Labor Network – Konsep Dunia Masa Depan

Computer SpeedDi dalam buku “The New Digital Age”, Eric Schmidt (Executive Chairman di Google) menjelaskan sebuah data yang menjadi bukti betapa dunia teknologi informasi masa kini berkembang begitu cepat. Dengan teknologi semikonduktor yang terus mengalami revolusi, kecepatan prosesor pun bertambah 2 kali lipat setiap 18 bulan. Seiring dengan makin banyaknya orang yang mengakses internet, dan semakin seringnya mereka mengakses internet lewat ni mereka, data yang wara-wiri di dunia maya pun bertambah 2 kali lipat setiap 9 bulan. Tak ketinggalan dengan itu, kecepatan akses internet di beberapa negara juga terus meningkat. Angka-angka tersebut memang nantinya akan menyentuh batas maksimum, namun sebelum itu terjadi, para peneliti dan praktisi akan terus bekerja agar bisa lebih cepat sampai pada titik tersebut.

Kecepatan berkembangnya teknologi, terutama di dunia teknologi informasi, layaknya sebuah mobil Formula 1, nyaris tak terkejar. Lalu apa pengaruhnya buat kita sebagai pengguna? Cara kita mengakses data dan memakai internet jelas akan berubah. Hal itu bisa kita rasakan ketika kita ingin mengetahui tentang informasi kemacetan di jalan raya. Dahulu kita harus menyalakan radio untuk mendengarkan berita singkat yang kadang hanya disampaikan setiap 15 menit sekali. Sekarang? Kita tinggal melihat Twitter atau menyalakan aplikasi Waze. Peningkatan kecepatan prosesor dan akses internet membuat hal itu menjadi mungkin.

Belajar dari hal tersebut, bisa kita prediksi kalau dalam beberapa tahun ke depan, akan banyak sekali produk-produk revolusioner yang bisa merubah gaya hidup kita. Tak heran kalau sejak beberapa tahun terakhir Google begitu ‘getol’ memamerkan produk yang bernama Google Glass. Di awal kemunculannya, produk tersebut memang terasa aneh untuk dipakai di muka umum. Namun tak lama lagi, semua orang akan memakainya, dan yang tidak memakai Google Glass bisa di-cap sebagai orang yang ketinggalan jaman. Sebelumnya, muncul pertanyaan soal kecepatan prosesor dan kecepatan akses internet yang akan digunakan Google Glass agar nyaman digunakan, namun bila kita kembali ke data yang dipaparkan Eric Schmidt di awal artikel ini, mungkin ada baiknya pertanyaan itu ditarik kembali.

Perubahan yang kita rasakan, tidak hanya seputar produk dengan bentuk fisik yang bisa kita sentuh dan rasakan, namun konsep-konsep bisnis dan kehidupan yang abstrak juga ikut berubah. Konsep investasi yang sebelumnya harus melewati tahapan pencarian dan pemilihan yang menjemukan, kini telah digantikan dengan konsep Crowdfunding yang lebih sederhana dan lebih cepat. Kita bisa langsung mencari dan memberi investasi pada konsep bisnis yang menarik hanya dengan waktu yang singkat, cukup dengan mengunjungi website-website crowdfunding seperti Kickstarter dan IndieGoGo.

Boeing, perusahaan pembuat pesawat terbang terbesar di dunia, menerapkan sebuah konsep di mana mereka mendelegasikan pembuatan bagian-bagian pesawat terbangnya ke berbagai negara di dunia. Mereka mempercayakan pembuatan sayap pesawat pada negara A, mesin pesawat di Negara B, sasis pesawat ke Negara C, dan seterusnya. Ketika semua bagian pesawat itu telah selesai dikerjakan, baru kemudian dikirimkan kembali ke pabrik mereka di Amerika Serikat untuk dirakit. Hal ini mereka lakukan demi menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas produk mereka. Konsep yang dipakai Boeing ini dikenal dengan nama Labor Network, di mana sebuah proses produksi bisa dibagi-bagi untuk kemudian didelegasikan kepada beberapa pihak independen yang mungkin berbeda kota, negara, bahkan benua. Dan konsep tersebut bisa terwujud berkat kemajuan teknologi informasi.

Salah satu manfaat Labor Network adalah bagaimana kita bisa mencari pekerja outsource di dunia maya dengan mudah. Hal itu sebenarnya sudah diawali oleh LinkedIn, yang meminta kita untuk mencantumkan bidang keahlian kita di halaman profil, sehingga siapapun yang membutuhkan kemampuan yang kita miliki bisa langsung menemukan dan menghubungi kita. Sayangnya, LinkedIn lebih menyerupai Facebook, di mana komunikasi yang terjadi hanya 1 arah. Bila nantinya ada website yang berusaha memfasilitasi konsep Labor Network ini, maka konsep ini akan lebih banyak dipakai orang. Dengan mudahnya sebuah redaksi majalah bisa mengirimkan naskah untuk diedit pada sebuah firma di Kota A, lalu melakukan quality control pada pihak lain di Kota B, dan seterusnya. Soal pembayaran? Bitcoin dan PayPal telah membuat segalanya jadi mudah, tinggal masalah waktu agar mereka bisa lebih berkembang dan kita tinggal memilih opsi pembayaran seperti apa yang ingin kita gunakan.

The Labor Network sebelumnya tidak bisa dijalankan dengan baik mengingat teknologi manusia yang masih penuh keterbatasan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang dijelaskan di atas, maka berbagai jenis pekerjaan kini bisa diperjual belikan di dunia maya, dan Labor Network bisa menjadi The Next Big Thing.

Sumber Gambar : netchunks.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>