Medium – The Next Tumblr?

MediumSetelah sukses membangun Blogger dan Twitter, entrepreneur Evan Williams seperti belum juga puas. Karena itu akhirnya ia membuat Medium, sebuah media blogging di mana kita bisa mengetik lebih dari 140 karakter, namun tetap dengan fitur yang sederhana dan tampilan yang menarik. Untuk mempromosikan Startup terbarunya, Evan menegaskan kalau saat ini ia akan banyak menulis blog lewat Medium. Khusus untuk memperkenalkan Medium, ia pun membuat sebuah posting khusus.

Jadi, apa sih kelebihan Medium bila dibandingkan dengan media blogging yang lain?

Hal pertama yang ditonjolkan Medium adalah betapa bersihnya halaman page Medium dari sidebar, plugin, atau widget yang biasanya malah bisa mengalihkan fokus pembaca dari isi blog. Jadi, di Medium anda hanya akan mendapat sebuah halaman kosong dengan background putih dan teks (dengan sedikit pilihan formatting) berwarna hitam.

Hal menarik lain dari Medium adalah sisi interaksi sosial yang lebih baik dari media blogging lain seperti WordPress atau Blogger. Kita bisa berbagi draft tulisan kita untuk kemudian dikomentari oleh pengguna lain, dan nama para ‘editor’ tersebut nantinya akan muncul di ‘thank you note’ artikel tersebut.

Medium juga membantu posting para pengguna untuk sampai di pengguna lain yang mempunyai ketertarikan yang sama. Jadi kita tidak bisa memilih tulisan yang akan tampil di halaman ‘beranda’ kita, melainkan tulisan-tulisan yang telah dipilih lewat algoritma khusus Medium.

Secara umum, Medium lebih menyerupai Tumblr, dengan beberapa fitur tambahan dan pengurangan tampilan visual yang dirasa kurang penting. Bila kita mempunyai Twitter, maka kita tidak perlu melakukan pendaftaran ulang, karena kita bisa langsung menghubungkan akun Twitter kita dengan Medium.

Karena begitu menariknya Medium, mereka pun berhasil mendapatkan dana segar perdana mereka sebesar 25 Juta Dollar, hanya 1 tahun setelah berdiri. Greylock Partners, yang juga membiayai Facebook, LinkedIn, dan Tumblr menjadi penyumbang utama, dan sebagai konsekuensinya mereka pun menempatkan David Sze dan Josh Elman di kursi kepemimpinan Medium, bersama Evan Williams.

Kendala utama Medium saat ini adalah belum terbiasanya para pengguna dengan startup tersebut. Mereka yang terbiasa menggunakan media blogging dan portal sosial media yang lain menganggap kalau Medium terlalu ‘high-mind’ dan hanya cocok untuk tulisan-tulisan berkelas. Namun Evan menegaskan kalau Medium terbuka untuk semua kalangan, dan untuk bermacam-macam tulisan.

Selain itu, kita juga masih menunggu aplikasi mobile dari Medium. Kebutuhan akan kehadiran Medium (minimal) di Android dan iOS mutlak dibutuhkan kalau mereka ingin berkembang dengan cepat. Seperti yang kita ketahui, di era mobile seperti sekarang ini, pengguna lebih menyukai aplikasi yang bisa mereka akses di manapun dan kapanpun.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>