Mau Android Layar-Sedang-Tapi-Spek-Oke Dong!

Beberapa jam yang lalu, GSMArena membuat sebuah petisi online yang berisi tentang protes terhadap para produsen smartphone android yang menganak emaskan perangkat berlayar lebar. Jika dilihat baik-baik keadaan pasar smartphone sekarang, protes ini benar-benar mendasar. Saat ini, smartphone flagship masing-masing produsen ternama yang memiliki spesifikasi tinggi cenderung memiliki layar yang besar (4.5 inci keatas). Sebut saja Galaxy Note II, Galaxy S IV, HTC One, Sony Xperia Z, dan masih banyak lagi lainnya.

Para produsen tersebut seolah beranggapan bahwa pasar tidak lagi memiliki demand yang kuat terhadap smartphone berukuran layar sedang (4.0-4.5 inci lah), sehingga perangkat-perangkat dengan ukuran sedang tersebut hanya dibekali dengan hardware spesifikasi sedang juga. Padahal, menurut GSMArena dan diamini oleh redaksi aitinesia, masih banyak sekali user yang menginginkan spesifikasi juara seperti prosesor quad (juga octa) core, 2GB RAM, 32GB+ ROM, kamera 13MP, resolusi layar 720p (okelah, 1080 terlalu berlebihan, dan tidak terlalu terlihat juga bedanya di layar 4.0-4.5 inci) dalam perangkat yang kompak (compact – jadi aga aneh memang jika langsung di-translate mentah-mentah).

Disatu sisi, saya pribadi masih belum terbiasa (aga aneh) melihat seorang eksekutif dengan kemeja yang rapi, meletakkan sebuah perangkat berukuran lebih dari 5.5 inci ditelinga dan mulai berbicara. Belum tonjolan yang sangat terlihat akibat dari perangkat tersebut yang dipaksakan masuk ke kantong celana. Namun bukan berarti seluruh produk berlayar besar harus dihentikan. Tak ada masalah karena memang pasarnya juga tersedia, pesan kami hanyalah jangan menganak tirikan penggemar layar berukuran sedang.

Disatu sisi lagi (oke, ini yang terakhir), tren smartphone saat ini mengarah ke layar besar dan dimensi yang tipis. Tidak ada masalah dengan desain yang tipis, hanya saja seringkali kapasitas baterai dikorbankan untuk mendapatkan dimensi demikian. Padahal, tahu sendiri, tagihan PLN mulai membengkak sejak kita menggunakan smartphone karena terlalu seringnya melakukan pengisi ulangan daya.

Well, kami sudah ikutan menandatangani petisi ini, giliran Anda ;).

 

 

petisi bisa ditandatangani disini.

galihpermadi

Editor aitinesia. Kalo lagi ga sibuk ngurusin aitinesia, biasanya doi sibuk ngurusin badan. Gemar cabang-cabang olahraga menantang seperti Catur dan Monopoli.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>