportasi yang lebih efisien untuk sebuah kota. Kami percaya sepenuhnya dengan ide ini, dan sangat bersemangat untuk menyelesaikan masalah yang ada.”

Membaca pernyataan dari taksi Uber ini, tak lengkap rasanya kalau kita tidak mengkritisinya. Mungkin jawaban dari pendapat kritis ini adalah jawaban yang harus dipersiapkan Uber sebelum bertemu dengan Ahok.

Benarkah taksi Uber bisa meningkatkan keamanan? Karena di Amerika Serikat sendiri entah berapa banyak pengguna yang salah mengira mobil biasa sebagai taksi Uber. Coba bayangkan apabila si pengendara mobil yang salah tersebut berniat jahat. Belum lagi bila nanti fenomena taksi Uber ini diikuti oleh mobil-mobil lain yang berubah menjadi angkutan umum secara ilegal (di Indonesia sering disebut dengan ‘omprengan’).

Benarkah taksi Uber bisa mengurangi kemacetan? Karena sebenarnya moda transportasi di Jakarta sudah demikian banyak, mulai dari yang nyaman dan mahal hingga yang buruk dan murah. Tapi semua moda transportasi tersebut terbukti tidak bisa mengurangi kemacetan. Dengan tidak bertambahnya luas jalan raya, bukankah penambahan moda transportasi seperti taksi Uber justru akan memperparah kemacetan?

Benarkah taksi Uber bisa meningkatkan pendapatan masyarakat? Karena setahu saya yang nanti akan terjadi adalah pemindahan pendapatan yang semula milik para supir taksi, kini beralih sebagian ke kantong para pengurus Uber.

Benarkah taksi Uber merupakan moda transportasi yang lebih efisien? Mungkin pertanyaan yang tepat adalah apakah taksi Uber berani adu efisien dengan Busway TransJakarta yang cepat dan bisa mengangkut banyak penumpang? Atau mungkin taksi Uber ingin diadu dengan MRT yang saat ini tengah dibangun di Jakarta?

Tambahan : Akankah David Plouffe hadir dalam pertemuan dengan Ahok? Karena untuk urusan-urusan semacam inilah perusahaan taksi Uber merekrut mantan Pimpinan Kampanye untuk Barack Obama di tahun 2008 tersebut. Bagi yang belum mengenal Plouffe, silakan simak artikel berikut.

Read in English : Criticizing Uber Taxi’s Statement Before Meeting With Ahok

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>