Membangun Tim Layaknya Keluarga bersama Razi Thalib, CEO Setipe – Startup Talk #5 Komunitas Startup Bandung



12183812_10205370495161230_3106534869563871730_o

Bertempat di Siete Cafe yang juga merupakan tempat pendeklarasian Komunitas Startup Bandung pada Juli silam, Startup Talk kembali hadir menyapa para pegiat usaha rintisan di kota kembang yan masih menantikan turunnya hujan untuk memuaskan dahaga tanaman-tanaman yang semakin terlihat layu. Ada sedikit perbedaan untuk Startup Talk 5 dibanding kegiatan sebelum-sebelumnya. Selain menghadirkan pembicara untuk menyampaikan materi sesuai tema bulan November yaitu Team Building, para hadirin berkesempatan untuk melakukan workshop singkat di paruh kedua acara.

Yang malam itu berbagi pengalamannya kepada hadirin adalah Razi Thalib yang merupakan founder sekaligus CEO dari Setipe. Setipe sendiri, bagi yang belum tahu, adalah sebuah situs yang memiliki fungsi untuk membantu mencari calon pasangan hidup. Sampai sekarang, pengguna Setipe telah mencapai 500.000 orang dan jumlah pasangan yang telah melangsungkan pernikahan setelah berkenalan lewat Setipe tercatat ada 34 pasangan yang berbahagia.

Razi mengawali pemaparannya dengan berbagi sedikit kisah tentang pengalaman dia saat bergabung dengan Rocket Internet dan Zalora Indonesia.

Setelah berbagi tentang pengalaman di tempat lain, Razi menyampaikan beberapa langkah dalam membentuk tim yang solid yang bahkan memiliki keeratan layaknya keluarga.

Razi memiliki sebuah formula yang menurutnya sangat penting dalam hal mencari talenta-talenta untuk diajak bekerja sama yang menurut dia saat ini masih langka keberadaannya di Indonesia. Secara umum formula dia menyatakan bahwa kapasitas seseorang dapat diukur dengan mengalikan antara faktor hard skill seperti kemampuan koding, dengan faktor soft skill misalnya kemampuan berkomunikasi. Sehingga, jika katakanlah terdapat seorang programmer atau desainer yang handal tapi tidak pandai berkomunikasi, dia akan kesulitan untuk mengembangkan kemampuan dia supaya bisa berdampak lebih luas.

 

Dalam membangun tim, setidaknya terdapat lima hal yang perlu diperhatikan.

Yang pertama adalah visi. Berdasarkan pengalaman Razi, perusahaan mempunyai tiga kemungkinan yang membuat seseorang tertarik untuk bergabung. Mereka adalah uang, prestasi, dan terakhir adalah visi. Visi menjadi penting disebabkan pada situasi tertentu saat perusahaan mengalami goncangan, maka mereka yang bervisi sama akan bersedia untuk tetap bertahan dan terus memperjuangkan perusahaan ke arah yang lebih baik.

Jika orang -orang yang sevisi telah didapatkan, Razi menyarankan dibentuk struktur organisasi. Struktur ini penting guna mengetahui kebutuhan dari sebuah perusahaan dalam usahanya mencapai tujuan. Pada struktur tersebut kita akan dengan mudah melihat posisi mana saja yang masih mengalami kekosongan sehingga antara satu dengan yang lainnya bisa lebih fokus dalam menjalankan fungsi utamanya di perusahaan baru kemudian menyelesaikan hal-hal lain yang belum tergarap. Uniknya, struktur di Setipe berubah setiap pekan.

Posisi-posisi yang kosong tadi tentunya tidak bisa dibiarkan terlalu lama tidak diisi. Dalam rangka menghadirkan orang yang akan mengisi posisi tersebut, menurut Razi cara terbaik adalah mencari melalui jejaring. Orang yang tepat hadir bukan melalui iklan akan tetapi lewat rekomendasi dari orang-orang yang dapat kita percayai.

Seperti layaknya proses perekrutan pegawai pada umumnya, hasil rekomendasi tersebut perlu kita kenal lebih dalam dengan cara wawancara. Pada tahap ini kita perlu menguji individu tersebut misalnya bagaimana cara dia mengambil keputusan jika dihadapkan pada pilihan-pilihan.  Selipkan pertanyaan yang sedikit ‘miring’. Sebagai contoh kemarin Razi bercerita pernah meminta seseorang memilih untuk dibunuh dengan cara digantung atau ditembak. Kebanyakan orang akan memilih ditembak karena rasa sakitnya tidak akan lama dirasakan. Namun Razi pernah mendapat jawaban ‘digantung’. Ketika ditanya alasannya, yang diwawancara mengatakan bahwa dia masih punya peluang untuk lolos.  Jawaban tidak seberapa penting, yang perlu diperhatikan adalah proses dia menuju jawaban tersebut.

Rantai terakhir adalah ciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Buat aura tempat kerja yang mendorong hadirnya keterbukaan, rasa tanggung jawab, dan akuntabilitas. Tim di tempat kerja diupayakan untuk sering berbagi, baik ketika senang maupun susah. Keceriaan dalam tim juga perlu dijaga. Sebagai contoh, tim Setipe pernah memutuskan untuk libur satu hari dan pergi ke Dufan untuk berbagi tawa bersama.

IMG_20151106_215229

Aitinesia bersama CEO Setipe, Razi Thalib di acara Startup Talk #5 Startup Bandung , 6 November 2015 di Siete

Sebagai penutup presentasi sebelum melangkah ke sesi workshop, Razi menitipkan pesan bagi mereka yang ingin mendirikan startup sebaiknya jangan terlalu lama mencari pendamping hidup sebab jalan ke depannya akan cenderung sunyi. Razi sendiri sedang berusaha mencari pendamping hidup menurut pengakuannya malam itu.

Ada yang bisa membantu dia?

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>