Mengapa iPhone 5C Gagal Meraih Kesuksesan?

 iPhone 5c

Berbicara tentang iPhone, berarti berbicara tentang sebuah smartphone high-end yang mahal dengan kualitas yang mumpuni. Karena embel-embel tersebut, hampir semua orang terkenal di Amerika Serikat memakainya. Bahkan mereka pun tak lupa membawanya walau kadang sedang mempromosikan pesaingnya, Samsung. Sebuah hal yang lucu memang.

Tapi, walaupun mereka begitu ‘booming’ di Eropa dan Amerika Serikat, Apple tampak sulit untuk menandingi keperkasaan produsen smartphone lain seperti Samsung dan LG di negara-negara berkembang. China, Jepang, dan negara-negara lain di benua Asia merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan yang dibangun oleh Steve Jobs ini. Sejak saat itu banyak pengamat yang coba memberi saran kepada Apple untuk bisa menjual lebih banyak iPhone di luar Amerika Serikat, dan salah satu saran mereka adalah dengan membuat iPhone yang lebih murah.

Itulah awal kemunculan iPhone 5C.

iPhone 5C sebenarnya tak jauh berbeda dengan iPhone 5 dan iPhone 5S. Yang berbeda hanyalah body smartphone tersebut yang tidak terbuat dari metal, melainkan dari plastik dengan beberapa warna pilihan yang menarik. Sekilas ide tersebut terdengar brilian. Tapi fakta menunjukkan kalau penjualan iPhone 5C di China hanya sekitar 2%, jauh tertinggal dari iPhone 5 dan iPhone 5S yang mencapai angka 15% dan 12%.

Apple berpikir kalau mungkin harga yang mereka tawarkan masih terlalu mahal. Mereka pun mengeluarkan lagi iPhone 5C yang lebih murah, dengan mengurangi kapasitas memori internalnya menjadi 8 GB saja. Namun hal itu juga tidak berhasil mendongkrak penjualan iPhone 5C secara signifikan. Mengapa hal itu terjadi?

Jawabannya sebenarnya ada di dalam nilai-nilai yang diusung Apple. Sejak dulu, Apple selalu menjual produknya dengan mengedepankan gaya hidup kelas atas yang eksklusif. Orang membeli iPhone bukan karena harga yang murah, tapi karena prestise yang mereka tawarkan. Sebuah barang yang murah pasti mempunyai sebuah kekurangan bila dibandingkan dengan barang yang lebih mahal, dan hal itu yang tidak diinginkan oleh calon-calon pembeli iPhone. Selain itu, tampaknya masyarakat juga kurang menyukai iPhone dengan balutan bahan plastik, yang sungguh tidak memberi kesan sebagai sebuah iPhone.

iPhone telah membawa DNA sebagai smartphone yang mahal dan eksklusif, dan sepertinya mereka akan tetap laku terjual bila mempertahankan nilai-nilai tersebut sambil terus berinovasi.

Note: Sekalipun iPhone 5C tampak ‘gagal’ bila dibandingkan dengan iPhone 5 dan iPhone 5S, namun ia tetap sukses mengalahkan smartphone kelas atas lainnya seperti Samsung Galaxy S4 dan LG G2 di pasar Amerika Serikat.

Sumber Gambar : extremetech.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>