Lenovo Geser Samsung dari Posisi Produsen Smartphone Terbesar di China

Lenovo

Di artikel sebelumnya, saya telah menceritakan bagaimana Samsung, sebagai penguasa pasar smartphone dunia, harus segera berbenah. Jika tidak, maka mereka harus ikhlas merelakan posisi mereka untuk diambil oleh produsen-produsen lain yang begitu bersemangat untuk menyalip perusahaan asal Korea Selatan tersebut, sekaligus menjadi produsen smartphone nomor 1 di dunia. Hal ini kian terlihat, terutama di negara China, di mana produsen-produsen lokal begitu kencang memberi tekanan kepada Samsung. Dan puncaknya, kepemimpinan Samsung di pasar smartphone negara China harus lepas, dan beralih ke Lenovo, sebuah brand asal negeri tirai bambu tersebut.

Samsung Kewalahan Menghadapi Pasar Smartphone Murah

Sudah sejak lama Samsung dikenal sebagai smartphone yang ‘kemahalan’. Bermodal dana marketing yang besar, dengan beraninya mereka memasang harga tinggi untuk smartphone yang spesifikasinya biasa-biasa saja. Wajar kalau kemudian muncul nama-nama baru di pasar smartphone dunia, yang berusaha bersaing dengan Samsung dengan harga yang terjangkau. Dengan harga yang sama, kita bisa mendapatkan smartphone dengan kualitas 2 kali lebih bagus daripada produk Samsung.

Untuk konsumen di negara besar seperti Amerika Serikat, harga smartphone Samsung mungkin masih terasa cukup terjangkau. Tapi di negara-negara berkembang (dengan total populasi yang jauh lebih banyak daripada jumlah konsumen di Amerika Serikat), hanya sedikit orang yang mampu membeli smartphone Samsung. Mereka lebih memilih smartphone yang lebih murah, apalagi kualitasnya tak jauh beda dengan apa yang ditawarkan Samsung. Berkat fenomena tersebut, jadilah Huawei sebagai produsen terbesar no. 3 di dunia, Lenovo sebagai produsen terbesar no. 4 di dunia, dan Xiaomi sebagai produsen terbesar no. 5 di dunia. Mereka semua merebut pasar yang sebelumnya dikuasai oleh Samsung.

Strategi Lenovo Menjadi Penguasa Negeri China

Sebagai catatan, di China sendiri ada banyak sekali produsen-produsen dengan bisnis berskala kecil dan menengah, yang coba untuk menjual produk mereka. Karena itu, kesuksesan Lenovo untuk menjadi produsen no. 1 di China patut mendapat apresiasi tersendiri. Mereka tetap konsisten untuk menjual produk mereka dengan harga yang murah, tapi tidak murahan. Mereka hanya mengambil keuntungan yang sedikit. Tapi mereka berhasil menggoda banyak orang untuk membeli produk mereka, yang kemudian menceritakan pengalaman memakai Lenovo kepada teman dan keluarganya. Semuanya menjadi bola salju, yang makin lama makin besar, hingga nama Lenovo bisa sebesar sekarang.

LG pun Ikut Menekan Samsung

Tekanan yang mendera Samsung ternyata tak hanya datang dari produsen-produsen dari negeri China, tapi juga dari LG, produsen yang juga berasal dari Korea Selatan. Mereka punya banyak kesamaan, mulai dari bentuk smartphone hingga pembuatan produk untuk keperluan rumah tangga seperti TV dan kulkas. Tapi untuk urusan persaingan, tampaknya mereka juga terlibat sebuah pertarungan sengit. Baru-baru ini, demi mempopulerkan smartphone flagship terbaru mereka, LG G3, LG membuat sebuah kampanye yang diberi judul #LIFEBEYONDTHEGALAXY. Sekilas saja kita sudah bisa menangkap kalau LG sedang menyindir seluruh smartphone Galaxy buatan Samsung.

LG Life Beyond Galaxy

Apakah Samsung bisa bertahan menghadapi semua tantangan ini, kita lihat saja perubahan yang akan mereka lakukan.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>