Kian Miskin Inovasi, Pimpinan Twitter Mulai Bermain Game of Thrones

Twitter Ali Rowghani

Sejak mulai beroperasi pada tahun 2006, kondisi kepemimpinan di Twitter seperti tak pernah lepas dari masalah. Setiap pemegang posisi penting di sana seperti dipaksa untuk terus memberikan performa terbaik. Kesalahan sedikit saja, itu artinya posisi mereka akan langsung digeser oleh Dick Costolo, sang Chief Executive Officer (CEO) di Twitter. Ketegasan ini tak jarang menimbulkan sedikit ketegangan antar karyawan di Twitter.

Yang terakhir, adalah ketegangan yang terjadi antara Dick Costolo dengan sang Chief Operating Officer (COO), Ali Rowghani. Ketegangan orang nomor 1 dan orang nomor 2 di Twitter itu berawal dari kegagalan Ali Rowghani memenuhi target 400 Juta pengguna di akhir tahun 2013. Sejak saat itu, hampir semua tanggung jawab Ali Rowghani langsung diambil alih oleh Dick Costolo. Bahkan bawahan-bawahan Ali, seperti Daniel Graf (Wakil Presiden Twitter bidang Pengembangan Produk), diperintahkan untuk langsung melapor kepada Costolo, bukan kepada Ali lagi.

Apa Ali Rowghani Benar-Benar Gagal?

Ali Rowghani sebenarnya tidak sepenuhnya gagal. Sejak direkrut dari Pixar pada tahun 2010, Ali telah banyak membantu dalam pengembangan Twitter. Salah satu prestasi terbesarnya adalah pembelian startup yang menganalisa data penonton televisi, Bluefin Labs. Kerja sama dengan Nielsen untuk membuat sistem rating TV di Twitter juga merupakan karya Ali. Terakhir, Ali Rowghani juga berperan sangat penting dalam proses masuknya Twitter ke bursa saham Amerika Serikat.

Chloe Sladden

Chloe Sladden

Baru-baru ini, Ali Rowghani akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Kepergian Ali ini juga diikuti oleh koleganya yang merupakan pimpinan unit media khusus Amerika Utara, Chloe Sladden. Tak berbeda dengan Ali, Chloe juga telah melakukan banyak hal untuk Twitter. Perempuan yang baru saja bekerja setelah cuti hamil yang panjang ini langsung ‘curhat’ tentang pengunduran dirinya di akun Twitter pribadinya. Saya ceritakan sedikit di sini untuk menunjukkan kesedihan Chloe meninggalkan Twitter.

“Saya selalu ingin mencari cara baru untuk bercerita. Membuat cara berbagi yang unik, sehingga orang bisa merasakan apa yang saya rasakan. Sekitar 5 tahun yang lalu, saya memulai pekerjaan impian saya. Membangun tim media Twitter dari nol, bersama kolega-kolega saya. Kami telah:

– Membuat pengalaman menonton TV yang berbeda. #VMAs #VoiceSave
– Membuat cara berbeda dalam penyebaran berita. @Dataminr @reallyvirtual
– Membuat pengalaman pemilihan umum yang berbeda. #dodge #answer #hackthedebate
– Membawa penggemar olahraga ke stadion tempat pertandingan. #Olympics #SpriteSlam
– Bekerja sama untuk membuat sistem rating dengan Nielsen dan Billboard.

Kini semua cerita dan kejadian penting, pasti ada di Twitter. Pengalaman bekerja di perusahaan seperti ini, hanya terjadi sekali dalam ratusan tahun. Saya sangat bahagia dan bangga dengan apa yang telah kami capai. Kini waktunya untuk hidup yang baru. #staytuned #thankyou #sleep”

Dengan turunnya Ali Rowghani dan Chloe Sladden, beberapa orang penting di Twitter dikabarkan akan naik pangkat untuk menempati posisi-posisi yang mereka tinggalkan. Ali akan digantikan oleh Adam Bain, sementara Gabriel Stricker akan naik menempati posisi yang ditinggalkan Chloe.

Bila kita melihat kondisi yang terjadi, Twitter seperti cerita di serial televisi Game of Thrones. Di mana banyak sekali orang yang menginginkan tampuk kepemimpinan, sehingga menimbulkan sedikit ketegangan. Semoga hal ini tidak berlangsung lama, karena kami semua butuh akan Twitter, seperti Game of Thrones yang baru saja menamatkan season terakhirnya.

Sumber Gambar : ibtimes.com

adityahadi

Editor of Aitinesia.com. A Kaskus' Enthusiast who have to read in order to continue his life.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInPinterestGoogle Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>