Lima Supir Uber Ditangkap oleh Kepolisian Hong Kong

Uber kembali mendapatkan batu sandungan dalam usahanya memperluas usaha mereka ke seluruh dunia. Kemarin di Hong Kong, kepolisian setempat membekuk lima orang supir Uber. Dalam berita yang dilansir Reuters, Bruce Hung yang merupakan pejabat senior kepolisian Hong Kong menyatakan bahwa polisi melakukan penangkapan yang didahului oleh penyamaran anggota mereka. Polisi-polisi tersebut menggunakan ponsel mereka untuk memanggil lima buah mobil, meminta diantarkan ke lokasi tertentu, dan setelah tiba di tujuan mereka kemudian meringkus supir-supir tersebut.

Penangkapan Supir Uber di Hong Kong (sumber:AFP)

Penangkapan Supir Uber di Hong Kong (sumber:AFP)

Alasan penangkapan kelima supir adalah ketiadaan izin mengemudi yang layak dan asuransi yang tidak memenuhi syarat. Selain menangkap supir Uber, polisi juga menahan tiga orang pegawai mereka yang berada di dua kantor Uber Hong Kong.
Penangkapan ini tentunya disambut baik oleh para pengemudi taksi konvensional yang belakangan terus menerus melancarkan protes terkait hadirnya Uber dan aplikasi-aplikasi sejenis. Salah satu alasan utama yang sering didengung-dengungkan ketika protes berlangsung adalah ketiadaan izin sewa kendaraan yang aturannya dikeluarkan oleh Departemen Transportasi Hong Kong.
Pada akhir bulan Juli, salah seorang juru bicara demonstran, To Sun-tong mengatakan sebagian anggota dari Serikat Pekerja Transportasi Bermotor mengalami penurunan pendapatan hingga 20 persen setelah kehadiran aplikasi pemanggil kendaraan sejenis Uber.
Uber memang mewajibkan para supirnya untuk melengkapi diri mereka dengan asuransi dari pihak ketiga sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi supir Uber, namun belum jelas benar apakah mereka juga mewajibkan supir Uber untuk mempunyai izin sewa terhadap kendaraan mereka, demikian menurut TechCrunch.
Uber juga tetap membela supir-supir mereka dalam pernyataannya yang disampaikan oleh Harold Li, juru bicara Uber untuk Asia Utara. Berikut petikannya:
“Penduduk Hong Kong telah dengan jelas menginginkan sistem transportasi yang lebih baik di kotanya, dan Uber berkomitmen penuh untuk meyakinkan para penduduk Hong Kong akan mendapatkan layanan yang aman dan dapat diandalkan. Para pengemudi yang bergabung dengan Uber mewujudkannya dengan cara memanfaatkan fleksibilitas dan meraih potensi-potensi yang dihadirkan teknologi zaman sekarang. Uber memastikan bahwa semua kendaraan telah dilengkapi dengan asuransi, dan setiap pengemudi menjalani uji latar belakang yang menyeluruh. Uber 100% bersama para pengemudi sekaligus partner kami dan dengan senang hati menyambut uluran tangan dari pemerintah setempat untuk bekerjasama membicarakan regulasi yang akan mengedepankan aspek keamanan serta kepentingan para pengemudi.”
Uber dalam beberapa kesempatan menyebut Hong Kong sebagai markas regional mereka, sementara pemerintah setempat juga menyambut mereka dengan tangan terbuka. InvestHK, instansi Hong Kong yang bertugas untuk menarik investasi dari luar negeri, pernah memuat berita yang menyanjung Uber sebagai salah satu bentuk keberhasilan mereka. Setelah penangkapan ini, mereka kemudian menurunkan berita tersebut dari situs InvestHK. Juru bicara InvestHK dalam komentarnya menyatakan, ” Terdapat aturan-aturan hukum di Hong Kong bagi perusahaan yang ingin menawarkan jasa sewa mobil melalui aplikasi mobile, namun tidak semua aplikasi pemanggil kendaraan telah menaati aturan-aturan tersebut”. “Untuk menyikapi Uber yang sedan dalam penyelidikan terkait dugaan pelanggaran hukum mereka saat menjalankan usahanya, InvestHK menarik Uber dari situs kami yang memang merupakan langkah prosedural standar”, lanjut juru bicara tersebut.
 Selain di Hong Kong, demonstrasi terbesar menentang Uber hadir di Perancis yang akhirnya berkembang menjadi unjuk rasa dengan kekerasan hingga memaksa kepolisian Perancis turun tangan mengatasi unjuk rasa tersebut. Demonstrasi yang melibatkan 2800 supir taksi di Perancis menentang UberPOP yang dinilai merusak persaingan sebab para supir taksi biasa harus mendapatkan izin khusus sementara tidak demikian halnya dengan supir UberPOP. Menyusul demonstrasi ini, Uber menutup sementara layanan mereka di Perancis.
Protes terhadap Uber di Perancis (sumber:CNN)

Protes terhadap Uber di Perancis (sumber:CNN)

Setelah penangkapan supir mereka di Hong Kong ini terjadi apakah ke depannya pemerintah di negara dan kota tempat Uber beroperasi akan bekerja sama dengan Uber dan aplikasi sejenis untuk menyudahi permasalahan ini. Selama ini, keberadaan Uber dinilai mengganggu karena belum adanya aturan yang jelas untuk menaungi business model seperti mereka.
Di Indonesia sendiri dalam hal startup yang sifatnya melayani jasa transportasi dengan memberdayakan kendaraan-kendaraan pribadi milik masyarakat seperti Uber, GrabBike, Gojek, dan yang terbaru BajajApp, sampai sekarang masih menjadi polemik. Yang paling mengemuka adalah GoJek yang sudah masuk ke beberapa kota menghadapi ojek konvensional yang melakukan penutupan jalur sebagai bentuk perlawanan mereka.

Nawir

Seorang pembaca buku, pecinta alam semesta, penyuka filsafat, penonton film.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>