Lebih Cerdas Memilih Kartu Kredit dan Pinjaman dengan Cermati

Cermati

Setelah diisi dengan beberapa nama startup seperti AturDuit, CekAja, dan lain-lain, website perbandingan produk finansial pun kini bertambah sesak dengan kehadiran Cermati. Bahkan, Cermati baru saja mendapatkan pendanaan dari East Ventures, yang juga didukung oleh Beenos Plaza. Karena itu, tak heran kalau dalam waktu dekat mereka akan semakin gencar dalam mengembangkan variasi produk mereka, serta makin rajin mengenalkan produk-produk tersebut kepada masyarakat Indonesia yang mayoritas masih buta akan kelebihan dan kekurangan dari produk-produk finansial. Ada banyak produk finansial yang coba dijelaskan oleh Cermati, seperti Kartu Kredit, berbagai jenis Pinjaman, beragam Tabungan mulai dari yang Konvensional hingga Syariah, dan lain-lain.

Terlahir pada bulan April 2015 yang lalu, Cermati mempunyai visi untuk menjadi website yang memberikan informasi paling lengkap dalam hal finansial. Sehingga diharapkan, setiap kali masyarakat Indonesia mempunyai masalah terkait finansial, atau kebingungan dalam memilih produk finansial yang tepat, mereka akan mengunjungi Cermati untuk mendapatkan solusinya. Cermati didirikan oleh Andhy Koesnandar dan Oby Sumampouw pada akhir tahun 2014. Keduanya merupakan programmer berpengalaman yang telah malang melintang di dunia teknologi Amerika Serikat. Andhy sendiri merupakan Software Engineer Lead di Microsoft, sedangkan Oby pernah bekerja untuk Google, Oracle, dan LinkedIn.

Mengapa Andhy dan Oby Kembali ke Indonesia dan Membuat Cermati?

Sebuah survey yang pernah dilakukan oleh McKinsey, menyebutkan kalau kepemilikan produk-produk finansial seperti Kartu Kredit dan Pinjaman Bank di Indonesia, masih sangat rendah. Indonesia hanya berada pada angka 2,3 produk finansial per kapita, kalah oleh Thailand (2,5), Malaysia (5,4), dan Singapura (7,7). Ini artinya, bila dirata-ratakan, setiap orang di Indonesia hanya menggunakan 2 atau 3 produk finansial saja. Dengan pencapaian yang rendah seperti itu saja, bisnis peminjaman uang di Indonesia sudah mempunyai nilai yang fantastis, yaitu senilai 120 Milyar Dollar (setara dengan 1.560 Triliun Rupiah). Angka tersebut akan semakin meningkat seiring dengan membaiknya ekonomi Indonesia, dan makin banyaknya kaum menengah ke atas yang sukses dan membutuhkan produk-produk finansial, baik untuk investasi maupun pengembangan bisnis.

Logo Cermati

Cermati berusaha untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia terkait produk finansial

Pertimbangan inilah yang membuat Andhy dan Oby memutuskan untuk ‘pulang kampung’ ke Indonesia dan menggarap Cermati. Mereka ingin membuat sebuah alat yang memudahkan masyarakat Indonesia untuk bisa menentukan produk finansial mana yang terbaik untuk digunakan.

“Mungkin terdengar klise, namun alasan saya kembali ke Indonesia adalah untuk membangun negara ini. Menurut saya, ada banyak bidang di mana Teknologi Informasi (IT) bisa membantu untuk mengurangi kerancuan informasi. Finansial adalah salah satu bidang di mana inovasi IT bisa membuat pengaruh yang signifikan dalam mengurangi kemiskinan dan mengurangi masalah-masalah sosial. Visi utama dari perusahaan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengambil keputusan finansial yang baik. Dan saya rasa itu adalah visi yang layak untuk diperjuangkan,” jelas Oby Sumampouw saat pengumuman investasi East Ventures.

Sedangkan menurut Andhy, “Kehadiran Cermati adalah untuk meningkatkan kehadiran institusi finansial di dunia maya, yang dalam waktu bersamaan juga bisa membantu masyarakat dalam memahami istilah-istilah finansial yang sulit dimengerti. Cermati mempunyai daftar yang paling lengkap dari jenis-jenis kartu kredit, pinjaman, dan berbagai jenis tabungan.”

“Selain itu, kami juga mempunyai beragam produk yang telah ada dalam rencana kami, yang kami harapkan dapat segera selesai dalam waktu cepat dengan penambahan dana segar ini,” tambah Oby.

Andhy dan Oby, 2 Founder Cermati

Andhy dan Oby, 2 Founder Cermati

Adapun East Ventures, yang diwakili oleh Wilson Cuaca, menambahkan kalau, “Dunia perbandingan produk finansial adalah bisnis yang masih terbuka untuk berkompetisi, dan masih banyak ruang untuk perbaikan. Industri ini merupakan sesuatu yang baru, dan kami percaya kalau Andhy dan Oby punya kemampuan untuk menjadi yang terdepan. Pengalaman yang dimiliki oleh Beenos Plaza dalam sektor finansial juga diharapkan bisa membantu mereka dalam mempercepat strategi mereka untuk ‘menyerbu’ pasar.”

Bagaimana Perbandingan Cermati dengan Website Perbandingan Produk Finansial yang Lain?

Kami telah mencoba untuk mengunjungi berbagai macam website perbandingan produk finansial yang bisa kami temui, dan secara umum program perbandingan produk yang dimiliki Cermati terasa lebih baik. Untuk mengatur jumlah uang yang ingin kita pinjam dan jangka waktu pinjaman misalnya, Cermati menggunakan fitur slider, tidak seperti HaloMoney di mana kita harus mengetikkan angka. Namun untuk kelengkapan produk yang diberi penjelasan, Cermati masih kurang begitu lengkap apabila kita membandingkannya dengan CekAja, yang juga membahas tentang asuransi, investasi logam mulia, hingga perbandingan layanan TV dan Internet berbayar. Sayangnya, dari semua website tersebut belum ada yang menyebutkan bisnis finansial yang berbasis dunia maya seperti UangTeman dan Pinjam, yang pernah kami ceritakan di artikel-artikel sebelumnya.

Menarik untuk ditunggu pertarungan seluruh website perbandingan finansial ini, dan siapa yang akan menguasai pasar produk finansial di Indonesia. Atau lebih jauh, akankah bisnis ini akan berjalan terus?

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>