Mengenal Bitcoin di Indonesia dan Dunia Bersama CTO Limakilo, Arif Setiawan

Sebelumnya kami pernah menulis tentang Bitcoin di sini.

Ulasan berikut ini merupakan liputan kegiatan ProcodeCG sekaligus melengkapi informasi yang telah ditulis sebelumnya.

Setelah lama vakum mengikuti kegiatan meetup ProcodeCG di Bandung, akhirnya kami kembali menghadiri meetup yang kali ini diisi oleh salah satu pendiri dari Limakilo, pemenang Hackathon Merdeka 1.0 yang bertempat di Istana Negara.

Meetup kali ini memang agak berbeda dengan sebelumnya karena terdapat beberapa peserta meetup yang masih berusia belia. Mereka ikut menyimak sambil tetap memainkan laptopnya selama Arif melakukan presentasi.

Anak-anak tersebut merupakan anak-anak bimbingan dari ProcodeCG yang memiliki tujuan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa depan dengan cara mengenalkan mereka kepada dunia pemrograman.

 

Meetup penutup tahun 2015 ini berlangsung di Digilife Dago yang berada di jalan Ir H Juanda atau lebih sering dikenal sebagai jalan Dago.

 

Yang menjadi tema pada hari Senin yang mendung tersebut adalah Bitcoin.

 

Bitcoin, yang penggunaannya semakin populer di dunia terus mencuri perhatian. Baru-baru ini rumah seorang warga Australia yang diduga penemu Bitcoin digrebek oleh pihak berwajib setempat.

 

Bitcoin merupakan sebuah sistem mata uang yang bersifat digital. Diciptakan dan disimpan dalam bentuk informasi elektronik yang tidak memiliki wujud fisik.

Arif Setiawan, CTO dari Limakilo menjelaskan tentang Bitcoin (procodecg.wordpress.com)

 

Bitcoin tidak dicetak layaknya uang kertas yang sehari-hari kita pergunakan. Mereka dibuat setiap saat kita selesai melakukan proses yang dikenal dengan istilah ‘mining’ . Yang dimaksud dengan penambangan di sini adalah saat kita berhasil menyelesaikan perhitungan matematika dan mendapatkan imbalan. Imbalan ini yang kemudian menjadi Bitcoin kita. Untuk bisa mulai menambang, pada umumnya kita membutuhkan gawai tertentu yang telah dipasangi perangkat lunak khusus yang akan melakukan proses perhitungan yang dibutuhkan.

 

Ide awal keberadaan Bitcoin adalah untuk mengakomodasi kebutuhan proses komputasi yang tidak mendapatkan tempat. Dengan kita menghubungkan gawai kita ke jaringan internet, kita memberikan ruang untuk melakukan perhitungan.

 

Salah satu gawai penambang Bitcoin yang cukup tenar adalah Redfury yang memiliki kecepatan perhitungan sebesar 2,5 Gigahash yang dibuat oleh Tiyo Triyanto dari Indonesian Bitcoin Community. Jika Redfury bekerja tanpa henti selama satu bulan, maka dia akan menghasilkan Bitcoin setara dengan 300.000 rupiah.

 

Selain gawai khusus, kita juga membutuhkan kunci untuk mempunyai Bitcoin. Ada dua jenis kunci. Yang pertama adalah kunci publik yang mirip dengan alamat surel kita, sehingga setiap transaksi yang terjadi kita harus memasukkan kunci publik kita tersebut.

Dua jenis kunci yang dipakai pada Bitcoin (procodecg.wordpress.com)

 

Kunci kedua adalah yang berfungsi sebagai autentikator, sehingga meskipun orang lain berhasil mencuri perangkat tempat kita menyimpan Bitcoin kita, mereka tidak akan bisa mengaksesnya. Hal ini juga menunjukkan salah satu kelemahan Bitcoin saat ini yang bisa hilang jika media penyimpanan mengalami kerusakan seperti  terbakar atau dicuri.

Di Indonesia, ada beberapa startup yang mencoba berkecimpung di dunia Bitcoin. Arif menyebutkan lima dalam presentasinya yaitu Artabit; Bitcoin.co.id; Bitdoku; BestBit; dan Qouine. Arif sebelum memulai Limakilo sempat bergabung di Bitdoku.

 

Bitdoku adalah startup yang dikembangkan oleh Tiyo Triyanto yang memiliki keunggulan salah satunya adalah kemudahan bertransaksi Bitcoin yang hanya membutuhkan 3 menit.

 

Pusat peredaran Bitcoin di Indonesia sampai sekarang masih berada di Bali. Di Bali telah terdapat beberapa ATM Bitcoin yang bisa dipakai untuk mengambil Rupiah sebesar Bitcoin yang kita miliki.

 

Salah satu manfaat Bitcoin yang dampaknya besar adalah kemudahan transaksi karena sifatnya yang universal. Universalitas ini membuat donasi-donasi yang terjadi antara pihak-pihak yang berjauhan dan menggunakan dua sistem mata uang berbeda akan terjadi lebih cepat. Selain itu, transaksi yang menyisakan receh dan sering diminta sebagai sumbangan di mini market juga akan lebih transparan sifatnya.

Foto bersama di meetup ProcodeCG tahun 2015 (proccdecg.wordpress.com)

 

Bagaimana, tertarik mencoba membeli atau menambang Bitcoin?

 

 

 

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

1 Response

  1. achmad rizal danisya says:

    dari dulu saya membaca tentang BitCoin saya selalu dijelaskan mengenai proses mining, yang saya belum mendapat jawaban dari dulu sampai sekarang adalah untuk apa mining tersebut ? maksud saya untuk apa kita harus memecahkan persamaan matematika tersebut ? untuk mesin semacam wolframalpha kah ? atau mengurangi beban server pemroses kode-kode bank kah ? atau untuk apa ?
    kemudian efek ekonomi dari BitCoin sendiri bagaimana ? permainan saham emas dengan emas real saja bisa menghancurkan satu negara, apalagi untuk sesuatu yang tidak ada jaminan secara ekonomi-nya, mohon pencerahannya kalau pertanyaan saya terlalu pesimis atau polos :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>