Konsula, Startup Kesehatan Buatan Lulusan Harvard yang Raih Pendanaan dari East Ventures

(Dari kiri ke kanan) Ronald Wijaya, Shinta Nur Fauzia, dan Johannes Ardiant, Trio pendiri Konsula

(Dari kiri ke kanan) Ronald Wijaya, Shinta Nur Fauzia, dan Johannes Ardiant, Trio pendiri Konsula

Pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di beberapa daerah, memang masih belum bisa dibilang baik. Padahal, jumlah dokter di Indonesia sebenarnya sudah mencapai angka 160.000 dokter, namun tetap saja masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal inilah yang coba diatasi oleh sebuah startup yang dibuat oleh 3 lulusan Harvard dan Michigan University, Amerika Serikat, yang menang berasal dari Indonesia.

Kembali Dari Amerika Serikat Demi Dunia Kesehatan Indonesia

Shinta Nur Fauzia, Johannes Ardiant, dan Ronald Wijaya sempat menimba ilmu di Amerika Serikat, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan membuat sebuah startup yang bernama Konsula. Menurut mereka, masalah kesehatan di Indonesia sebenarnya bisa dicegah dengan direktori dokter online, di mana pengguna bisa mencari nama-nama dokter terbaik yang sesuai dengan kondisi mereka, hingga kemudian melakukan reservasi / pemesanan secara online. Tak jauh berbeda ketika kita ingin memesan restoran dan taksi.

Cara Kerja Platform Dokter Online, Konsula

Cara Kerja Platform Dokter Online, Konsula

Hal ini juga bisa dikombinasikan dengan sebuah online platform untuk fasilitas kesehatan seperti klinik dan puskesmas yang menjadi naungan dari para dokter tersebut. Konsula menyatakan kalau mereka bisa membuat praktek dokter di klinik dan puskesmas menjadi lebih sistematis dan biayanya juga lebih terjangkau. Bagaimana bisa? Menurut Shinta Nur Fauzia, sang CEO dari Konsula, hal itu memungkinkan karena Konsula dirancang untuk menghubungkan calon pasien dengan dokter yang paling cocok dengan mereka, baik dari sisi lokasi praktek, spesialisasi, jadwal praktek, hingga harga atau tarif praktek mereka. Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi pasien yang merasa membayar mahal untuk jasa dokter. Mirip dengan aplikasi digital lainnya, Konsula juga memungkinkan sang pasien untuk memberikan review kepada dokter yang menanganinya.

Dari sisi dokter dan penyedia layanan kesehatan, Konsula menawarkan paket software Konsula Connect, sebuah manajemen praktek kedokteran online yang memungkinkan dokter untuk mengatur jadwal janji dengan lebih baik. Data pasien juga bisa langsung terdigitalisasi dengan software ini. Menurut mereka, sejauh ini, sudah ada 500 dokter yang mendaftar di Konsula.

Masih belum jelas bagaimana Konsula melakukan monetisasi, atau bagaimana mereka memastikan kompetensi dari semua dokter yang mendaftar ke Konsula, demi menghindari malpraktik. Konsula juga punya PR untuk memikirkan bagaimana mengintegrasikan Konsula dengan sistem BPJS Kesehatan yang wajib dimilik oleh semua pegawai negeri dan swasta di Indonesia.

Mendapat Suntikan Dana Dari East Ventures

Sejak didirikan pada bulan September 2015 yang lalu, Konsula harus membiayai operasional mereka sendiri, alias bootstrapped. Untungnya, dengan potensi yang mereka miliki, baru-baru ini mereka berhasil mendapatkan seed funding dengan jumlah yang tidak disebutkan dari East Ventures.

Mengapa Harus Konsula?

Mengapa Harus Konsula?

“Kesehatan adalah salah satu kategori berpotensi yang perlu diperbaiki oleh startup Indonesia,” ujar Wilson Cuaca, Managing Partners di East Ventures, kepada redaksi Aitinesia. Inilah alasan utama yang mendasari East Venture untuk kemudian memberikan seed funding kepada Konsula. “Konsula akan membantu jutaan penduduk Indonesia (untuk) menemukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan melalui platform mereka. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan kewirausahaan Shinta, Joannes dan Ronald,” tambah Willson.

Bila anda melihat tampilan di website Konsula saat ini, jangan kaget, karena memang sama sekali belum ada apa-apa di sana. Anda hanya bisa mendaftar untuk mendapatkan update terbaru dari startup ini. Konsula baru akan meluncurkan produk mereka di akhir bulan Oktober 2015 ini. Hal ini terasa sedikit terlambat, karena saat ini sudah ada beberapa startup seperti Alodokter, dan Dokter.id yang juga menjalankan bisnis serupa. Kita tunggu saja siapa di antara mereka yang bisa lebih menguasai pasar.

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus